Skip to Content

Waktu Sikat Gigi Pasca Soda

June 30, 2026 by
Carigi Indonesia

Waktu Sikat Gigi Pasca Soda

Waktu Sikat Gigi Pasca Soda

Haruskah Menunggu Sebelum Menyikat Gigi Setelah Minum Soda? Penelitian Terbaru Beri Jawaban yang Mengejutkan

Menunda Menyikat Gigi Ternyata Belum Tentu Melindungi Email Gigi

Banyak orang percaya bahwa setelah mengonsumsi minuman asam seperti soda, kita sebaiknya menunggu sekitar 30 hingga 60 menit sebelum menyikat gigi. Alasannya, permukaan email gigi yang sementara menjadi lebih lunak dikhawatirkan akan semakin terkikis jika langsung disikat.

Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam BMC Oral Health tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup menarik. Menurut penelitian ini, menunda waktu menyikat gigi ternyata tidak memberikan perlindungan tambahan terhadap email gigi, terutama bila menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride maupun CPP-ACP.

Mengapa Minuman Asam Dapat Merusak Gigi?

Email gigi merupakan lapisan paling keras pada tubuh manusia. Meskipun demikian, lapisan ini tetap dapat mengalami erosi, yaitu proses hilangnya mineral akibat paparan asam yang bukan berasal dari bakteri.

Sumber asam dapat berasal dari berbagai hal, seperti:

  • minuman bersoda,

  • minuman berenergi,

  • jus buah yang sangat asam,

  • makanan tertentu,

  • maupun asam lambung pada penderita refluks.

Ketika email sudah melunak akibat paparan asam, menyikat gigi berpotensi mempercepat pengikisan permukaan gigi. Oleh karena itu, selama bertahun-tahun muncul anjuran untuk menunda menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam. Namun, bukti ilmiahnya masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti melakukan penelitian laboratorium menggunakan 192 sampel email gigi manusia yang berasal dari gigi bungsu yang telah dicabut karena alasan perawatan, bukan untuk kepentingan penelitian.

Setiap sampel mengalami simulasi yang menyerupai kondisi sehari-hari, yaitu:

  1. Direndam selama dua menit dalam Coca-Cola sebagai minuman penyebab erosi, atau air suling sebagai pembanding.

  2. Didiamkan selama 0, 15, 30, atau 60 menit.

  3. Disikat menggunakan salah satu dari tiga perlakuan:

    • pasta gigi berfluoride (1.450 ppm),

    • pasta gigi yang mengandung CPP-ACP (MI Paste),

    • atau hanya menggunakan air sebagai kontrol.

Setelah itu, para peneliti mengukur kekerasan mikro email gigi (microhardness) sebelum dan sesudah perlakuan untuk melihat seberapa besar penurunan kekuatan email akibat erosi dan penyikatan.

Apa Itu CPP-ACP?

CPP-ACP (Casein Phosphopeptide-Amorphous Calcium Phosphate) merupakan bahan aktif yang berasal dari protein susu. Kandungan ini bekerja dengan menyediakan cadangan kalsium dan fosfat yang membantu proses remineralisasi atau pengembalian mineral pada email gigi.

Karena mekanisme tersebut, CPP-ACP selama ini dikenal sebagai salah satu bahan yang dapat membantu memperbaiki email gigi yang mulai kehilangan mineral akibat paparan asam.

Hasil Penelitian: Tidak Perlu Menunggu Lama Sebelum Menyikat Gigi

Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting.

1. Menunda menyikat gigi tidak memberikan manfaat tambahan

Baik penyikatan dilakukan segera setelah paparan soda maupun setelah menunggu 15, 30, atau 60 menit, tidak ditemukan perbedaan bermakna terhadap kekerasan email gigi.

Artinya, hanya dengan menunggu lebih lama ternyata tidak membuat email menjadi lebih terlindungi.

2. Fluoride dan CPP-ACP sama-sama membantu melindungi email

Dibandingkan menyikat gigi hanya menggunakan air, kedua jenis pasta gigi memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap penurunan kekerasan email.

Yang menarik, tidak ada perbedaan signifikan antara pasta gigi berfluoride dan pasta gigi CPP-ACP dalam menjaga kekuatan email setelah terpapar minuman asam.

3. Minuman bersoda tetap menjadi penyebab utama penurunan kekerasan email

Walaupun pasta gigi membantu mengurangi kerusakan, paparan Coca-Cola tetap menyebabkan penurunan kekerasan email yang jauh lebih besar dibandingkan air biasa.

Dengan kata lain, mengurangi konsumsi minuman asam tetap menjadi langkah utama untuk menjaga kesehatan gigi.

Apa Makna Temuan Ini bagi Masyarakat?

Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa penggunaan pasta gigi yang mengandung bahan remineralisasi, baik fluoride maupun CPP-ACP, tampaknya lebih berpengaruh dibandingkan sekadar menunggu sebelum menyikat gigi.

Meski demikian, peneliti juga mengingatkan bahwa penelitian ini dilakukan di laboratorium menggunakan gigi yang telah dicabut. Kondisi tersebut tentu belum sepenuhnya menggambarkan keadaan di dalam mulut manusia yang dipengaruhi oleh saliva, kebiasaan makan, teknik menyikat gigi, serta faktor biologis lainnya.

Oleh karena itu, hasil ini masih perlu dikonfirmasi melalui penelitian klinis pada manusia sebelum dijadikan rekomendasi resmi.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa menunda menyikat gigi setelah mengonsumsi minuman asam tidak memberikan perlindungan tambahan terhadap email gigi. Selain itu, pasta gigi berfluoride dan pasta gigi yang mengandung CPP-ACP memiliki efektivitas yang sebanding dalam membantu mempertahankan kekerasan email setelah paparan asam.

Temuan ini memperkuat pentingnya memilih pasta gigi yang mengandung bahan remineralisasi serta membatasi konsumsi minuman asam sebagai langkah utama dalam mencegah erosi gigi. Namun, karena penelitian ini masih bersifat laboratorium, diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan apakah hasil yang sama juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi 

Al Dehailan L, Alameer ST, Alhassan FA, Alghamdi RF, Alghamdi DA, Alabdulmuhsin SB, Ibrahim MS, Balhaddad AA. Effectiveness of CPP-ACP and fluoridated toothpastes in preserving enamel microhardness after erosion and abrasion challenges at different time intervals. BMC Oral Health. 2025;25:1553. https://doi.org/10.1186/s12903-025-06958-4

Carigi Indonesia June 30, 2026
Share this post
Tags
Archive
Gigi Tiruan Penuh Digital