Waktu Sikat Gigi Pasca Soda

Haruskah Menunggu Sebelum Menyikat Gigi Setelah Minum Soda? Penelitian Terbaru Beri Jawaban yang Mengejutkan
Menunda Menyikat Gigi Ternyata Belum Tentu Melindungi Email Gigi
Banyak orang percaya bahwa setelah mengonsumsi minuman asam seperti soda, kita sebaiknya menunggu sekitar 30 hingga 60 menit sebelum menyikat gigi. Alasannya, permukaan email gigi yang sementara menjadi lebih lunak dikhawatirkan akan semakin terkikis jika langsung disikat.
Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam BMC Oral Health tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup menarik. Menurut penelitian ini, menunda waktu menyikat gigi ternyata tidak memberikan perlindungan tambahan terhadap email gigi, terutama bila menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride maupun CPP-ACP.
Mengapa Minuman Asam Dapat Merusak Gigi?
Email gigi merupakan lapisan paling keras pada tubuh manusia. Meskipun demikian, lapisan ini tetap dapat mengalami erosi, yaitu proses hilangnya mineral akibat paparan asam yang bukan berasal dari bakteri.
Sumber asam dapat berasal dari berbagai hal, seperti:
minuman bersoda,
minuman berenergi,
jus buah yang sangat asam,
makanan tertentu,
maupun asam lambung pada penderita refluks.
Ketika email sudah melunak akibat paparan asam, menyikat gigi berpotensi mempercepat pengikisan permukaan gigi. Oleh karena itu, selama bertahun-tahun muncul anjuran untuk menunda menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan atau minuman asam. Namun, bukti ilmiahnya masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti melakukan penelitian laboratorium menggunakan 192 sampel email gigi manusia yang berasal dari gigi bungsu yang telah dicabut karena alasan perawatan, bukan untuk kepentingan penelitian.
Setiap sampel mengalami simulasi yang menyerupai kondisi sehari-hari, yaitu:
Direndam selama dua menit dalam Coca-Cola sebagai minuman penyebab erosi, atau air suling sebagai pembanding.
Didiamkan selama 0, 15, 30, atau 60 menit.
Disikat menggunakan salah satu dari tiga perlakuan:
pasta gigi berfluoride (1.450 ppm),
pasta gigi yang mengandung CPP-ACP (MI Paste),
atau hanya menggunakan air sebagai kontrol.