Skip to Content

Karies Gigi Bukan Sekadar Masalah Gula

February 26, 2026 by
Carigi Indonesia

Karies Gigi Bukan Sekadar Masalah Gula

Vaksin Gigi Berlubang: Masa Depan Pencegahan Karies Gigi

Peran genetik, epigenetik, dan vaksin dalam masa depan pencegahan gigi berlubang

Selama ini, karies gigi atau gigi berlubang sering dianggap sebagai akibat langsung dari konsumsi gula berlebih dan kebersihan mulut yang kurang baik. Namun, tinjauan ilmiah terbaru yang dipublikasikan di jurnal Genes menunjukkan bahwa penyebab karies jauh lebih kompleks. Faktor genetik, pengaruh lingkungan sejak usia dini, hingga pengembangan vaksin kini menjadi perhatian utama dalam penelitian karies modern.

Artikel ini merangkum temuan tersebut dalam bahasa yang mudah dipahami, dengan fokus pada bagaimana ilmu genetika dan imunologi dapat mengubah cara kita mencegah gigi berlubang di masa depan.

Karies Gigi: Penyakit Multifaktorial

Meskipun pola makan tinggi gula dan kebersihan mulut yang buruk tetap menjadi faktor penting, kedua hal ini tidak sepenuhnya menjelaskan mengapa sebagian orang mudah mengalami gigi berlubang, sementara yang lain tetap memiliki gigi sehat meskipun kebiasaan hidupnya serupa.

Penelitian menunjukkan bahwa karies gigi merupakan penyakit multifaktorial, yang dipengaruhi oleh interaksi antara:

  • Bakteri di rongga mulut

  • Pola makan dan lingkungan

  • Faktor genetik individu

  • Mekanisme epigenetik yang mengatur aktivitas gen

Pendekatan pencegahan yang sama untuk semua orang sering kali kurang efektif karena tidak mempertimbangkan perbedaan biologis ini.

Apa yang Dibahas dalam Penelitian Ini?

Penulis melakukan tinjauan naratif terhadap berbagai studi terkini yang membahas:

  • Gen-gen yang berperan dalam kekuatan email gigi, produksi saliva, dan respons imun

  • Peran epigenetik dalam meningkatkan atau menurunkan risiko karies

  • Perkembangan vaksin anti-karies yang menargetkan bakteri penyebab utama karies

Alih-alih melakukan eksperimen baru, artikel ini mengintegrasikan temuan dari berbagai bidang—genetika, mikrobiologi, imunologi, dan kesehatan masyarakat—untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang karies gigi.

Temuan Utama Penelitian

1. Faktor Genetik Menentukan Kerentanan Gigi

Variasi genetik tertentu memengaruhi:

  • Kualitas email gigi, sehingga lebih tahan atau lebih rentan terhadap asam

  • Jumlah dan komposisi saliva, yang berfungsi menetralkan asam

  • Respons imun, dalam mengendalikan pertumbuhan bakteri berbahaya

  • Preferensi rasa manis, yang dapat memengaruhi konsumsi gula

Faktor-faktor ini membantu menjelaskan mengapa risiko karies berbeda pada setiap individu.

2. Epigenetik: Jejak Lingkungan Sejak Dini

Epigenetik mengacu pada perubahan regulasi gen tanpa mengubah struktur DNA. Faktor-faktor seperti:

  • Nutrisi dan kebiasaan ibu selama kehamilan

  • Pola makan pada masa kanak-kanak

  • Paparan antibiotik

  • Stres dan faktor lingkungan

dapat memengaruhi ekspresi gen yang berkaitan dengan kesehatan gigi. Studi menunjukkan bahwa perubahan epigenetik dapat terjadi sejak usia sangat dini dan berdampak jangka panjang terhadap risiko karies.

3. Mikrobioma Mulut Bersifat Dinamis

Komposisi bakteri di rongga mulut tidak bersifat statis. Bahkan pada individu dengan latar genetik yang mirip, seperti anak kembar, mikrobioma mulut dapat berbeda.

Yang menentukan risiko karies bukan hanya jenis bakteri yang ada, tetapi aktivitas bakteri tersebut, terutama kemampuannya memproduksi asam yang merusak email gigi.

Vaksin Anti-Karies: Harapan Masa Depan

Salah satu bagian paling inovatif dalam tinjauan ini adalah pembahasan mengenai vaksin anti-karies. Vaksin ini dirancang untuk menargetkan protein tertentu dari bakteri Streptococcus mutans, dengan tujuan:

  • Menghambat perlekatan bakteri pada permukaan gigi

  • Mencegah pembentukan biofilm

  • Mengurangi produksi asam

Beberapa pendekatan yang sedang diteliti meliputi:

  • Vaksin protein rekombinan

  • Vaksin berbasis DNA

  • Vaksin berbasis tanaman (edible vaccines)

  • Vaksin mukosa yang merangsang antibodi IgA dalam saliva

Hingga saat ini, sebagian besar penelitian masih berada pada tahap pra-klinis, terutama pada hewan percobaan. Uji klinis pada manusia masih sangat terbatas.

Implikasi bagi Masa Depan Kedokteran Gigi

Temuan ini menunjukkan bahwa pencegahan karies di masa depan berpotensi menjadi:

  • Lebih personal, berdasarkan profil biologis individu

  • Lebih preventif, dimulai sejak usia dini

  • Lebih terintegrasi, mengombinasikan kebersihan mulut, nutrisi, fluor, probiotik, dan vaksin

Vaksin tidak dimaksudkan untuk menggantikan perawatan gigi konvensional, tetapi dapat menjadi pelengkap penting, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

Kesimpulan

Karies gigi bukan lagi dipandang sebagai masalah kebiasaan semata, melainkan penyakit kompleks yang dipengaruhi oleh genetik, lingkungan, sistem imun, dan pengalaman awal kehidupan. Pemahaman ini membuka jalan menuju pendekatan pencegahan yang lebih presisi dan berkelanjutan.

Meski vaksin anti-karies belum siap digunakan secara klinis, integrasi ilmu genetika dan epigenetik memberikan harapan baru untuk menurunkan beban karies gigi secara global.

Referensi Artikel Asli

Bouaita I, Peixoto A, Mascarenhas P, Manso C.

Tooth Decay: Genetic and Epigenetic Insights Driving the Development of Anti-Caries Vaccines.

Genes. 2025;16:952.

DOI: 10.3390/genes16080952



Carigi Indonesia February 26, 2026
Share this post
Tags
Archive
Vitamin B12 dan Karies Gigi: Peran Nutrisi yang Selama Ini Terlupakan