Skip to Content

Tren Rawat Inap Kanker Mulut & Tenggorokan

March 11, 2026 by
Carigi Indonesia

Tren Rawat Inap Kanker Mulut & Tenggorokan

Tren Rawat Inap Kanker Mulut & Tenggorokan

Beban Rawat Inap Kanker Mulut dan Tenggorokan di Australia Terus Meningkat

Kanker Kepala dan Leher yang Perlu Perhatian

Kanker pada bibir, rongga mulut, dan faring (tenggorokan bagian atas) merupakan bagian dari kelompok kanker kepala dan leher yang cukup sering ditemukan di berbagai negara. Sebagian besar kasus berasal dari karsinoma sel skuamosa, yaitu kanker yang berkembang dari sel-sel yang melapisi permukaan mulut dan tenggorokan.

Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan pasien, tetapi juga memberikan beban yang cukup besar bagi sistem layanan kesehatan, terutama dalam bentuk perawatan di rumah sakit. Untuk memahami sejauh mana dampaknya, para peneliti menganalisis tren rawat inap terkait kanker bibir, rongga mulut, dan faring di Australia selama lebih dari dua dekade.

Apa yang Diteliti oleh Para Peneliti?

Penelitian ini menganalisis data rawat inap nasional dari National Hospitals Data Collection di Australia dalam periode 1998 hingga 2023.

Kasus yang dianalisis mencakup pasien dengan diagnosis kanker pada bibir, rongga mulut, dan faring, yang diidentifikasi menggunakan kode ICD C00–C14.

Penelitian menggunakan pendekatan ecological longitudinal study, yaitu metode yang menganalisis tren data populasi dalam jangka waktu panjang untuk melihat perubahan pola pelayanan kesehatan.

Melalui pendekatan ini, peneliti ingin mengetahui:

  • jumlah rawat inap terkait kanker mulut dan tenggorokan,

  • karakteristik pasien yang paling terdampak,

  • serta perubahan pola perawatan di rumah sakit dari waktu ke waktu.

Temuan Utama Penelitian

Selama periode penelitian, tercatat 160.055 episode rawat inap yang berkaitan dengan kanker bibir, rongga mulut, dan faring di Australia.

Beberapa pola penting yang ditemukan antara lain:

1. Laki-laki lebih banyak terdampak

Sebagian besar kasus rawat inap terjadi pada pasien laki-laki, yaitu sekitar 71,9% dari seluruh kasus. Hal ini menunjukkan bahwa laki-laki memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap kanker pada area mulut dan tenggorokan.

2. Kelompok usia lanjut paling banyak dirawat

Kelompok usia 60–74 tahun merupakan kelompok dengan jumlah rawat inap tertinggi, mencapai sekitar 39,8% dari seluruh kasus. Temuan ini menunjukkan bahwa kanker pada area tersebut lebih sering terjadi pada usia lanjut.

3. Kanker lidah paling sering ditemukan

Diagnosis yang paling banyak menyebabkan rawat inap adalah kanker pada bagian lain atau bagian lidah yang tidak teridentifikasi secara spesifik, dengan proporsi sekitar 14,5% dari seluruh kasus.

Perubahan Pola Perawatan di Rumah Sakit

Penelitian ini juga menemukan perubahan penting dalam pola pelayanan rumah sakit selama periode penelitian.

Peningkatan rawat inap satu hari (same-day hospitalization)

Jumlah rawat inap yang selesai pada hari yang sama meningkat sekitar 56% selama periode penelitian. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan kemajuan teknologi medis dan prosedur yang semakin efisien sehingga tidak selalu membutuhkan rawat inap lama.

Penurunan rawat inap dengan menginap

Sebaliknya, jumlah rawat inap yang membutuhkan perawatan semalam atau lebih mengalami penurunan sekitar 9,7%. Tren ini menunjukkan adanya pergeseran menuju sistem perawatan yang lebih efisien dan berbasis layanan rawat jalan.

Mengapa Temuan Ini Penting?

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kanker bibir, rongga mulut, dan faring masih menjadi beban kesehatan yang signifikan bagi sistem pelayanan kesehatan di Australia.

Jumlah rawat inap yang tinggi—terutama pada laki-laki dan kelompok usia lanjut—menunjukkan perlunya perhatian lebih pada pencegahan, deteksi dini, dan pengelolaan penyakit ini.

Selain itu, peningkatan layanan rawat inap satu hari juga menandakan adanya perubahan dalam sistem pelayanan kesehatan yang lebih mengarah pada perawatan yang efisien dan berbasis teknologi.

Kesimpulan

Selama 25 tahun terakhir, kanker bibir, rongga mulut, dan faring terus memberikan dampak besar terhadap sistem rumah sakit di Australia. Meskipun jumlah rawat inap masih tinggi, pola pelayanan kesehatan mulai berubah dengan meningkatnya prosedur rawat satu hari.

Temuan ini menekankan pentingnya strategi pencegahan, deteksi dini, serta pengembangan model pelayanan kesehatan yang lebih efisien untuk mengurangi beban penyakit ini di masa depan.

Referensi

Alsaif, M. I., Bin Rahmah, A. S., & Naser, A. Y. (2024). Mapping Australia’s hospital care for malignant neoplasms of the lip, oral cavity, and pharynx: An ecological study. Medicine, 103.

https://doi.org/10.1097/MD.0000000000047149

Carigi Indonesia March 11, 2026
Share this post
Tags
Archive
Mulut Kering pada Lansia & Hubungan Kesehatan