Tren Rawat Inap Kanker Mulut & Tenggorokan

Beban Rawat Inap Kanker Mulut dan Tenggorokan di Australia Terus Meningkat
Kanker Kepala dan Leher yang Perlu Perhatian
Kanker pada bibir, rongga mulut, dan faring (tenggorokan bagian atas) merupakan bagian dari kelompok kanker kepala dan leher yang cukup sering ditemukan di berbagai negara. Sebagian besar kasus berasal dari karsinoma sel skuamosa, yaitu kanker yang berkembang dari sel-sel yang melapisi permukaan mulut dan tenggorokan.
Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan pasien, tetapi juga memberikan beban yang cukup besar bagi sistem layanan kesehatan, terutama dalam bentuk perawatan di rumah sakit. Untuk memahami sejauh mana dampaknya, para peneliti menganalisis tren rawat inap terkait kanker bibir, rongga mulut, dan faring di Australia selama lebih dari dua dekade.
Apa yang Diteliti oleh Para Peneliti?
Penelitian ini menganalisis data rawat inap nasional dari National Hospitals Data Collection di Australia dalam periode 1998 hingga 2023.
Kasus yang dianalisis mencakup pasien dengan diagnosis kanker pada bibir, rongga mulut, dan faring, yang diidentifikasi menggunakan kode ICD C00–C14.
Penelitian menggunakan pendekatan ecological longitudinal study, yaitu metode yang menganalisis tren data populasi dalam jangka waktu panjang untuk melihat perubahan pola pelayanan kesehatan.
Melalui pendekatan ini, peneliti ingin mengetahui:
jumlah rawat inap terkait kanker mulut dan tenggorokan,
karakteristik pasien yang paling terdampak,
serta perubahan pola perawatan di rumah sakit dari waktu ke waktu.