Transplantasi Gigi Sendiri: Seberapa Sukses Jika Akar Gigi Sudah atau Belum Terbentuk?

Transplantasi Gigi Sendiri: Seberapa Sukses Jika Akar Gigi Sudah atau Belum Terbentuk?
Bukti Ilmiah Terbaru Menunjukkan Autotransplantasi Gigi Tetap Andal untuk Berbagai Tahap Pertumbuhan Akar
Mengganti gigi yang hilang akibat karies, trauma, atau kelainan pertumbuhan masih menjadi tantangan dalam dunia kedokteran gigi modern. Di tengah berbagai pilihan seperti gigi tiruan dan implan, dental autotransplantation (DAT)—memindahkan gigi pasien sendiri dari satu lokasi ke lokasi lain di rongga mulut—kembali menarik perhatian.
Namun, satu pertanyaan penting terus muncul: apakah keberhasilan autotransplantasi dipengaruhi oleh kondisi akar gigi donor, khususnya apakah akar tersebut sudah terbentuk sempurna atau belum?
Latar Belakang: Mengapa Tahap Pembentukan Akar Penting?
Secara tradisional, gigi dengan akar yang belum sepenuhnya terbentuk (open apex) dianggap lebih ideal untuk ditransplantasikan karena memiliki potensi penyembuhan dan regenerasi pulpa yang lebih baik. Sebaliknya, gigi dengan akar matang (closed apex) sering dianggap berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi seperti nekrosis pulpa atau ankilosis.
Namun, bukti ilmiah terbaru menunjukkan bahwa pandangan ini mungkin perlu diperbarui.
Apa yang Dilakukan Para Peneliti?
Dalam systematic review dan meta-analysis ini, para peneliti menganalisis 26 studi klinis yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir (2014–2024). Total terdapat 2.837 gigi yang ditransplantasikan, terdiri dari:
2.192 gigi dengan open apex
645 gigi dengan closed apex
Penelitian ini menilai:
Angka kelangsungan hidup (survival rate)
Tingkat keberhasilan klinis (success rate)
Komplikasi utama, termasuk resorpsi akar akibat infeksi, ankilosis, dan nekrosis pulpa
Selain itu, peneliti juga mengevaluasi berbagai faktor prognostik, seperti usia pasien, jenis gigi donor, lokasi gigi penerima, metode dan durasi splinting, waktu ekstraoral, serta penggunaan teknologi modern seperti replika gigi cetak 3D.
Hasil Utama: Angka Keberhasilan Tetap Tinggi
Hasil analisis menunjukkan bahwa autotransplantasi gigi merupakan prosedur yang sangat andal, baik pada gigi dengan akar belum terbentuk maupun yang sudah matang.
Beberapa temuan kunci:
Survival rate
Open apex: 93,8%
Closed apex: 92,6%
Success rate
Open apex: 84,0%
Closed apex: 86,7%
Komplikasi relatif rendah
Resorpsi akar akibat infeksi: ±6%
Ankilosis: lebih jarang pada open apex
Nekrosis pulpa terutama dilaporkan pada gigi open apex, dan berkaitan dengan lama masa tindak lanjut
Menariknya, tidak ditemukan perbedaan besar antara gigi dengan akar terbuka dan tertutup dalam hal keberhasilan jangka panjang.
Makna Klinis: Apa Artinya bagi Dokter Gigi dan Pasien?
Temuan ini menegaskan bahwa DAT bukan hanya pilihan sementara, tetapi dapat menjadi solusi jangka panjang yang efektif. Autotransplantasi:
Cocok untuk anak dan remaja, yang belum dianjurkan menerima implan gigi
Dapat digunakan pada pasien dewasa, termasuk untuk menggantikan gigi geraham
Memberikan fungsi dan adaptasi biologis alami, karena menggunakan gigi pasien sendiri