Terapi Laser Tekan Refleks Muntah Gigi

Tak Lagi Mudah Mual di Kursi Dokter Gigi? Studi Baru Temukan Terapi Laser Berpotensi Menekan Refleks Muntah Saat Cabut Gigi
Refleks Muntah: Hambatan yang Sering Terlupakan dalam Perawatan Gigi
Bagi sebagian orang, sekadar memasukkan kaca mulut atau jari dokter ke dalam rongga mulut dapat memicu rasa mual, tersedak, bahkan keinginan untuk muntah. Kondisi ini dikenal sebagai gag reflex atau refleks muntah, yaitu mekanisme alami tubuh untuk melindungi saluran napas dari benda asing.
Meskipun normal, pada beberapa orang refleks ini menjadi sangat sensitif sehingga mengganggu berbagai prosedur kedokteran gigi, mulai dari foto rontgen, pencetakan gigi, perawatan saluran akar, hingga pencabutan gigi.
Bahkan, banyak pasien dengan refleks muntah berlebihan mengalami kecemasan sebelum datang ke dokter gigi dan cenderung menghindari perawatan yang sebenarnya mereka butuhkan.
Mengapa Refleks Muntah Sulit Diatasi?
Berbagai metode telah digunakan untuk mengurangi refleks muntah, seperti teknik relaksasi, distraksi, sedasi, hingga obat-obatan tertentu. Namun, tidak semua metode efektif untuk setiap pasien.
Penggunaan obat penenang atau anestesi juga memiliki keterbatasan karena dapat menimbulkan efek samping dan memerlukan pengawasan lebih ketat. Oleh karena itu, para peneliti terus mencari alternatif yang lebih aman dan praktis.
Salah satu pendekatan yang mulai mendapat perhatian adalah fotobiomodulasi (photobiomodulation/PBM) atau low-level laser therapy (LLLT), yaitu terapi menggunakan laser berdaya rendah yang tidak menimbulkan panas maupun rasa sakit.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Peneliti dari Turki melakukan sebuah studi perintis (pilot study) yang melibatkan 20 pasien dewasa dengan refleks muntah sedang hingga berat yang akan menjalani pencabutan satu gigi posterior (gigi belakang).
Sebelum pencabutan dilakukan, para pasien mendapatkan terapi laser selama beberapa detik pada dua titik akupunktur yang diyakini berhubungan dengan pengendalian rasa mual dan refleks muntah, yaitu:
PC6 (Neiguan), yang terletak di bagian dalam lengan dekat pergelangan tangan.
CV24 (Chengjiang), yang berada di lipatan antara bibir bawah dan dagu.
Terapi laser diberikan sesaat sebelum tindakan pencabutan gigi, kemudian tingkat refleks muntah pasien dievaluasi kembali.
Hasilnya: Refleks Muntah Menurun Secara Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang cukup mencolok pada tingkat refleks muntah pasien.
Skor rata-rata refleks muntah sebelum terapi adalah 3,3, yang termasuk kategori sedang. Setelah terapi laser diberikan, skor tersebut turun menjadi 1,3, mendekati kategori ringan.
Secara klinis, ini berarti terjadi penurunan sekitar 60% pada tingkat keparahan refleks muntah.
Temuan lain yang menarik:
90% pasien pernah mengalami refleks muntah saat menjalani perawatan gigi sebelumnya.
85% pasien mengaku pernah memiliki pengalaman negatif akibat kondisi tersebut.
Pencabutan gigi menjadi prosedur yang paling sering memicu refleks muntah (70%), diikuti pembersihan karang gigi dan perawatan saluran akar.
Tidak ada efek samping yang dilaporkan selama penelitian berlangsung, dan seluruh pasien dapat menyelesaikan prosedur pencabutan gigi dengan baik.
Bagaimana Laser Bisa Membantu?
Para peneliti menjelaskan bahwa stimulasi pada titik akupunktur tertentu diduga dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan memicu pelepasan zat-zat seperti endorfin dan enkefalin, yaitu senyawa alami tubuh yang membantu menekan rasa tidak nyaman dan mengatur respons mual.
Keunggulan terapi laser dibandingkan akupunktur dengan jarum adalah:
Tidak invasif dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Tidak menggunakan jarum sehingga lebih nyaman bagi pasien yang takut jarum.
Waktu terapi singkat.
Tidak menimbulkan efek panas maupun getaran.