Skip to Content

Terapi HAART HIV dan Manifestasi Oral

August 11, 2026 by
Carigi Indonesia

Terapi HAART HIV dan Manifestasi Oral

Terapi HAART HIV dan Manifestasi Oral

Terapi HIV Tak Hanya Menekan Virus, tetapi Juga Mengurangi Masalah pada Rongga Mulut

Pengobatan HIV dan kaitannya dengan kesehatan mulut

Terapi antiretroviral telah mengubah HIV dari penyakit yang dulu sangat mematikan menjadi kondisi kronis yang dapat dikendalikan. Salah satu bentuk terapi yang dibahas dalam penelitian ini adalah highly active antiretroviral therapy (HAART), yang bekerja dengan menekan jumlah virus dan membantu memulihkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Dampaknya ternyata tidak hanya terlihat pada kondisi umum pasien. Rongga mulut juga dapat mengalami perubahan. Sebelum penggunaan terapi antiretroviral meluas, berbagai masalah seperti kandidiasis oral, oral hairy leukoplakia, sarkoma Kaposi, hingga penyakit periodontal nekrotikan banyak ditemukan pada pasien HIV.

Lalu, seberapa besar penggunaan HAART berkaitan dengan berkurangnya berbagai masalah tersebut?

Sebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan di BMC Oral Health pada 2026 mencoba menjawab pertanyaan tersebut.

Peneliti menggabungkan bukti dari berbagai negara

Peneliti melakukan pencarian literatur pada sejumlah database besar, termasuk PubMed, Embase, LILACS, SciELO, Scopus, dan Web of Science. Literatur abu-abu dari ProQuest dan EASY juga diperiksa.

Dari lebih dari 22 ribu hasil pencarian database dan lebih dari seribu sumber literatur abu-abu, setelah proses penyaringan diperoleh 25 artikel yang memenuhi kriteria. Sebanyak 13 penelitian kemudian dapat digunakan dalam analisis kuantitatif atau meta-analysis. Penelitian-penelitian tersebut berasal dari 16 negara dan diterbitkan antara 2000 hingga 2023.

Para peneliti juga menilai kualitas metodologi setiap penelitian. Hasilnya, hanya empat penelitian yang dinilai memiliki risiko bias rendah pada seluruh aspek yang dievaluasi.

Hal ini menjadi catatan penting karena kualitas penelitian yang menjadi dasar analisis dapat memengaruhi seberapa kuat kesimpulan yang dihasilkan.

Sebanyak 42% pasien yang mendapat HAART masih mengalami manifestasi oral

Dari 13 penelitian dengan total 1.778 pasien, meta-analysis menunjukkan bahwa sekitar 42% pasien HIV yang menjalani HAART masih mengalami manifestasi pada rongga mulut.

Rentang estimasinya cukup lebar, yaitu 29–56%. Peneliti juga menemukan heterogenitas yang sangat tinggi antarpenelitian, dengan nilai I² sebesar 97%. Artinya, hasil penelitian yang digabungkan memiliki perbedaan yang cukup besar dalam hal karakteristik pasien maupun metode penelitian.

Manifestasi yang paling sering ditemukan adalah hiperpigmentasi mukosa mulut, dengan prevalensi sekitar 16,2%. Sementara itu, herpes simplex merupakan salah satu manifestasi yang paling jarang ditemukan, dengan prevalensi sekitar 1,2%.

Dengan demikian, penggunaan HAART bukan berarti seluruh masalah kesehatan mulut otomatis menghilang. Sebagian pasien tetap dapat mengalami manifestasi oral dan membutuhkan perhatian dari tenaga kesehatan.

Pasien yang menjalani HAART cenderung lebih sedikit mengalami masalah oral

Ketika peneliti secara khusus membandingkan pasien HIV yang menerima HAART dengan pasien yang tidak menerima terapi tersebut, hasil meta-analysis dari enam penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menjalani HAART memiliki kemungkinan lebih rendah untuk mengalami manifestasi oral.

Nilai odds ratio yang diperoleh adalah 0,51 dengan interval kepercayaan 95% sebesar 0,27–0,94. Secara sederhana, angka ini menunjukkan adanya kecenderungan bahwa pasien yang menerima HAART lebih kecil kemungkinannya mengalami manifestasi oral dibandingkan mereka yang tidak menerima HAART.

Namun, hasil tersebut perlu dibaca dengan hati-hati. Analisis ini memiliki heterogenitas yang tinggi, yaitu I² sebesar 86%, dan berdasarkan penilaian GRADE, tingkat kepastian buktinya tergolong sangat rendah.

Bahkan, ketika penelitian dengan risiko bias tinggi dikeluarkan dari analisis, hubungan tersebut tidak lagi signifikan secara statistik.

Tidak semua masalah mulut mengalami penurunan

Menariknya, pengaruh HAART tidak sama untuk setiap jenis manifestasi oral.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandidiasis tetap ditemukan lebih banyak pada kelompok yang menggunakan HAART. Peneliti menyebut kemungkinan adanya efek samping terapi dalam jangka panjang, termasuk mulut kering dan perubahan fungsi saliva, yang dapat berkontribusi terhadap bertahannya atau munculnya kembali kandidiasis.

Sebaliknya, sejumlah manifestasi seperti sarkoma Kaposi dan oral hairy leukoplakia cenderung lebih jarang ditemukan pada pasien yang mendapatkan HAART. Pemulihan fungsi sistem kekebalan tubuh diduga berperan dalam menekan kondisi-kondisi tersebut.

Hiperpigmentasi mukosa mulut justru menjadi temuan yang cukup menonjol pada pasien yang menjalani HAART. Kondisi ini dapat berkaitan dengan efek obat tertentu maupun perubahan respons tubuh selama terapi.

Mengapa hasil penelitian perlu ditafsirkan secara hati-hati?

Peneliti menekankan bahwa bukti yang tersedia belum cukup kuat untuk menyatakan bahwa HAART secara langsung menyebabkan penurunan seluruh manifestasi oral.

Salah satu alasannya adalah perbedaan yang besar antarpenelitian. Studi yang dianalisis menggunakan karakteristik pasien, jumlah CD4, viral load, lama penggunaan HAART, serta jenis obat yang berbeda-beda. Selain itu, tidak semua penelitian melaporkan faktor-faktor tersebut secara lengkap.

Dengan kata lain, hasil penelitian ini lebih tepat dipahami sebagai bukti adanya kecenderungan manfaat HAART terhadap kesehatan mulut, bukan sebagai jaminan bahwa pasien yang mendapatkan terapi antiretroviral akan terbebas dari masalah rongga mulut.

Peran dokter gigi tetap penting

Temuan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan terapi HIV tidak hanya dapat dilihat dari pengendalian virus atau kondisi sistem imun. Kesehatan rongga mulut juga menjadi bagian penting dari perawatan pasien secara menyeluruh.

Meskipun penggunaan HAART berkaitan dengan lebih rendahnya kemungkinan munculnya manifestasi oral, sekitar 42% pasien dalam analisis tetap mengalami masalah pada rongga mulut. Karena itu, pemeriksaan dan perawatan gigi tetap diperlukan selama perjalanan pengobatan HIV.

Bagi tenaga kesehatan, kemampuan mengenali manifestasi oral pada pasien HIV juga penting. Perawatan yang terintegrasi antara layanan medis dan kedokteran gigi dapat membantu pasien mendapatkan penanganan yang lebih menyeluruh.

Kesimpulan

Systematic review dan meta-analysis ini menunjukkan bahwa pasien HIV yang menjalani HAART cenderung memiliki kemungkinan lebih rendah mengalami manifestasi oral dibandingkan pasien yang tidak menjalani terapi tersebut.

Namun, manfaat tersebut tidak berarti seluruh masalah rongga mulut dapat dicegah. Sekitar 42% pasien yang menjalani HAART masih mengalami manifestasi oral, dan beberapa kondisi, seperti kandidiasis serta hiperpigmentasi mukosa, tetap dapat ditemukan.

Karena sebagian besar bukti yang tersedia memiliki keterbatasan metodologis dan tingkat kepastian bukti tergolong sangat rendah, hasil penelitian perlu ditafsirkan secara hati-hati. Peneliti menekankan perlunya penelitian selanjutnya dengan metode yang lebih seragam agar hubungan antara HAART dan kesehatan rongga mulut dapat dipahami dengan lebih kuat.

Pada akhirnya, penelitian ini kembali menegaskan bahwa kesehatan mulut merupakan bagian penting dari perawatan pasien HIV. Pengendalian penyakit secara optimal tidak hanya berarti menekan virus, tetapi juga memastikan pasien tetap mendapatkan perhatian terhadap kesehatan dan kualitas hidupnya secara menyeluruh.

Referensi 

Dagnoni TS, Paranhos LR, Almeida VL, Vieira WA, Botelho J, Netto VPS, Alves e Silva MRM, Franco A, Brito Júnior RB. Oral manifestations in HIV-positive individuals under highly active antiretroviral therapy: a systematic review and meta-analysis of prevalence data. BMC Oral Health. 2026;26:816. Doi : 10.1186/s12903-026-08182-0

Carigi Indonesia August 11, 2026
Share this post
Tags
Archive
Lesi Mulut Tanda Awal Mpox Monkeypox