
Bisakah Cahaya Mengurangi Nyeri Setelah Operasi Gigi Bungsu?
Meninjau Peran Photobiomodulation Therapy dalam Kedokteran Gigi Modern
Operasi Umum, Keluhan yang Sama
Pencabutan gigi bungsu bawah merupakan salah satu tindakan bedah mulut yang paling sering dilakukan. Meski prosedurnya umum, fase pemulihan sering kali disertai nyeri, bengkak, dan keterbatasan membuka mulut. Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau parasetamol menjadi pilihan utama, namun tidak semua pasien nyaman menggunakannya karena potensi efek samping.
Situasi ini mendorong para peneliti mencari alternatif non-obat yang lebih aman. Salah satu pendekatan yang mulai banyak diteliti adalah photobiomodulation therapy (PBMT) atau terapi laser daya rendah.
Mengapa Perlu Alternatif Selain Obat Nyeri?
Nyeri pasca pencabutan gigi bungsu memang biasanya bersifat sementara, tetapi cukup mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup pasien. Selain itu, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) atau analgesik tidak selalu cocok untuk semua orang.
PBMT menawarkan pendekatan berbeda: menggunakan cahaya laser berintensitas rendah untuk merangsang proses biologis alami tubuh, bukan menekan rasa nyeri secara kimiawi.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Artikel yang direview ini merupakan narrative review yang menelaah penelitian-penelitian klinis terkait efektivitas PBMT dalam mengurangi nyeri setelah pencabutan gigi bungsu bawah.
Peneliti menelusuri basis data ilmiah utama seperti PubMed dan Web of Science.
Hanya uji klinis acak terkontrol (randomized controlled trials) pada manusia yang disertakan.
Dari hasil penyaringan, empat penelitian memenuhi kriteria dan dianalisis secara kualitatif.
Tujuannya bukan untuk menghitung angka gabungan, melainkan memahami pola hasil, manfaat, dan keterbatasan dari studi-studi yang ada.
Apa Hasil Utamanya?
Temuan yang dilaporkan tergolong menjanjikan, meski belum sepenuhnya konsisten.
Dua penelitian menunjukkan penurunan nyeri yang bermakna secara statistik pada pasien yang menerima PBMT, terutama bila laser diaplikasikan secara intraoral, langsung di area bekas pencabutan.
Satu studi menemukan bahwa penggunaan kombinasi dua panjang gelombang laser memberikan kontrol nyeri yang lebih baik dibandingkan satu panjang gelombang saja.
Dua studi lainnya tidak menunjukkan perbedaan nyeri yang signifikan, meskipun secara umum kelompok PBMT tetap melaporkan nyeri yang lebih rendah dibanding kelompok kontrol.
Sebagian besar penelitian menilai nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS) selama 1–7 hari pasca operasi, yaitu periode ketika nyeri biasanya paling terasa.
Bagaimana PBMT Dapat Mengurangi Nyeri?
PBMT tidak bekerja seperti obat analgesik konvensional. Terapi ini diduga memengaruhi proses penyembuhan di tingkat sel, antara lain dengan:
Menurunkan mediator inflamasi
Meningkatkan pelepasan endorfin (pereda nyeri alami tubuh)
Memperbaiki aliran darah dan regenerasi jaringan