Skip to Content

Teknik MOTE: Akurasi CT Scan Kanker Mulut

March 6, 2026 by
Carigi Indonesia

Teknik MOTE: Akurasi CT Scan Kanker Mulut

Teknik MOTE: Akurasi CT Scan Kanker Mulut

Diagnosis yang tepat menentukan strategi pengobatan

Kanker kepala dan leher merupakan salah satu jenis kanker yang cukup sering terjadi di dunia. Sekitar 90% kasusnya merupakan karsinoma sel skuamosa, dan kanker pada rongga mulut termasuk jenis yang paling umum sekaligus memiliki angka kematian yang cukup tinggi. Pada tahun 2020 saja, lebih dari 177.000 kematian di dunia disebabkan oleh kanker rongga mulut.

Untuk menentukan tingkat keparahan penyakit, dokter menggunakan sistem TNM staging, yang menilai:

  • T (Tumor): ukuran dan penyebaran lokal tumor

  • N (Nodes): keterlibatan kelenjar getah bening

  • M (Metastasis): penyebaran ke organ lain

Dalam sistem TNM terbaru, kedalaman invasi tumor (Depth of Invasion / DOI) menjadi faktor penting karena sangat memengaruhi prognosis serta keputusan terapi.

Namun, mengukur ukuran tumor dan kedalaman invasi sebelum operasi sering kali menjadi tantangan, terutama ketika menggunakan metode pencitraan seperti CT scan.

Ide Sederhana: Manuver MOTE

Membuka mulut dan menjulurkan lidah saat pemeriksaan CT

Penelitian ini mengevaluasi teknik pencitraan sederhana yang disebut Mouth Opened with Tongue Extended (MOTE).

Dalam teknik ini, pasien diminta untuk:

  • membuka mulut

  • menjulurkan lidah keluar dari rongga mulut

  • bernapas secara normal selama proses CT scan

Posisi ini membantu memisahkan jaringan dalam rongga mulut, sehingga tumor dapat terlihat lebih jelas pada gambar CT. Teknik ini juga dapat mengurangi gangguan visual dari logam pada tambalan atau gigi yang sering menyebabkan artefak pada pencitraan.

Bagaimana Penelitian Dilakukan

Membandingkan CT scan biasa dengan teknik MOTE

Penelitian prospektif ini melibatkan 25 pasien dengan kanker rongga mulut jenis karsinoma sel skuamosa.

Setiap pasien menjalani CT scan dalam dua posisi:

  1. Posisi netral (mulut tertutup dan wajah rileks)

  2. Manuver MOTE (mulut terbuka dengan lidah dijulurkan)

Dua radiolog spesialis kepala dan leher kemudian menganalisis gambar CT untuk mengukur:

  • ukuran tumor

  • kedalaman invasi tumor (DOI)

Hasil pengukuran tersebut kemudian dibandingkan dengan hasil pemeriksaan anatomi patologi setelah operasi, yang dianggap sebagai standar emas dalam menentukan ukuran tumor sebenarnya.

Hasil Penelitian

Deteksi tumor menjadi lebih akurat

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan manuver MOTE memberikan peningkatan yang signifikan dalam kualitas diagnosis.

1. Deteksi tumor meningkat drastis

Pada CT scan dengan posisi netral, tumor hanya terdeteksi pada 72% kasus.

Dengan manuver MOTE, tingkat deteksi meningkat menjadi 100%.

2. Akurasi penentuan stadium meningkat

Kemampuan CT scan untuk memprediksi stadium tumor meningkat dari sekitar 52–56% pada posisi netral menjadi 72–76% dengan manuver MOTE.

Peningkatan ini terutama terlihat pada tumor stadium awal (T1 dan T2), di mana akurasi klasifikasi meningkat dari 60% menjadi 88%.

3. Artefak logam berkurang

Tambalan gigi atau bahan logam sering menimbulkan artefak yang mengganggu gambar CT. Dengan manuver MOTE, artefak ini dapat dihilangkan sepenuhnya, sehingga batas tumor terlihat lebih jelas.

4. Pengukuran tumor lebih mendekati ukuran sebenarnya

Meskipun CT scan cenderung sedikit melebihkan ukuran tumor, pengukuran yang diperoleh dengan manuver MOTE lebih mendekati hasil pemeriksaan jaringan setelah operasi dibandingkan dengan posisi netral.

Mengapa Teknik Ini Penting

Mudah diterapkan dalam praktik klinis

Salah satu keunggulan utama dari manuver MOTE adalah kesederhanaannya. Teknik ini:

  • tidak memerlukan alat tambahan

  • tidak invasif

  • mudah diterapkan dalam prosedur CT scan rutin

Dengan meningkatkan ketepatan diagnosis dan penentuan stadium tumor, teknik ini dapat membantu dokter merencanakan tindakan bedah dengan lebih tepat dan menghindari pengobatan yang kurang atau berlebihan.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa manuver Mouth Opened with Tongue Extended (MOTE) dapat meningkatkan kinerja CT scan dalam mengevaluasi kanker rongga mulut sebelum operasi.

Teknik sederhana ini meningkatkan sensitivitas deteksi tumor, memperbaiki akurasi penentuan stadium, serta mengurangi gangguan gambar akibat artefak logam. Karena mudah dilakukan dan tidak membutuhkan peralatan tambahan, manuver ini berpotensi menjadi bagian dari protokol CT standar untuk pasien dengan kanker rongga mulut.

Referensi Artikel Asli

Campos GF, Passos UL, Carvalho RS, et al.

Mouth Opened with Tongue Extended (MOTE) maneuver: improvement in tomographic T-staging accuracy of oral cavity cancer: a prospective cross-sectional study.

Sao Paulo Medical Journal. 2026;144(1):e2025006.

DOI: https://doi.org/10.1590/1516-3180.2025.0006.R1.04112025

Carigi Indonesia March 6, 2026
Share this post
Tags
Archive
Benjolan Gusi Pyogenic Granuloma & Cara Mengatasinya