Skip to Content

Tambalan Gigi Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan

February 23, 2026 by
Carigi Indonesia

Tambalan Gigi Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan

Inovasi Tambalan Gigi Kuat dan Material Dental Hijau

Tambalan Gigi Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan

Bagaimana Nanopartikel dari Anggur Berpotensi Meningkatkan Kualitas Resin Komposit Gigi

Pembuka

Resin komposit telah menjadi bahan andalan dalam perawatan tambalan gigi modern karena tampilannya yang alami dan kemudahan penggunaannya. Namun, di balik keunggulan tersebut, resin komposit masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti karies sekunder, penyusutan saat pengerasan, dan penurunan kekuatan mekanis seiring waktu.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports pada tahun 2025 menghadirkan pendekatan inovatif dan berkelanjutan: menggabungkan nanopartikel titanium dioksida (TiO₂) yang disintesis secara ramah lingkungan dari ekstrak anggur (Vitis vinifera) ke dalam resin komposit gigi.

Latar Belakang: Mengapa Resin Komposit Perlu Dikembangkan?

Salah satu penyebab utama kegagalan tambalan gigi adalah aktivitas bakteri, terutama Streptococcus mutans, yang dapat berkembang di tepi tambalan dan memicu karies sekunder. Selain itu, proses pengerasan resin sering menyebabkan polymerization shrinkage, yaitu penyusutan mikro yang menciptakan celah antara tambalan dan gigi.

Masalah-masalah ini mendorong para peneliti untuk mencari bahan tambahan yang tidak hanya memperkuat resin, tetapi juga memiliki sifat antibakteri—dan idealnya aman serta ramah lingkungan.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Dalam penelitian ini, tim peneliti mengembangkan resin komposit eksperimental dengan menambahkan nanopartikel TiO₂ yang dibuat melalui metode green synthesis, menggunakan ekstrak biji anggur sebagai agen pereduksi alami.

Langkah penelitian meliputi:

  • Sintesis nanopartikel TiO₂ berbasis ekstrak Vitis vinifera

  • Penambahan nanopartikel ke dalam resin komposit pada konsentrasi 10% dan 20% berat

  • Pengujian aktivitas antibakteri, kekuatan mekanis, dan tingkat penyusutan polimerisasi

  • Analisis molecular docking untuk memahami bagaimana nanopartikel berinteraksi dengan enzim bakteri penyebab karies

Hasil Utama Penelitian

1. Aktivitas Antibakteri Meningkat Signifikan

Resin komposit yang mengandung nanopartikel TiO₂ menunjukkan efek antibakteri yang lebih kuat terhadap bakteri mulut utama, termasuk S. mutans, S. sanguinis, dan Lactobacillus acidophilus. Efek ini semakin meningkat seiring bertambahnya konsentrasi nanopartikel.

2. Kekuatan dan Ketahanan Lebih Baik

Penambahan nanopartikel juga meningkatkan kekuatan lentur dan kekerasan permukaan resin komposit. Seluruh kelompok uji memenuhi bahkan melampaui standar mekanis internasional, menunjukkan bahwa penambahan nanopartikel tidak mengorbankan daya tahan bahan.

3. Penyusutan Saat Pengerasan Lebih Rendah

Dibandingkan resin komposit konvensional, bahan yang dimodifikasi menunjukkan penurunan polymerization shrinkage, yang berpotensi mengurangi terbentuknya celah mikro dan risiko kebocoran tambalan.

4. Mekanisme Kerja Terungkap di Tingkat Molekuler

Analisis molecular docking mengungkap bahwa nanopartikel TiO₂ dapat berikatan dengan enzim glukosiltransferase, enzim penting yang digunakan S. mutans untuk membentuk biofilm plak. Hal ini menunjukkan bahwa nanopartikel tidak hanya membunuh bakteri, tetapi juga mengganggu proses pembentukan plak sejak awal.

Mengapa Temuan Ini Penting?

Penelitian ini menunjukkan bahwa nanoteknologi hijau dapat memberikan solusi nyata bagi masalah klasik dalam kedokteran gigi. Dengan memanfaatkan bahan alami seperti ekstrak anggur, resin komposit tidak hanya menjadi lebih kuat dan lebih tahan lama, tetapi juga lebih aman bagi lingkungan.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global menuju material medis berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pengembangan tambalan gigi yang lebih cerdas dan protektif terhadap karies.

Kesimpulan

Nanopartikel titanium dioksida yang disintesis secara ramah lingkungan dari Vitis vinifera terbukti mampu meningkatkan sifat antibakteri, kekuatan mekanis, dan stabilitas dimensi resin komposit gigi. Dengan dukungan bukti mekanisme kerja pada tingkat molekuler, penelitian ini menjadi langkah penting menuju pengembangan tambalan gigi yang lebih tahan lama, efektif, dan berkelanjutan.

Referensi Artikel Asli

Abozaid D, Abd El-Aal M, Eldin ZE, Abdelmonem M, Ibrahim MA, Saleh AM, Azab A.

Antimicrobial mechanical and molecular docking analysis of dental composite resin incorporating green synthesized titanium dioxide nanoparticles from Vitis vinifera extract.

Scientific Reports. 2025;15:35042.

DOI: https://doi.org/10.1038/s41598-025-20989-5


Carigi Indonesia February 23, 2026
Share this post
Tags
Archive
Transplantasi Gigi Sendiri: Seberapa Sukses Jika Akar Gigi Sudah atau Belum Terbentuk?