Tambalan Gigi Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan

Tambalan Gigi Lebih Kuat dan Ramah Lingkungan
Bagaimana Nanopartikel dari Anggur Berpotensi Meningkatkan Kualitas Resin Komposit Gigi
Pembuka
Resin komposit telah menjadi bahan andalan dalam perawatan tambalan gigi modern karena tampilannya yang alami dan kemudahan penggunaannya. Namun, di balik keunggulan tersebut, resin komposit masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti karies sekunder, penyusutan saat pengerasan, dan penurunan kekuatan mekanis seiring waktu.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports pada tahun 2025 menghadirkan pendekatan inovatif dan berkelanjutan: menggabungkan nanopartikel titanium dioksida (TiO₂) yang disintesis secara ramah lingkungan dari ekstrak anggur (Vitis vinifera) ke dalam resin komposit gigi.
Latar Belakang: Mengapa Resin Komposit Perlu Dikembangkan?
Salah satu penyebab utama kegagalan tambalan gigi adalah aktivitas bakteri, terutama Streptococcus mutans, yang dapat berkembang di tepi tambalan dan memicu karies sekunder. Selain itu, proses pengerasan resin sering menyebabkan polymerization shrinkage, yaitu penyusutan mikro yang menciptakan celah antara tambalan dan gigi.
Masalah-masalah ini mendorong para peneliti untuk mencari bahan tambahan yang tidak hanya memperkuat resin, tetapi juga memiliki sifat antibakteri—dan idealnya aman serta ramah lingkungan.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Dalam penelitian ini, tim peneliti mengembangkan resin komposit eksperimental dengan menambahkan nanopartikel TiO₂ yang dibuat melalui metode green synthesis, menggunakan ekstrak biji anggur sebagai agen pereduksi alami.
Langkah penelitian meliputi:
Sintesis nanopartikel TiO₂ berbasis ekstrak Vitis vinifera
Penambahan nanopartikel ke dalam resin komposit pada konsentrasi 10% dan 20% berat
Pengujian aktivitas antibakteri, kekuatan mekanis, dan tingkat penyusutan polimerisasi
Analisis molecular docking untuk memahami bagaimana nanopartikel berinteraksi dengan enzim bakteri penyebab karies