Skip to Content

Sariawan Gigi Tiruan & Cara Sembuh

April 6, 2026 by
Carigi Indonesia

Sariawan Gigi Tiruan & Cara Sembuh

Sariawan Gigi Tiruan & Cara Sembuh

Sariawan Akibat Gigi Tiruan: Studi Ungkap Penyebab, Lokasi Tersering, dan Cara Penyembuhannya

Kenapa Gigi Tiruan Bisa Menyebabkan Luka di Mulut?

Penggunaan gigi tiruan lengkap (complete denture) masih menjadi pilihan utama bagi banyak pasien yang kehilangan seluruh gigi. Namun, di balik manfaatnya, ada keluhan yang sangat sering muncul: sariawan atau luka traumatik di rongga mulut.

Luka ini biasanya muncul dalam 1–2 hari setelah pemakaian gigi tiruan baru, akibat tekanan berlebih atau gesekan antara basis gigi tiruan dan jaringan lunak mulut.

Jika tidak segera ditangani, luka bisa semakin dalam, menimbulkan nyeri, bahkan membuat pasien enggan memakai gigi tiruan.

Tujuan Penelitian: Memahami Luka dan Proses Penyembuhannya

Penelitian ini bertujuan untuk:

  • Mengetahui lokasi paling sering munculnya luka akibat gigi tiruan

  • Mengukur ukuran luka dan proses penyembuhannya

  • Melihat pengaruh penyesuaian (adjustment) gigi tiruan terhadap penyembuhan

Yang menarik, penelitian ini tidak menggunakan obat tambahan, hanya mengandalkan perbaikan mekanis pada gigi tiruan.

Bagaimana Penelitian Dilakukan?

Penelitian melibatkan:

  • 60 pasien tanpa gigi (edentulous)

  • Total 120 gigi tiruan lengkap (rahang atas & bawah)

Setelah pemasangan gigi tiruan, pasien kontrol secara berkala:

  • Hari ke-7 (kunjungan pertama)

  • Hari ke-14 (kunjungan kedua)

  • Hari ke-21 (kunjungan ketiga)

Pada setiap kunjungan:

  • Lokasi dan ukuran luka diukur menggunakan probe periodontal

  • Dilakukan penyesuaian pada bagian gigi tiruan yang menekan jaringan

Seperti terlihat pada gambar halaman 3, luka sebelum dan sesudah penyesuaian menunjukkan perbaikan yang jelas setelah intervensi mekanis.

Hasil Utama: Penyesuaian Gigi Tiruan Sangat Efektif

1. Luka Cepat Mengecil Setelah Penyesuaian Pertama

Rata-rata ukuran luka:

  • Minggu 1: 8,4 mm²

  • Minggu 2: 0,93 mm²

  • Minggu 3: 0,38 mm²

Penurunan terbesar terjadi setelah adjustment pertama, dengan tingkat penyembuhan mencapai sekitar 89%.

Artinya, perbaikan sederhana pada gigi tiruan sudah sangat efektif tanpa perlu obat tambahan.

2. Luka Lebih Sering dan Lebih Besar di Rahang Bawah

Hasil penelitian menunjukkan:

  • Luka pada rahang bawah (mandibula) lebih sering dan lebih besar dibanding rahang atas

  • Perbedaan ini signifikan secara statistik

Hal ini kemungkinan karena:

  • Luas area penyangga rahang bawah lebih kecil

  • Tekanan saat mengunyah lebih terfokus

3. Lokasi Luka Paling Sering

Berdasarkan data (halaman 4–5):

Rahang atas:

  • Sulkus vestibulum (antara frenulum labial & bukal) → 43,5%

  • Frenulum labial

  • Frenulum bukal

Rahang bawah:

  • Sulkus lingual (paralingual) → 23,4%

  • Sulkus vestibulum

  • Area retromylohyoid

Lokasi ini merupakan area yang sering mengalami tekanan atau overextension dari gigi tiruan.

4. Tidak Ada Perbedaan Berdasarkan Jenis Kelamin

Penelitian menunjukkan bahwa:

  • Pria dan wanita memiliki risiko luka yang tidak berbeda signifikan

Kenapa Luka Bisa Terjadi?

Beberapa penyebab utama:

  • Tekanan berlebih dari gigi tiruan

  • Gesekan saat makan atau berbicara

  • Desain gigi tiruan yang kurang tepat

  • Overextension pada tepi gigi tiruan

  • Oklusi yang tidak seimbang

Selain itu, faktor pasien juga berpengaruh:

  • Langsung makan makanan keras

  • Kebersihan mulut kurang baik

  • Pemakaian terlalu lama tanpa adaptasi

Makna Penting dari Penelitian Ini

Penelitian ini menegaskan bahwa:

Pemasangan gigi tiruan bukanlah akhir perawatan

Justru fase penyesuaian (adjustment) adalah kunci keberhasilan

Dengan adjustment yang tepat:

  • Luka bisa sembuh tanpa obat

  • Pasien lebih nyaman

  • Risiko komplikasi menurun

Rekomendasi Klinis

Berdasarkan hasil studi:

  • Kunjungan kontrol pertama (±1 minggu) sangat krusial

  • Biasanya 2 kali adjustment sudah cukup untuk penyembuhan

  • Jika luka belum sembuh setelah 2 minggu → pertimbangkan terapi tambahan (misalnya laser)

Edukasi pasien juga penting:

  • Konsumsi makanan lunak di awal

  • Lepas gigi tiruan sementara setelah adjustment

  • Jaga kebersihan mulut

Keterbatasan Penelitian

  • Hanya dilakukan pada populasi tertentu (Suriah)

  • Tidak mencakup pasien dengan kondisi sistemik berat

  • Faktor seperti pola makan tidak dianalisis mendalam

Kesimpulan

Sariawan akibat gigi tiruan adalah masalah umum, tetapi dapat ditangani dengan efektif melalui penyesuaian gigi tiruan secara rutin.

Penyesuaian pertama memiliki peran paling besar dalam penyembuhan, dan dalam banyak kasus, tidak diperlukan terapi tambahan.

Referensi

Alzoubi NS, Kuraitby S, Almustafa A.

Investigation of traumatic ulcer locations and healing progression during denture adjustment periods in Syrian complete denture patients.

Scientific Reports. 2025;15:23890.

DOI: https://doi.org/10.1038/s41598-025-08875-6


Carigi Indonesia April 6, 2026
Share this post
Tags
Archive
Implan Gigi & Osteoporosis: Aman & Stabil