Skip to Content

Risiko Karies Jenis Susu Anak

June 22, 2026 by
Carigi Indonesia

Risiko Karies Jenis Susu Anak

Risiko Karies Jenis Susu Anak

ASI atau Susu Formula? Studi Baru Ungkap Dampaknya terhadap Risiko Gigi Berlubang pada Anak

Pilihan Susu di Awal Kehidupan Ternyata Berpengaruh pada Kesehatan Gigi

Masa bayi dan balita merupakan periode penting dalam pembentukan kesehatan gigi dan mulut. Salah satu masalah yang sering terjadi pada usia dini adalah Early Childhood Caries (ECC) atau karies gigi anak usia dini, yaitu kerusakan gigi yang dapat muncul segera setelah gigi pertama tumbuh.

Selain kebersihan mulut, pola pemberian susu menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi risiko terjadinya karies. Berbagai jenis susu yang umum dikonsumsi anak, seperti ASI, susu sapi, susu formula, hingga susu almond, memiliki komposisi yang berbeda sehingga berpotensi memberikan dampak yang berbeda pula terhadap lingkungan mulut.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan pada tahun 2026 mencoba membandingkan pengaruh keempat jenis susu tersebut terhadap kondisi rongga mulut anak, khususnya terkait risiko terjadinya gigi berlubang.

Mengapa Jenis Susu Penting untuk Kesehatan Gigi?

Proses terjadinya karies melibatkan interaksi antara bakteri, gula, permukaan gigi, saliva, dan waktu. Salah satu bakteri yang paling sering dikaitkan dengan karies adalah Streptococcus mutans, yang mampu mengubah karbohidrat menjadi asam. Asam inilah yang kemudian menurunkan pH plak dan memicu demineralisasi email gigi.

Ketika kondisi mulut menjadi lebih asam dalam waktu lama, risiko terjadinya kerusakan gigi akan meningkat. Oleh karena itu, para peneliti menggunakan beberapa indikator penting untuk menilai potensi kariogenik suatu jenis susu, yaitu:

  • pH saliva (air liur),

  • pH plak gigi,

  • jumlah bakteri Streptococcus mutans.

Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan?

Penelitian melibatkan 100 anak berusia 8 bulan hingga 3 tahun yang dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan jenis susu yang paling sering mereka konsumsi:

  1. ASI (human breast milk)

  2. Susu sapi

  3. Susu formula

  4. Susu almond

Sebelum dan setelah mengonsumsi susu, peneliti mengukur pH saliva, pH plak, serta jumlah koloni Streptococcus mutans pada setiap peserta. Pengukuran dilakukan menggunakan metode laboratorium dan mikrobiologi yang terstandarisasi untuk memastikan hasil yang akurat.

Hasil Penelitian: ASI Menunjukkan Profil Terbaik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASI memberikan efek paling menguntungkan terhadap kesehatan mulut anak dibandingkan ketiga jenis susu lainnya.

Anak yang mengonsumsi ASI memiliki:

  • pH saliva yang lebih baik,

  • pH plak yang lebih tinggi (lebih netral),

  • jumlah bakteri Streptococcus mutans paling rendah.

Kondisi tersebut menunjukkan lingkungan mulut yang lebih sehat dan lebih tahan terhadap proses pembentukan karies.

Susu Sapi Memberikan Efek Perlindungan Moderat

Susu sapi menempati posisi kedua setelah ASI.

Peneliti menjelaskan bahwa meskipun susu sapi mengandung laktosa, susu ini juga kaya akan kalsium, fosfat, dan kasein yang dapat membantu proses remineralisasi gigi serta menetralkan asam pada plak.

Karena itu, susu sapi menunjukkan potensi kariogenik yang lebih rendah dibandingkan susu formula maupun susu almond, terutama jika dikonsumsi tanpa tambahan gula.

Susu Formula Menunjukkan Risiko Karies Tertinggi

Temuan yang cukup menarik dari penelitian ini adalah bahwa susu formula memiliki potensi kariogenik tertinggi di antara seluruh kelompok yang diteliti.

Peningkatan jumlah bakteri Streptococcus mutans setelah konsumsi susu formula mencapai hampir 48%, tertinggi dibandingkan kelompok lainnya. Selain itu, perubahan pH plak dan saliva menunjukkan kondisi yang lebih mendukung pertumbuhan bakteri penyebab karies.

Peneliti menduga hal ini berkaitan dengan kandungan karbohidrat fermentabel tambahan yang sering ditemukan pada berbagai produk susu formula.

Bagaimana dengan Susu Almond?

Popularitas susu nabati terus meningkat, termasuk susu almond yang sering dipilih sebagai alternatif bagi anak dengan kondisi tertentu atau preferensi keluarga.

Namun, penelitian ini menemukan bahwa susu almond memiliki potensi kariogenik yang lebih tinggi dibandingkan ASI dan susu sapi. Banyak produk susu almond komersial mengandung gula tambahan dan tidak memiliki kandungan protein pelindung serta mineral yang setara dengan susu mamalia.

Akibatnya, susu almond dapat lebih mudah mendukung pembentukan asam dan pertumbuhan bakteri penyebab karies jika tidak diimbangi dengan kebersihan mulut yang baik.

Apa Makna Temuan Ini bagi Orang Tua?

Penelitian ini memperkuat berbagai bukti sebelumnya bahwa ASI tidak hanya memberikan manfaat nutrisi dan imunologis, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan mulut yang lebih sehat pada anak usia dini.

Meski demikian, penggunaan susu formula maupun susu alternatif tetap dapat dilakukan sesuai kebutuhan medis, nutrisi, atau preferensi keluarga. Yang terpenting adalah memastikan praktik kebersihan mulut yang baik, membatasi paparan gula berlebih, dan menghindari kebiasaan pemberian susu yang terlalu sering terutama pada malam hari tanpa pembersihan gigi setelahnya.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa ASI memiliki profil paling baik dalam menjaga kesehatan rongga mulut anak, ditandai dengan pH saliva dan plak yang lebih menguntungkan serta jumlah bakteri Streptococcus mutans yang lebih rendah.

Sementara itu, susu sapi memberikan efek perlindungan moderat, sedangkan susu formula dan susu almond menunjukkan potensi kariogenik yang lebih tinggi. Temuan ini mendukung pentingnya pemberian ASI sebagai pilihan utama pada awal kehidupan sekaligus menekankan perlunya perhatian terhadap kebersihan mulut pada anak yang mengonsumsi susu formula maupun susu alternatif lainnya.

Referensi 

Debnath A, Jawa D, Jaidka S, Chaudhary N, Selseya R, Bhattacharya S. Bioinformation. 2026;22(3):1416–1420. DOI: 10.6026/973206300221416.

Carigi Indonesia June 22, 2026
Share this post
Tags
Archive
Alat Pembersih Sela Gigi Anak