Radang Sendi Rahang Anak (JIA): Tanda Keterlibatan TMJ

Ketika Radang Sendi Menyerang Rahang Anak: Tanda Kecil yang Bisa Mengungkap Masalah pada Sendi Rahang
Penelitian menunjukkan pemeriksaan gigi dan gerakan rahang dapat membantu mendeteksi keterlibatan sendi temporomandibular pada anak dengan juvenile idiopathic arthritis
Juvenile idiopathic arthritis (JIA) atau artritis idiopatik juvenil merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi dan terjadi pada anak sebelum usia 16 tahun. Penyakit ini dapat mengalami periode kambuh dan membaik, tetapi jika tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik, peradangan dapat menyebabkan kerusakan sendi serta mengganggu pertumbuhan dan fungsi tubuh.
Salah satu bagian tubuh yang dapat terdampak adalah sendi temporomandibular (temporomandibular joint/TMJ), yaitu sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tulang tengkorak. Sendi ini berperan penting ketika seseorang membuka mulut, mengunyah, berbicara, dan melakukan berbagai gerakan rahang.
Masalahnya, keterlibatan TMJ pada anak dengan JIA tidak selalu menimbulkan keluhan yang jelas. Seorang anak dapat mengalami perubahan pada sendi rahang tanpa merasakan nyeri atau gangguan yang berarti. Kondisi inilah yang membuat deteksi dini menjadi tantangan.
Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Oral Rehabilitation pada 2026 mencoba melihat apakah tanda dan gejala yang ditemukan melalui pemeriksaan gigi dan fungsi rahang berkaitan dengan perubahan pada TMJ yang terlihat melalui pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI).
Mengapa sendi rahang perlu diperhatikan pada anak dengan JIA?
JIA dapat melibatkan TMJ pada berbagai tipe penyakit. Keterlibatan tersebut bahkan dapat terjadi pada kedua sisi dan sering kali baru diketahui setelah penyakit berlangsung cukup lama.
Jika peradangan pada TMJ tidak ditangani, pertumbuhan rahang bawah dapat terganggu. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan wajah menjadi tidak simetris, perubahan hubungan gigi dan rahang, keterbatasan membuka mulut, hingga gangguan mengunyah.
Yang membuatnya lebih sulit, gejala seperti nyeri atau gangguan gerakan rahang tidak selalu muncul pada tahap awal. Karena itu, mengandalkan keluhan pasien saja dapat menyebabkan keterlibatan TMJ terlewatkan.
MRI menjadi salah satu pemeriksaan penting karena dapat memperlihatkan jaringan lunak, tulang, dan tulang rawan pada TMJ. Pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi tanda-tanda peradangan aktif, seperti penebalan membran sinovial, cairan pada sendi, dan edema sumsum tulang.
Apa yang dilakukan peneliti?
Penelitian ini merupakan studi observasional potong lintang yang dilakukan di satu pusat pelayanan kesehatan, yaitu Bambino Gesù Children's Hospital di Roma, Italia.
Peneliti melibatkan 76 anak dan remaja dengan JIA yang menjalani pemeriksaan oleh dokter reumatologi dan kemudian menjalani pemeriksaan gigi serta fungsi rahang menggunakan kriteria Diagnostic Criteria for Temporomandibular Disorders (DC/TMD).
Pemeriksaan tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain:
nyeri pada area wajah dan rahang;
nyeri saat otot pengunyahan diperiksa;
nyeri saat TMJ ditekan;
bunyi pada sendi rahang seperti klik atau gemeretak;
keterbatasan membuka mulut;
keterbatasan gerakan rahang ke kanan dan kiri;
keterbatasan gerakan protrusi rahang; serta
penyimpangan arah gerakan rahang.
Pasien yang secara klinis dicurigai mengalami keterlibatan TMJ kemudian menjalani MRI. Dari 76 pasien, 62 pasien atau sekitar 72% menjalani pemeriksaan MRI TMJ.
Apa yang ditemukan?
Dari 76 pasien yang diteliti, mayoritas adalah perempuan, yaitu sekitar 84%, dengan rata-rata usia 13,3 tahun. Sebagian besar pasien memiliki tipe JIA oligoartikular.
Pada pemeriksaan klinis, beberapa temuan yang cukup sering ditemukan antara lain:
nyeri orofasial dalam 30 hari terakhir pada sekitar 47% pasien;
nyeri saat pemeriksaan otot temporalis dan masseter pada sekitar 51%;
nyeri saat TMJ dipalpasi pada sekitar 39%;
bunyi TMJ pada sekitar 31%;
penyimpangan gerakan rahang yang tidak terkoreksi pada sekitar 47%; dan
keterbatasan membuka mulut pada sekitar 34% pasien.