Skip to Content

Profilaksis Antibiotik Operasi Implan Gigi

August 12, 2026 by
Carigi Indonesia

Profilaksis Antibiotik Operasi Implan Gigi

Profilaksis Antibiotik Operasi Implan Gigi

Antibiotik pada Operasi Implan Gigi: Perlukah Selalu Diberikan?

Penggunaan Antibiotik Masih Sangat Tinggi

Antibiotik kerap diberikan untuk mencegah infeksi setelah operasi implan gigi. Namun, sebuah penelitian terbaru di China menunjukkan bahwa penggunaannya masih sangat luas, bahkan pada pasien yang menjalani prosedur implan gigi tanpa kondisi kesehatan khusus.

Penelitian yang diterbitkan dalam Frontiers in Public Health pada Mei 2026 ini menemukan bahwa 65,41% dokter gigi yang disurvei rutin memberikan antibiotik selama operasi implan gigi. Hanya 0,94% yang menyatakan tidak pernah menggunakannya. Temuan ini menjadi perhatian karena penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap masalah resistensi antimikroba.

Apa yang Ingin Diketahui Peneliti?

Peneliti ingin mengetahui bagaimana praktik pemberian antibiotik pada operasi implan gigi di wilayah barat laut China, sekaligus melihat seberapa jauh pemahaman dokter gigi mengenai penggunaan antibiotik sebagai profilaksis.

Survei dilakukan secara daring pada 2.099 dokter gigi yang melakukan implan gigi pada April–Desember 2021. Sebanyak 318 dokter gigi akhirnya mengisi kuesioner secara lengkap. Pertanyaan mencakup latar belakang dokter, pemahaman mengenai antibiotik, waktu pemberian, jenis antibiotik, serta lama penggunaannya.

Temuan: Antibiotik Sering Diberikan Sebelum dan Sesudah Operasi

Dari 315 dokter gigi yang menggunakan antibiotik, 74,60% memberikan antibiotik sebelum sekaligus setelah operasi. Sementara itu, 4,13% hanya memberikan sebelum operasi dan 15,87% hanya setelah operasi.

Untuk pemberian sebelum operasi, waktu yang paling banyak dipilih adalah sekitar satu jam sebelum tindakan, yaitu 54,03% responden.

Jenis antibiotik yang paling sering digunakan adalah kelompok nitroimidazol, penisilin, dan sefalosporin. Kombinasi nitroimidazol dengan penisilin atau sefalosporin juga cukup banyak digunakan.

Masalah Utamanya Bukan Hanya “Diberikan atau Tidak”

Salah satu temuan penting penelitian ini adalah durasi pemberian antibiotik.

Pada pasien sehat yang menjalani operasi implan, hanya 44,13% dokter gigi yang memberikan antibiotik selama 24 jam atau kurang. Sebaliknya, 55,87% memberikan antibiotik lebih dari 24 jam.

Penggunaan menjadi lebih panjang pada pasien yang menjalani implan dengan bone graft. Sebanyak 85,08% dokter gigi memberikan antibiotik lebih dari 24 jam pada kondisi tersebut.

Padahal, peneliti mencatat bahwa pedoman penggunaan antibiotik di China menyebutkan profilaksis pada pembedahan oral umumnya diberikan dalam waktu kurang dari 24 jam. Studi ini juga menyoroti rekomendasi WHO AWaRe yang menyatakan bahwa antibiotik tidak diperlukan sebelum sebagian besar prosedur kedokteran gigi untuk mencegah infeksi luka operasi.

Banyak Dokter Gigi Menginginkan Pedoman yang Lebih Jelas

Menariknya, persoalan dalam penelitian ini bukan semata-mata kurangnya kepedulian terhadap penggunaan antibiotik.

Sebanyak 43,81% dokter gigi ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai kapan antibiotik memang diperlukan. Selain itu, 27,93% ingin mengetahui pilihan jenis antibiotik, sementara sebagian lainnya membutuhkan panduan mengenai durasi dan waktu mulai pemberian.

Lebih dari tiga perempat responden (77,36%) menilai pedoman khusus dapat membantu mengurangi penggunaan antibiotik berlebihan dan menyeragamkan praktik antar-dokter. Hampir separuh (48,11%) juga merasa pedoman dapat memberikan perlindungan bagi dokter dalam menghadapi persoalan hukum atau sengketa medis.

Mengapa Penggunaan Berlebihan Perlu Diperhatikan?

Antibiotik memang memiliki peran penting ketika risiko infeksi cukup tinggi. Namun, pemberian rutin pada pasien yang sebenarnya tidak membutuhkan antibiotik dapat memberikan manfaat yang kecil sekaligus meningkatkan risiko efek samping dan berkontribusi terhadap resistensi antimikroba.

Peneliti menekankan bahwa keberhasilan implan gigi tidak hanya ditentukan oleh antibiotik. Keterampilan operator, kondisi lingkungan yang steril, prosedur pembedahan yang baik, serta perawatan sebelum dan sesudah operasi juga merupakan faktor penting.

Karena itu, keputusan penggunaan antibiotik sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kebiasaan, tetapi mempertimbangkan kondisi pasien, risiko infeksi, dan kompleksitas tindakan.

Apa Artinya bagi Praktik Kedokteran Gigi?

Penelitian ini menunjukkan adanya kesenjangan antara bukti ilmiah dan praktik di lapangan. Di satu sisi, antibiotik masih banyak diberikan secara rutin. Di sisi lain, semakin banyak bukti yang mempertanyakan manfaat pemberian antibiotik secara rutin pada pasien sehat yang menjalani prosedur implan sederhana.

Peneliti merekomendasikan adanya pedoman nasional yang lebih spesifik untuk operasi implan gigi, terutama untuk menentukan kapan antibiotik benar-benar diperlukan, bagaimana menentukan regimen yang tepat, serta bagaimana membatasi penggunaannya pada kasus yang memiliki risiko lebih tinggi.

Kesimpulan

Studi ini memperlihatkan bahwa penggunaan antibiotik pada operasi implan gigi di wilayah barat laut China masih sangat luas. Sebagian besar dokter gigi memberikan antibiotik secara rutin, dan banyak yang memperpanjang penggunaannya lebih dari 24 jam, terutama pada pasien dengan bone graft.

Temuan ini tidak berarti bahwa antibiotik harus dihindari pada semua operasi implan. Antibiotik tetap dapat diperlukan pada kondisi tertentu, tetapi penggunaannya perlu berdasarkan indikasi yang jelas.

Pesan penting dari penelitian ini adalah perlunya penggunaan antibiotik yang lebih rasional, berbasis bukti, dan terstandar, sehingga perlindungan terhadap pasien tetap optimal tanpa meningkatkan risiko resistensi antibiotik.

Referensi 

Lin Y, Ju J, Huang J, Yue J, Cheng L, Ma Y, Pan W, Wei H, Feng B. Antibiotic prophylaxis during dental implant surgery treatment in northwest China: a cross-sectional study. Frontiers in Public Health. 2026;14:1746257. DOI: 10.3389/fpubh.2026.1746257

Carigi Indonesia August 12, 2026
Share this post
Tags
Archive
Implan Gigi Pasien Kemoterapi Keamanan & Survival