Potensi Mikroplastik dari Clear Aligner (Behel Bening)

Waspada Mikroplastik dari Behel Bening (Clear Aligner): Apa Kata Riset Terbaru?
Di balik senyum rapi tanpa kawat gigi logam, ternyata clear aligner alias behel bening menyimpan pertanyaan yang belum banyak dibahas: benarkah alat ini melepaskan partikel plastik berukuran mikro ke dalam mulut kita?
Sebuah tinjauan ilmiah (scoping review) terbaru yang dipublikasikan di International Journal of Dentistry (2026) mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Tim peneliti dari Manipal College of Dental Sciences, India, menelusuri seluruh bukti ilmiah yang ada mengenai pelepasan mikroplastik dari clear aligner, dan hasilnya cukup menarik untuk diketahui siapa pun yang sedang atau berencana menjalani perawatan ortodonti dengan aligner.
Kenapa Topik Ini Penting?
Clear aligner sudah menjadi pilihan populer untuk merapikan gigi karena lebih nyaman, hampir tak terlihat, dan bisa dilepas saat makan atau menyikat gigi. Namun di balik kepraktisannya, aligner terbuat dari bahan plastik termoplastik seperti PETG (polyethylene terephthalate glycol), TPU (thermoplastic polyurethane), dan kopoliester berlapis.
Bahan-bahan plastik ini, ketika mengalami gesekan, perubahan suhu, dan proses kimiawi di dalam mulut selama pemakaian sehari-hari, berpotensi terkikis dan melepaskan partikel-partikel plastik yang sangat kecil. Partikel inilah yang disebut mikroplastik—serpihan plastik berukuran di bawah 5 milimeter, bahkan bisa sekecil beberapa mikrometer saja.
Karena aligner dipakai 20–22 jam sehari selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, potensi paparan mikroplastik ke dalam tubuh pun menjadi pertanyaan yang layak ditelusuri lebih dalam.
Apa yang Dilakukan Para Peneliti?
Alih-alih melakukan eksperimen baru, tim peneliti mengumpulkan dan merangkum seluruh penelitian yang sudah ada mengenai topik ini. Mereka menelusuri empat basis data ilmiah besar—PubMed, Scopus, Embase, dan Web of Science—untuk mencari publikasi dalam sepuluh tahun terakhir (2015–2025) yang membahas mikroplastik pada clear aligner.
Dari proses pencarian tersebut, ditemukan 638 artikel. Setelah menghapus duplikasi dan menyaring artikel yang benar-benar relevan dengan topik, akhirnya hanya enam artikel yang memenuhi kriteria dan cukup fokus membahas mikroplastik pada aligner, termasuk satu di antaranya berupa laporan non-jurnal (gray literature). Proses seleksi ini dilakukan berlapis oleh beberapa peneliti untuk memastikan objektivitas.
Temuan Utama: Aligner Memang Bisa Melepaskan Mikroplastik
Berikut adalah poin-poin penting yang berhasil dirangkum dari enam studi tersebut:
1. Semua jenis aligner berpotensi melepaskan mikroplastik
Penelitian menunjukkan bahwa gesekan mekanis saat mengunyah dan menelan, ditambah proses "penuaan" aligner akibat perubahan suhu, pH air liur, dan enzim di mulut, dapat membuat permukaan aligner semakin kasar dan mudah terkikis. Bahkan pemakaian aligner selama tujuh hari saja di dalam air liur buatan sudah cukup untuk memicu pelepasan mikroplastik.
2. Tidak semua merek aligner sama
Menariknya, jenis dan metode pembuatan aligner ternyata memengaruhi jumlah mikroplastik yang terlepas.
Aligner yang dicetak langsung dengan teknologi 3D printing (seperti Invisalign) cenderung melepaskan mikroplastik lebih sedikit dan berukuran lebih kecil dibanding aligner yang dibuat dengan metode termoforming (pemanasan cetakan plastik), seperti Essix Ace dan Ghost Aligner.
Hal ini diduga karena proses termoforming melibatkan pemanasan yang dapat mengubah sifat material dan memicu retakan mikro pada aligner, sehingga lebih mudah mengelupas.
3. Ukuran partikel menentukan potensi bahayanya
Sebagian besar mikroplastik yang ditemukan berukuran antara 5–20 mikrometer, meski ada juga yang lebih besar. Ukuran ini penting karena:
Partikel yang lebih besar dari 20 mikrometer umumnya akan ikut terbuang bersama sistem pencernaan.
Partikel berukuran 5–20 mikrometer berpotensi menembus dinding saluran cerna dan masuk ke aliran darah.
Partikel yang lebih kecil dari 5 mikrometer, bahkan bisa menembus membran sel secara langsung.
4. Potensi risiko kesehatan masih perlu diteliti lebih lanjut
Berdasarkan penelitian terkait mikroplastik secara umum (bukan khusus dari aligner), partikel plastik yang masuk ke tubuh dikaitkan dengan berbagai efek negatif seperti stres oksidatif, peradangan kronis, gangguan mikrobiota usus, hingga potensi memengaruhi sistem pernapasan, jantung, dan saraf. Beberapa bahan tambahan dalam plastik seperti Bisphenol A (BPA) dan ftalat juga dikenal sebagai senyawa yang dapat mengganggu hormon.
Namun, penting digarisbawahi bahwa belum ada penelitian klinis langsung pada manusia yang membuktikan dampak kesehatan spesifik dari mikroplastik aligner. Seluruh studi yang ditemukan masih berupa penelitian laboratorium (in vitro), analisis material, atau tinjauan literatur—belum ada studi jangka panjang pada pasien nyata.
Jadi, Haruskah Kita Khawatir?
Para peneliti menegaskan bahwa clear aligner tetap menjadi pilihan perawatan ortodonti yang efektif dan bermanfaat. Yang perlu digarisbawahi adalah belum diketahui secara pasti seberapa besar risiko kesehatan dari mikroplastik yang dilepaskan aligner selama pemakaian normal. Bukti yang ada saat ini masih terbatas pada skala laboratorium, dengan jumlah sampel kecil dan durasi pengamatan yang singkat.
Karena itu, tim peneliti merekomendasikan beberapa langkah ke depan:
Penelitian in vivo (langsung pada tubuh manusia) diperlukan untuk memastikan dampak nyata mikroplastik aligner terhadap kesehatan.
Pengembangan material yang lebih aman dan ramah lingkungan perlu didorong, termasuk inovasi seperti aligner 3D printing langsung yang terbukti melepaskan lebih sedikit partikel.
Kebijakan pengelolaan limbah aligner juga penting disusun, mengingat penggunaan aligner sekali pakai dalam jumlah besar turut menyumbang limbah plastik global.