Skip to Content

Pola Kecemasan Cabut Gigi Perioperatif

June 4, 2026 by
Carigi Indonesia

Pola Kecemasan Cabut Gigi Perioperatif

Pola Kecemasan Cabut Gigi Perioperatif

Takut Cabut Gigi? Penelitian Ungkap Kapan Kecemasan Mencapai Puncaknya dan Siapa yang Paling Berisiko

Kecemasan Saat Cabut Gigi Ternyata Memiliki Pola Tertentu

Bagi banyak orang, mendengar kata cabut gigi saja sudah cukup membuat jantung berdebar. Rasa takut terhadap nyeri, perdarahan, atau kemungkinan komplikasi sering kali membuat pasien merasa cemas bahkan sebelum memasuki ruang perawatan.

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam BMC Oral Health mencoba menjawab pertanyaan penting: kapan sebenarnya kecemasan pasien paling tinggi selama proses pencabutan gigi?

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan tidak muncul secara acak. Tingkat kecemasan berubah sepanjang proses perawatan dan mencapai puncaknya pada tahap-tahap tertentu. Peneliti juga menemukan faktor-faktor yang membuat seseorang lebih rentan mengalami kecemasan saat menjalani pencabutan gigi.

Mengapa Kecemasan Saat Cabut Gigi Penting?

Kecemasan bukan sekadar rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat memicu peningkatan tekanan darah, denyut jantung, dan respons stres tubuh lainnya. Bahkan, kecemasan yang berlebihan dapat memperburuk persepsi nyeri, membuat prosedur terasa lebih berat, serta memengaruhi pengalaman pasien secara keseluruhan.

Karena itu, memahami pola kecemasan selama prosedur pencabutan gigi sangat penting agar dokter gigi dapat memberikan pendekatan yang lebih efektif untuk membantu pasien merasa tenang.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini melibatkan 302 pasien yang menjalani pencabutan gigi dengan anestesi lokal di Tiongkok.

Untuk mengetahui perubahan kecemasan secara lebih rinci, peneliti mengukur tingkat kecemasan pasien pada lima waktu berbeda, yaitu:

  1. Malam sebelum pencabutan gigi.

  2. Saat menunggu di rumah sakit atau klinik.

  3. Saat penyuntikan anestesi lokal.

  4. Saat proses pencabutan gigi berlangsung.

  5. Setelah pencabutan selesai.

Selain itu, peneliti juga mengumpulkan informasi mengenai tingkat nyeri, harapan pasien terhadap rasa sakit yang mungkin muncul, serta berbagai faktor lain seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan, pekerjaan, dan lokasi gigi yang dicabut.

Kecemasan Tertinggi Terjadi Saat Suntik Anestesi dan Proses Pencabutan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan tertinggi terjadi ketika pasien menerima suntikan anestesi lokal. Posisi kedua ditempati oleh tahap pencabutan gigi itu sendiri.

Menariknya, tingkat kecemasan sudah cukup tinggi sejak malam sebelum tindakan dilakukan. Banyak pasien mengaku merasa khawatir dan membayangkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi selama prosedur.

Setelah pencabutan selesai, tingkat kecemasan turun secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar ketakutan pasien berkaitan dengan antisipasi terhadap tindakan yang akan dilakukan, bukan setelah prosedur berakhir.

Nyeri Menjadi Sumber Ketakutan Utama

Ketika diminta menyebutkan hal yang paling membuat mereka khawatir, mayoritas pasien memilih nyeri sebagai penyebab utama kecemasan.

Sekitar 70% responden mengaku takut terhadap rasa sakit yang mungkin muncul selama pencabutan gigi. Kekhawatiran terbesar berikutnya adalah perdarahan, yang disebutkan oleh hampir 68% peserta.

Selain itu, pasien juga mengkhawatirkan beberapa kemungkinan lain, seperti:

  • Cedera saraf atau komplikasi permanen.

  • Cedera tidak disengaja selama prosedur.

  • Kesalahan pencabutan gigi.

Temuan ini menunjukkan bahwa banyak pasien membayangkan berbagai skenario yang menakutkan sebelum menjalani tindakan, meskipun sebagian besar kemungkinan tersebut jarang terjadi dalam praktik sehari-hari.

Takut Nyeri Lebih Berpengaruh daripada Nyeri yang Sebenarnya

Salah satu hasil paling menarik dari penelitian ini adalah hubungan antara nyeri dan kecemasan.

Peneliti menemukan bahwa pasien yang memperkirakan prosedur akan sangat menyakitkan cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi sebelum dan selama pencabutan gigi.

Sebaliknya, nyeri yang sudah dirasakan pasien sebelum tindakan ternyata tidak berhubungan kuat dengan tingkat kecemasan mereka.

Nyeri yang benar-benar terjadi selama pencabutan berkaitan dengan meningkatnya kecemasan pada saat tindakan dan setelah tindakan selesai. Sementara itu, nyeri pascaoperasi memiliki hubungan paling kuat dengan kecemasan setelah pencabutan.

Temuan ini menunjukkan bahwa rasa takut terhadap nyeri sering kali lebih berpengaruh dibandingkan nyeri yang benar-benar dialami pasien.

Siapa yang Lebih Rentan Mengalami Kecemasan?

Perempuan Lebih Sering Mengalami Kecemasan Tinggi

Pasien perempuan menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, terutama sebelum dan selama prosedur pencabutan.

Hasil ini sejalan dengan berbagai penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa faktor biologis, psikologis, dan sosial dapat memengaruhi respons seseorang terhadap rasa takut dan nyeri.

Pengangguran Memiliki Risiko Kecemasan Lebih Besar

Faktor pekerjaan juga berpengaruh terhadap tingkat kecemasan.

Kelompok pengangguran tercatat memiliki risiko tertinggi mengalami kecemasan yang signifikan. Peneliti menduga bahwa tekanan ekonomi, keterbatasan dukungan sosial, serta kualitas hidup yang lebih rendah dapat berkontribusi terhadap kondisi tersebut.

Pencabutan Gigi Rahang Bawah Lebih Menegangkan

Pasien yang menjalani pencabutan gigi di rahang bawah memiliki tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan pasien yang menjalani pencabutan gigi rahang atas.

Hal ini kemungkinan disebabkan oleh anggapan bahwa pencabutan gigi rahang bawah, terutama gigi bungsu, lebih sulit dan lebih menyakitkan dibandingkan pencabutan gigi rahang atas.

Belum Pernah Cabut Gigi dan Belum Menikah Juga Berpengaruh

Pasien yang baru pertama kali menjalani pencabutan gigi cenderung lebih cemas dibandingkan mereka yang sudah memiliki pengalaman sebelumnya.

Selain itu, individu yang belum menikah menunjukkan tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan mereka yang sudah menikah. Dukungan emosional dari pasangan dan keluarga diduga berperan dalam membantu seseorang menghadapi prosedur medis dengan lebih tenang.

Model Prediksi untuk Mengidentifikasi Pasien Berisiko Tinggi

Berdasarkan hasil penelitian, para peneliti mengembangkan model prediksi untuk memperkirakan kemungkinan seseorang mengalami kecemasan tinggi saat pencabutan gigi.

Model tersebut menggunakan tiga faktor utama:

  • Jenis kelamin.

  • Pekerjaan.

  • Lokasi gigi yang akan dicabut.

Sebagai contoh, seorang perempuan yang tidak bekerja dan akan menjalani pencabutan gigi molar ketiga (gigi bungsu) rahang bawah diperkirakan memiliki peluang sekitar 72% untuk mengalami kecemasan yang signifikan.

Model ini berpotensi membantu dokter gigi mengidentifikasi pasien yang membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih intensif sebelum tindakan dilakukan.

Implikasi bagi Praktik Kedokteran Gigi

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan kecemasan seharusnya menjadi bagian penting dari perawatan pasien.

Memberikan penjelasan yang jelas mengenai prosedur, menjawab kekhawatiran pasien, serta memastikan kontrol nyeri yang baik dapat membantu mengurangi rasa takut sebelum tindakan.

Edukasi yang tepat juga dapat mengurangi berbagai kesalahpahaman yang sering berkembang di masyarakat mengenai pencabutan gigi.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan saat pencabutan gigi mencapai puncaknya pada saat penyuntikan anestesi lokal dan selama proses pencabutan berlangsung. Rasa takut terhadap nyeri menjadi penyebab utama kecemasan, bahkan lebih berpengaruh dibandingkan nyeri yang sebenarnya dialami pasien.

Perempuan, individu yang tidak bekerja, serta pasien yang menjalani pencabutan gigi rahang bawah merupakan kelompok yang paling berisiko mengalami kecemasan tinggi. Temuan ini memberikan dasar penting bagi tenaga kesehatan untuk mengembangkan strategi komunikasi, edukasi, dan pengendalian nyeri yang lebih efektif sehingga pengalaman pasien saat menjalani pencabutan gigi menjadi lebih nyaman dan positif.

Referensi

Zhang Z, Zhang Y, Liu H, He F, Li G, Li Y, Zhang S, Mo J, Zhou H, Li C, Xue Y. Patterns and predictors of tooth extraction-related anxiety at sequential perioperative stages. BMC Oral Health. 2025;25:1387. DOI: 10.1186/s12903-025-06734-4.


Carigi Indonesia June 4, 2026
Share this post
Tags
Archive
Efektivitas AirFloss vs Benang Gigi