Skip to Content

Peran Vitamin B12 Karies Gigi

June 3, 2026 by
Carigi Indonesia

Peran Vitamin B12 Karies Gigi

Peran Vitamin B12 Karies Gigi

Vitamin B12 Ternyata Berperan Penting dalam Mencegah Gigi Berlubang, Ini Temuan Peneliti

Studi terbaru menunjukkan kekurangan vitamin B12 dapat meningkatkan risiko karies gigi

Gigi berlubang atau karies gigi masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum di dunia. Penyakit ini tidak hanya menyebabkan rasa sakit dan kehilangan gigi, tetapi juga dapat berdampak pada kualitas hidup serta kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Selama ini, penyebab utama karies gigi sering dikaitkan dengan kebersihan mulut yang buruk, konsumsi gula berlebihan, dan kurangnya perawatan gigi. Namun, para peneliti kini semakin tertarik untuk memahami bagaimana faktor nutrisi, khususnya vitamin, dapat memengaruhi kesehatan gigi.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Oral Health and Preventive Dentistry menemukan bahwa vitamin B12 mungkin memiliki peran yang lebih besar daripada yang selama ini diperkirakan dalam membantu menurunkan risiko gigi berlubang.

Mengapa Vitamin Diteliti dalam Hubungannya dengan Karies Gigi?

Vitamin merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi biologis, mulai dari menjaga sistem kekebalan tubuh hingga memperbaiki jaringan yang rusak.

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kekurangan vitamin tertentu dapat berkaitan dengan masalah kesehatan mulut. Namun, sebagian besar penelitian hanya meneliti satu jenis vitamin secara terpisah. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari manusia mengonsumsi berbagai vitamin secara bersamaan yang dapat saling berinteraksi.

Karena itu, para peneliti ingin mengetahui bagaimana kombinasi beberapa vitamin bekerja dalam kaitannya dengan risiko karies gigi.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), yaitu survei kesehatan nasional yang mewakili populasi Amerika Serikat.

Sebanyak 5.145 peserta dianalisis dalam penelitian ini. Dari jumlah tersebut, 1.715 orang mengalami karies gigi, sedangkan 3.430 orang tidak mengalami karies.

Peneliti mengevaluasi asupan delapan jenis vitamin, yaitu:

  • Vitamin A

  • Vitamin B1

  • Vitamin B2

  • Vitamin B6

  • Vitamin B12

  • Vitamin C

  • Vitamin K

  • Vitamin E

Selain itu, berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kesehatan gigi juga diperhitungkan, seperti usia, indeks massa tubuh, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan riwayat diabetes.

Untuk memperkuat hasil penelitian, tim juga menggunakan metode Mendelian Randomization, yaitu pendekatan berbasis data genetik yang dapat membantu menilai apakah suatu hubungan kemungkinan bersifat sebab-akibat, bukan sekadar kebetulan atau dipengaruhi faktor lain.

Vitamin B12 Menjadi Faktor yang Paling Menonjol

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan asupan vitamin B12 yang lebih tinggi memiliki risiko karies gigi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi vitamin B12 dalam jumlah paling sedikit.

Bahkan setelah memperhitungkan berbagai faktor gaya hidup dan kondisi kesehatan lainnya, hubungan tersebut tetap terlihat signifikan.

Ketika seluruh vitamin dianalisis secara bersamaan, vitamin B12 muncul sebagai faktor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penurunan risiko karies gigi.

Para peneliti juga menemukan bahwa semakin tinggi kadar kombinasi berbagai vitamin dalam pola makan seseorang, semakin rendah pula risiko terjadinya gigi berlubang. Namun, di antara semua vitamin yang diteliti, vitamin B12 memberikan pengaruh yang paling kuat.

Peradangan Mungkin Menjadi Penghubungnya

Penelitian ini juga mencoba menjelaskan mengapa vitamin B12 dapat berhubungan dengan kesehatan gigi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa penanda peradangan dalam tubuh, seperti C-reactive protein (CRP), jumlah leukosit, neutrofil, dan limfosit, berperan sebagai mediator dalam hubungan antara vitamin B12 dan karies gigi.

Temuan ini mengindikasikan bahwa kekurangan vitamin B12 dapat memengaruhi proses peradangan yang pada akhirnya berkontribusi terhadap terjadinya kerusakan gigi.

Meski demikian, pengaruh peradangan yang ditemukan relatif kecil, sehingga kemungkinan masih ada mekanisme lain yang turut berperan.

Bukti Genetik Mendukung Hubungan Sebab-Akibat

Salah satu keunggulan penelitian ini adalah penggunaan analisis genetik untuk mengevaluasi hubungan antara vitamin dan karies gigi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa kekurangan vitamin B12 kemungkinan memiliki hubungan sebab-akibat dengan meningkatnya risiko karies gigi.

Sebaliknya, untuk vitamin lain yang diteliti, para peneliti tidak menemukan bukti genetik yang cukup kuat untuk menunjukkan adanya hubungan kausal dengan karies gigi.

Walaupun efek yang ditemukan tidak terlalu besar, hasil ini memberikan dukungan tambahan bahwa vitamin B12 memang memiliki peran biologis dalam menjaga kesehatan gigi.

Mengapa Vitamin B12 Penting?

Vitamin B12 merupakan nutrisi esensial yang terutama diperoleh dari makanan hewani seperti:

  • Daging

  • Ikan

  • Telur

  • Susu dan produk olahannya

Vitamin ini berperan dalam pembentukan sel darah merah, fungsi saraf, metabolisme tubuh, serta sistem kekebalan.

Kekurangan vitamin B12 diketahui dapat menyebabkan anemia megaloblastik dan berbagai kelainan pada rongga mulut, seperti radang lidah, sariawan berulang, hingga perubahan pada jaringan mukosa mulut.

Menurut peneliti, kondisi-kondisi tersebut dapat menciptakan lingkungan yang kurang sehat di rongga mulut sehingga meningkatkan kerentanan terhadap karies gigi.

Masih Ada Beberapa Keterbatasan

Walaupun hasil penelitian ini menarik, para peneliti mengingatkan bahwa beberapa keterbatasan perlu diperhatikan.

Data asupan vitamin diperoleh dari laporan konsumsi makanan peserta selama 24 jam terakhir, sehingga masih berpotensi mengalami kesalahan ingatan atau pelaporan.

Selain itu, sebagian besar data genetik yang digunakan berasal dari populasi keturunan Eropa dan Amerika Serikat. Oleh karena itu, hasil penelitian ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut pada populasi lain, termasuk masyarakat Asia.

Peneliti juga menekankan bahwa meskipun ditemukan hubungan kausal, besarnya pengaruh vitamin B12 terhadap risiko karies relatif kecil sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa suplementasi vitamin B12 saja cukup untuk mencegah gigi berlubang.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa asupan vitamin B12 yang lebih tinggi berkaitan dengan risiko karies gigi yang lebih rendah. Analisis genetik juga memberikan indikasi bahwa kekurangan vitamin B12 dapat berkontribusi secara langsung terhadap peningkatan risiko gigi berlubang.

Di antara delapan vitamin yang diteliti, vitamin B12 menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam hubungan tersebut.

Temuan ini membuka peluang baru dalam memahami peran nutrisi terhadap kesehatan gigi. Namun demikian, menjaga kebersihan gigi dan mulut, membatasi konsumsi gula, serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin tetap menjadi langkah utama dalam mencegah karies gigi.

Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan apakah peningkatan asupan atau suplementasi vitamin B12 dapat digunakan sebagai strategi tambahan dalam pencegahan karies gigi di masa mendatang.

Referensi

He Q, Xu H, Liu M, Yu Q, Lin M. Associations Between Single and Multiple Vitamins and the Risk of Dental Caries: Results from a Cross-Sectional Study and Mendelian Randomisation Analysis. Oral Health and Preventive Dentistry. 2025;23:827–844.

DOI: 10.3290/j.ohpd.c_2393


Carigi Indonesia June 3, 2026
Share this post
Tags
Archive
Analisis FEA Tegangan Kavitas Gigi