Skip to Content

Ketika Penyakit Gusi “Turun ke Anak”: Peran Kesehatan Gigi Orang Tua dalam Membentuk Mikrobioma Usus Anak

February 19, 2026 by
Carigi Indonesia

Penyakit Gusi

Ketika Penyakit Gusi “Turun ke Anak”: Peran Kesehatan Gigi Orang Tua dalam Membentuk Mikrobioma Usus Anak

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa periodontitis pada orang tua dapat memengaruhi bakteri usus dan penanda kesehatan sistemik anak

Selama ini, penyakit gusi berat atau periodontitis sering dianggap sebagai masalah lokal di rongga mulut. Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Periodontology menunjukkan bahwa dampaknya bisa jauh lebih luas—bahkan berpotensi memengaruhi kesehatan anak-anak penderita, sejak usia dini.

Studi ini menemukan bahwa orang tua dengan periodontitis tidak hanya memiliki ketidakseimbangan bakteri di mulut dan usus mereka sendiri, tetapi juga menunjukkan pola mikrobioma dan penanda sistemik serupa pada anak-anak mereka, meskipun sang anak belum mengalami penyakit gusi secara klinis

Mengapa Penyakit Gusi Dikaitkan dengan Usus?

Periodontitis adalah penyakit peradangan kronis yang disebabkan oleh ketidakseimbangan bakteri mulut dan respons imun yang berlebihan. Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan semakin tertarik pada konsep sumbu mulut–usus (oral–gut axis), yaitu hubungan biologis antara mikrobioma rongga mulut dan saluran pencernaan.

Bakteri dari mulut dapat berpindah ke usus melalui saliva yang tertelan setiap hari. Jika mikrobioma mulut terganggu, kondisi ini berpotensi memicu perubahan mikrobioma usus dan memengaruhi peradangan sistemik. Karena mikrobioma usus anak masih berkembang, para peneliti menduga bahwa pengaruh ini bisa terjadi sejak usia dini.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini melibatkan 80 partisipan dari 40 keluarga, yang dibagi ke dalam empat kelompok:

  • Orang tua dengan periodontitis

  • Orang tua sehat secara periodontal

  • Anak dari orang tua dengan periodontitis

  • Anak dari orang tua sehat

Para peneliti mengumpulkan sampel saliva, feses, urin, dan cairan sulkus gusi. Dengan teknologi analisis DNA bakteri, mereka memetakan mikrobioma mulut dan usus, sekaligus mengukur penanda peradangan dan permeabilitas usus (fungsi sawar usus).

Semua peserta dalam kondisi sistemik sehat, dan tidak satu pun anak menderita periodontitis, sehingga perubahan yang ditemukan mencerminkan tahap sangat awal.

Temuan Utama: Pola Keluarga yang Jelas

1. Mikrobioma Usus Anak Menyerupai Orang Tuanya

Orang tua dengan periodontitis memiliki komposisi bakteri usus yang berbeda dibandingkan kelompok sehat. Yang mengejutkan, anak-anak mereka menunjukkan pola mikrobioma usus yang mirip dengan orang tuanya, dan berbeda dari anak-anak keluarga sehat.

Salah satu indikator penting adalah meningkatnya rasio Firmicutes/Bacteroidetes, yang sering dikaitkan dengan kondisi peradangan. Perubahan ini bahkan lebih jelas terlihat pada anak-anak.

2. Tanda Awal Ketidakseimbangan Bakteri Mulut

Meskipun belum mengalami kerusakan jaringan gusi, anak dari orang tua dengan periodontitis sudah menunjukkan komposisi bakteri saliva yang lebih “patogen”, menyerupai profil orang dewasa dengan penyakit gusi.

Dengan kata lain, jejak mikrobiologis penyakit sudah muncul sebelum gejala klinis terlihat.

3. Perubahan Penanda Sistemik dan Sawar Usus

Baik orang tua dengan periodontitis maupun anak-anak mereka memiliki kadar claudin-2 yang lebih tinggi dalam urin—penanda meningkatnya permeabilitas usus. Sebaliknya, kadar lactoferrin saliva, protein penting dalam pertahanan imun, justru lebih rendah.

Perubahan ini berkorelasi erat dengan tingkat ketidakseimbangan bakteri mulut dan usus.

Mengapa Temuan Ini Penting?

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan periodontal orang tua berpotensi memengaruhi kesehatan biologis anak, bahkan sebelum penyakit muncul. Faktor lingkungan keluarga, kebiasaan hidup bersama, serta kemungkinan transmisi mikroba tampaknya memainkan peran besar.

Temuan ini memperkuat gagasan bahwa perawatan gigi dan gusi bukan hanya soal mencegah gigi tanggal, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang bagi keluarga.

Gambaran Besar: Mulut sebagai Pintu Gerbang Kesehatan

Penelitian ini menegaskan bahwa rongga mulut tidak berdiri sendiri. Ketidakseimbangan mikrobioma di mulut dapat berdampak pada usus, sistem imun, dan mungkin risiko penyakit sistemik di masa depan.

Walaupun penelitian lanjutan jangka panjang masih dibutuhkan, pesan utamanya jelas:

kesehatan gusi orang tua penting, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk generasi berikutnya.

Kesimpulan

Periodontitis pada orang tua berkaitan dengan perubahan mikrobioma mulut dan usus, serta penanda sistemik, baik pada orang tua maupun anak-anak mereka. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan kondisi periodontal sebagai faktor keluarga, sekaligus membuka peluang pendekatan pencegahan yang lebih dini dan menyeluruh.

Referensi Artikel Asli

Paz, H. E. S., Monteiro, M. F., Stolf, C. S., Araújo, C. F., Silbereisen, A., Santamaria, M. P., Bostanci, N., & Casarin, R. C. V. (2026).

Familial patterns of oral–gut dysbiosis and systemic markers in periodontitis. Journal of Clinical Periodontology, 53, 222–231.

DOI: https://doi.org/10.1111/jcpe.70047

Carigi Indonesia February 19, 2026
Share this post
Tags
Archive
Ketika Penyakit Sistemik Terlihat dari Mulut