
Peran Ibu Sangat Penting: Bagaimana Persepsi Orang Tua Mempengaruhi Kesehatan Gigi Anak di Qatar
Mendengar Suara Ibu tentang Kesehatan Gigi Anak Usia Dini
Gigi berlubang pada anak usia dini bukan sekadar masalah gigi. Kondisi ini dapat memengaruhi rasa nyaman anak, pola makan, hingga kualitas hidup mereka. Di Qatar, seperti di banyak negara lain, kasus early childhood caries (karies gigi pada anak usia prasekolah) masih sangat tinggi, meskipun layanan kesehatan tersedia secara luas.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana pandangan para ibu—sebagai pengasuh utama—terhadap kesehatan gigi anak mereka dan layanan kesehatan gigi yang tersedia?
Sebuah studi kualitatif yang diterbitkan di BMC Oral Health mencoba menjawab pertanyaan ini dengan mendengarkan langsung pengalaman para ibu anak prasekolah di Qatar.
Mengapa Fokus pada Ibu?
Pada usia prasekolah, anak sangat bergantung pada orang tua dalam menjaga kebersihan gigi, memilih makanan, serta mengakses layanan kesehatan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap orang tua berperan besar dalam menentukan kesehatan gigi anak.
Namun, sebagian besar studi sebelumnya menggunakan survei dan banyak dilakukan di negara Barat. Penelitian ini berbeda karena menggali pengalaman nyata para ibu dalam konteks sosial dan budaya Qatar melalui diskusi kelompok.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Peneliti melakukan diskusi kelompok terarah (focus group) dengan 12 ibu yang memiliki anak usia prasekolah di dua taman kanak-kanak di Doha. Diskusi dilakukan dalam bahasa Arab dan membahas beberapa topik utama, antara lain:
Pemahaman ibu tentang kesehatan gigi anak
Kebiasaan perawatan gigi di rumah
Pengalaman menggunakan layanan kesehatan gigi untuk anak
Hambatan dalam mengakses layanan
Saran untuk perbaikan sistem layanan
Hasil diskusi kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik, untuk menemukan pola dan tema utama dari pengalaman para ibu.
Apa Temuan Utamanya?
1. Pengetahuan Ibu Beragam
Sebagian besar ibu memahami bahwa mulut dan gigi yang sehat berarti bebas dari nyeri, gigi berlubang, dan infeksi. Mereka juga menyadari pentingnya gigi susu dan kaitannya dengan kesehatan gigi permanen di masa depan.
Namun, tingkat pengetahuan berbeda-beda. Beberapa ibu masih memiliki pemahaman yang kurang tepat, misalnya menganggap menyusui dalam waktu lama sebagai penyebab utama gigi berlubang, atau belum yakin kapan anak sebaiknya pertama kali dibawa ke dokter gigi.
2. Akses Layanan Kesehatan Gigi Masih Menjadi Masalah
Meskipun Qatar memiliki sistem kesehatan yang cukup baik, hampir semua ibu melaporkan pengalaman negatif terkait layanan kesehatan gigi anak. Keluhan yang paling sering muncul meliputi:
Waktu tunggu janji temu yang sangat lama
Sulitnya mendapatkan dokter gigi yang terlatih menangani anak kecil
Janji temu yang dibatalkan tanpa kejelasan tindak lanjut
Waktu pemeriksaan yang terlalu singkat
Akibatnya, banyak ibu terpaksa membawa anak mereka ke klinik swasta yang biayanya mahal dan membebani keuangan keluarga.
3. Ibu Siap Berperan Aktif
Hal yang menggembirakan, para ibu menunjukkan sikap yang sangat positif terhadap peran mereka dalam menjaga kesehatan gigi anak. Mereka menyebutkan pentingnya:
Membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat
Mengurangi makanan manis di rumah dan di sekolah
Mengawasi kebiasaan menyikat gigi anak
Selain itu, para ibu juga memberikan rekomendasi konkret, seperti:
Penambahan klinik gigi khusus anak
Sistem janji temu yang lebih tertata dan cepat
Pemeriksaan gigi rutin di sekolah atau saat kunjungan imunisasi
Penambahan jumlah dokter gigi yang terlatih menangani anak prasekolah