Skip to Content

Peran Ibu Sangat Penting: Bagaimana Persepsi Orang Tua Mempengaruhi Kesehatan Gigi Anak di Qatar

February 8, 2026 by
Carigi Indonesia

gigi anak

Peran Ibu Sangat Penting: Bagaimana Persepsi Orang Tua Mempengaruhi Kesehatan Gigi Anak di Qatar

Mendengar Suara Ibu tentang Kesehatan Gigi Anak Usia Dini

Gigi berlubang pada anak usia dini bukan sekadar masalah gigi. Kondisi ini dapat memengaruhi rasa nyaman anak, pola makan, hingga kualitas hidup mereka. Di Qatar, seperti di banyak negara lain, kasus early childhood caries (karies gigi pada anak usia prasekolah) masih sangat tinggi, meskipun layanan kesehatan tersedia secara luas.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana pandangan para ibu—sebagai pengasuh utama—terhadap kesehatan gigi anak mereka dan layanan kesehatan gigi yang tersedia?

Sebuah studi kualitatif yang diterbitkan di BMC Oral Health mencoba menjawab pertanyaan ini dengan mendengarkan langsung pengalaman para ibu anak prasekolah di Qatar.

Mengapa Fokus pada Ibu?

Pada usia prasekolah, anak sangat bergantung pada orang tua dalam menjaga kebersihan gigi, memilih makanan, serta mengakses layanan kesehatan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap orang tua berperan besar dalam menentukan kesehatan gigi anak.

Namun, sebagian besar studi sebelumnya menggunakan survei dan banyak dilakukan di negara Barat. Penelitian ini berbeda karena menggali pengalaman nyata para ibu dalam konteks sosial dan budaya Qatar melalui diskusi kelompok.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Peneliti melakukan diskusi kelompok terarah (focus group) dengan 12 ibu yang memiliki anak usia prasekolah di dua taman kanak-kanak di Doha. Diskusi dilakukan dalam bahasa Arab dan membahas beberapa topik utama, antara lain:

  • Pemahaman ibu tentang kesehatan gigi anak

  • Kebiasaan perawatan gigi di rumah

  • Pengalaman menggunakan layanan kesehatan gigi untuk anak

  • Hambatan dalam mengakses layanan

  • Saran untuk perbaikan sistem layanan

Hasil diskusi kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik, untuk menemukan pola dan tema utama dari pengalaman para ibu.

Apa Temuan Utamanya?

1. Pengetahuan Ibu Beragam

Sebagian besar ibu memahami bahwa mulut dan gigi yang sehat berarti bebas dari nyeri, gigi berlubang, dan infeksi. Mereka juga menyadari pentingnya gigi susu dan kaitannya dengan kesehatan gigi permanen di masa depan.

Namun, tingkat pengetahuan berbeda-beda. Beberapa ibu masih memiliki pemahaman yang kurang tepat, misalnya menganggap menyusui dalam waktu lama sebagai penyebab utama gigi berlubang, atau belum yakin kapan anak sebaiknya pertama kali dibawa ke dokter gigi.

2. Akses Layanan Kesehatan Gigi Masih Menjadi Masalah

Meskipun Qatar memiliki sistem kesehatan yang cukup baik, hampir semua ibu melaporkan pengalaman negatif terkait layanan kesehatan gigi anak. Keluhan yang paling sering muncul meliputi:

  • Waktu tunggu janji temu yang sangat lama

  • Sulitnya mendapatkan dokter gigi yang terlatih menangani anak kecil

  • Janji temu yang dibatalkan tanpa kejelasan tindak lanjut

  • Waktu pemeriksaan yang terlalu singkat

Akibatnya, banyak ibu terpaksa membawa anak mereka ke klinik swasta yang biayanya mahal dan membebani keuangan keluarga.

3. Ibu Siap Berperan Aktif

Hal yang menggembirakan, para ibu menunjukkan sikap yang sangat positif terhadap peran mereka dalam menjaga kesehatan gigi anak. Mereka menyebutkan pentingnya:

  • Membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat

  • Mengurangi makanan manis di rumah dan di sekolah

  • Mengawasi kebiasaan menyikat gigi anak

Selain itu, para ibu juga memberikan rekomendasi konkret, seperti:

  • Penambahan klinik gigi khusus anak

  • Sistem janji temu yang lebih tertata dan cepat

  • Pemeriksaan gigi rutin di sekolah atau saat kunjungan imunisasi

  • Penambahan jumlah dokter gigi yang terlatih menangani anak prasekolah

Mengapa Temuan Ini Penting?

Studi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ketersediaan layanan dan pengalaman nyata keluarga. Para ibu sebenarnya peduli dan memiliki motivasi tinggi untuk menjaga kesehatan gigi anak, tetapi sering terhambat oleh sistem layanan yang belum optimal.

Dengan melibatkan ibu sebagai mitra aktif, program promosi kesehatan gigi anak berpotensi menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

Kesimpulan

Para ibu di Qatar memiliki sikap positif terhadap kesehatan gigi anak dan menyadari pentingnya sistem layanan kesehatan gigi yang baik. Namun, mereka juga menghadapi berbagai hambatan dalam mengakses layanan tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa perbaikan sistem layanan dan pendekatan yang berpusat pada keluarga sangat dibutuhkan untuk menurunkan angka gigi berlubang pada anak usia dini.

Referensi Artikel Asli

Alkhtib, A. O., Gasim, H. M., Ali, K., Abidia, R. F. A., & Anweigi, L. (2025).

Perceptions of mothers of preschool children towards oral health services: A qualitative study.

BMC Oral Health, 25(324).

DOI: 10.1186/s12903-025-05682-3

Carigi Indonesia February 8, 2026
Share this post
Tags
Archive
Kadar Zat Besi dalam Air Liur dan Risiko Infeksi Jamur Mulut