Skip to Content

Penyebab Karies Gigi Susu Anak & Solusi

April 7, 2026 by
Carigi Indonesia

Penyebab Karies Gigi Susu Anak & Solusi

Penyebab Karies Gigi Susu Anak & Solusi

Mengapa Gigi Susu Anak Mudah Berlubang? Ini Faktor yang Sering Tidak Disadari Orang Tua

Karies Gigi Anak Masih Jadi Masalah Besar

Karies gigi pada anak usia dini masih menjadi masalah kesehatan global yang serius. Diperkirakan lebih dari 560 juta anak di dunia mengalami kondisi ini.

Padahal, gigi susu memiliki peran penting:

  • Membantu proses makan dan bicara

  • Menjaga ruang untuk gigi permanen

  • Mendukung perkembangan wajah anak

Jika tidak dirawat, karies bisa menyebabkan nyeri, gangguan makan, hingga masalah pertumbuhan dan kualitas hidup anak.

Apa yang Diteliti?

Penelitian ini melibatkan 1892 anak usia 5–6 tahun di Polandia melalui pemeriksaan gigi langsung dan kuesioner kepada orang tua.

Peneliti menganalisis:

  • Kondisi gigi anak (indeks karies)

  • Kebiasaan menyikat gigi

  • Pola makan

  • Frekuensi kunjungan ke dokter gigi

  • Faktor sosial ekonomi dan pengetahuan orang tua

Tujuannya: mengetahui faktor apa saja yang paling berpengaruh terhadap terjadinya karies pada anak.

Hasil Utama: Karies Sangat Tinggi

Hasilnya cukup mengejutkan:

  • 79,3% anak mengalami karies

  • Rata-rata tingkat kerusakan gigi tergolong tinggi

Artinya, sebagian besar anak usia prasekolah sudah memiliki masalah gigi sejak dini.

Faktor Utama Penyebab Karies

1. Peran Orang Tua Sangat Menentukan

Penelitian menemukan bahwa:

  • Pendidikan ibu

  • Pengetahuan tentang kesehatan gigi

  • Sikap terhadap perawatan gigi

berkaitan langsung dengan kondisi gigi anak.

Semakin tinggi pengetahuan orang tua, semakin rendah risiko karies pada anak.

2. Kebiasaan Menyikat Gigi yang Tidak Optimal

Anak yang:

  • Menyikat gigi 2 kali sehari

  • Dibantu atau diawasi orang tua

memiliki risiko karies yang jauh lebih rendah.

Namun faktanya:

  • Hanya sekitar 67% anak yang menyikat gigi 2x sehari

  • Banyak anak belum mendapat pendampingan dari orang tua

3. Konsumsi Gula dan Makanan Olahan

Pola makan menjadi faktor penting, terutama:

  • Makanan manis (permen, kue, minuman manis)

  • Jus buah (yang sering dianggap sehat)

  • Makanan tinggi pati (seperti keripik)

Temuan penting:

  • Minuman manis bisa meningkatkan risiko karies hingga 3 kali lipat

  • Jus buah meningkatkan risiko sekitar 1,5 kali

Bahkan, makanan berpati juga terbukti berkontribusi terhadap karies—hal yang sering tidak disadari orang tua.

4. Jarang ke Dokter Gigi

Anak yang:

  • Menunda kunjungan ke dokter gigi

  • Datang hanya saat sudah sakit

memiliki tingkat karies lebih tinggi.

Sebaliknya, kunjungan rutin terbukti:

  • Membantu pencegahan

  • Meningkatkan perawatan gigi yang tepat

Fakta Menarik: Pengetahuan Tidak Selalu Berarti Perilaku

Meskipun:

  • Hampir semua orang tua tahu gula menyebabkan karies

Namun:

  • Tidak semua membatasi konsumsi gula anak

  • Banyak anak tetap mengonsumsi gula berlebih

Ini menunjukkan bahwa pengetahuan saja tidak cukup, perlu konsistensi dalam penerapan kebiasaan sehat.

Implikasi: Pencegahan Harus Dimulai Sejak Dini

Penelitian ini menegaskan bahwa:

masa awal kehidupan anak adalah periode penting untuk membentuk kebiasaan kesehatan jangka panjang.

Langkah penting yang direkomendasikan:

  • Menyikat gigi 2x sehari dengan pasta berfluoride

  • Pendampingan orang tua saat menyikat gigi

  • Membatasi konsumsi gula dan makanan olahan

  • Rutin kontrol ke dokter gigi

Edukasi orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah karies sejak dini.

Kesimpulan

Karies pada anak usia 5–6 tahun masih sangat tinggi dan dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama:

  • Kebiasaan sehari-hari

  • Pola makan

  • Peran dan pengetahuan orang tua

Dengan intervensi yang tepat sejak dini, risiko karies bisa ditekan dan kesehatan gigi anak dapat terjaga hingga dewasa.

Referensi

Olczak-Kowalczyk D, Studnicki M, Turska-Szybka A.

Factors Associated With Dental Caries in Primary Teeth of 5- and 6-Year-Old Polish Children.

International Journal of Paediatric Dentistry. 2025;35:1003–1011.

DOI: https://doi.org/10.1111/ipd.13316

Carigi Indonesia April 7, 2026
Share this post
Tags
Archive
Edukasi Gigi Bungsu & Mahasiswa