
Ketika Penyakit Darah Mempengaruhi Mulut
Apa yang diungkap tinjauan sistematis tentang sickle cell disease dan kesehatan gigi–mulut
Sickle cell disease (SCD) atau penyakit sel sabit dikenal luas sebagai kelainan darah genetik yang menyebabkan anemia kronis, nyeri berulang, serta berbagai komplikasi serius pada organ tubuh. Namun, dampaknya terhadap kesehatan gigi dan mulut masih jarang dibahas. Sebuah artikel tinjauan sistematis terbaru mencoba menjawab pertanyaan penting ini: apakah sickle cell disease benar-benar berkaitan dengan masalah gigi dan gusi?
Artikel ini merangkum hasil penelitian selama lebih dari 20 tahun untuk memberikan gambaran yang lebih utuh dan seimbang.
Mengapa Kesehatan Mulut Penting pada Penderita Sickle Cell Disease?
Pada sickle cell disease, sel darah merah berubah bentuk menjadi kaku dan menyerupai sabit ketika kadar oksigen rendah. Sel-sel ini mudah menyumbat pembuluh darah kecil, sehingga aliran darah dan suplai oksigen ke jaringan terganggu.
Di rongga mulut, kondisi ini berpotensi menyebabkan:
peradangan jaringan gusi,
kerentanan terhadap infeksi,
gangguan pertumbuhan dan perkembangan gigi,
hingga kematian jaringan pulpa gigi tanpa adanya gigi berlubang.
Masalah gigi dan gusi juga dapat menjadi sumber infeksi yang memicu krisis nyeri pada penderita sickle cell disease. Karena itu, kesehatan mulut memiliki peran penting dalam kualitas hidup dan keselamatan pasien.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Peneliti melakukan tinjauan sistematis dengan mengikuti pedoman internasional PRISMA. Pencarian dilakukan di basis data ilmiah besar seperti PubMed, Embase, dan African Index Medicus untuk artikel yang terbit antara tahun 2000–2022.
Dari hampir 1.000 artikel, sebanyak 26 penelitian memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut, terdiri dari:
studi kasus-kontrol,
studi kohort,
studi potong lintang,
serta laporan kasus.
Fokus utama penelitian adalah manifestasi oral sickle cell disease, terutama yang berkaitan dengan karies gigi, kesehatan periodontal, dan jaringan pulpa gigi.
Temuan Utama: Apa yang Terjadi di Rongga Mulut?
1. Masalah Periodontal Paling Sering Dilaporkan
Sebagian besar penelitian melaporkan adanya peradangan gusi dan jaringan periodontal pada pasien sickle cell disease. Beberapa studi menunjukkan hubungan antara penyakit ini dengan gingivitis atau periodontitis.
Namun, hasilnya tidak selalu konsisten. Setiap penelitian menggunakan metode dan indikator periodontal yang berbeda, sehingga sulit menarik kesimpulan yang benar-benar pasti.
2. Karies Gigi: Cenderung Lebih Banyak, Tapi Tidak Selalu
Banyak studi menemukan jumlah gigi berlubang yang lebih tinggi pada penderita sickle cell disease, terutama pada pasien dengan riwayat krisis nyeri dan rawat inap berulang.
Meski demikian, beberapa penelitian lain—termasuk meta-analisis—menunjukkan bahwa tingkat keparahan karies secara keseluruhan tidak berbeda signifikan dibandingkan individu tanpa sickle cell disease.
3. Kematian Pulpa pada Gigi yang Tampak Sehat
Salah satu temuan yang relatif konsisten adalah nekrosis pulpa pada gigi yang tidak berlubang dan tidak mengalami trauma. Kondisi ini diduga akibat penyumbatan pembuluh darah kecil di jaringan pulpa selama krisis vaso-oklusif, sehingga jaringan gigi mati tanpa tanda kerusakan dari luar.
4. Keterlambatan Erupsi dan Kelainan Enamel
Pada anak-anak dengan sickle cell disease, beberapa studi melaporkan:
keterlambatan pertumbuhan dan erupsi gigi,
kelainan enamel seperti opasitas difus.
Kelainan ini kemungkinan berkaitan dengan gangguan pertumbuhan umum, kondisi medis kronis, serta faktor nutrisi.
Mengapa Kesimpulannya Harus Hati-Hati?
Meskipun banyak manifestasi oral dilaporkan, penulis menegaskan bahwa bukti ilmiah saat ini belum cukup kuat untuk memastikan hubungan langsung antara sickle cell disease dan gangguan gigi atau periodontal tertentu.
Hal ini disebabkan oleh:
perbedaan desain penelitian,
variasi metode diagnosis sickle cell disease,
serta ketidaksamaan indikator kesehatan mulut yang digunakan.
Akibatnya, hasil penelitian—terutama terkait penyakit periodontal—perlu ditafsirkan secara hati-hati.
Implikasi bagi Pasien dan Tenaga Kesehatan
Tinjauan ini menegaskan pentingnya:
perhatian khusus pada kesehatan gigi dan mulut penderita sickle cell disease,
perawatan gigi preventif sebagai bagian dari manajemen jangka panjang,
kolaborasi antara dokter dan dokter gigi dalam perawatan pasien.