Penyakit Celiac & Manifestasi Mulut

Bisakah Masalah di Mulut Menjadi Tanda Awal Penyakit Celiac?
Penelitian Baru Menyoroti Hubungan Antara Penyakit Celiac dan Kesehatan Rongga Mulut
Penyakit celiac selama ini lebih dikenal sebagai gangguan pencernaan akibat intoleransi terhadap gluten. Kebanyakan orang mengaitkannya dengan gejala seperti diare, nyeri perut, atau gangguan penyerapan nutrisi. Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa penyakit ini juga dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh lain, termasuk rongga mulut.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam BMC Oral Health meneliti kondisi rongga mulut pasien penyakit celiac serta kemungkinan adanya penanda imunologis tertentu pada jaringan mukosa mulut mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kelainan di rongga mulut mungkin muncul lebih sering pada pasien celiac, bahkan ketika gejala pencernaan tidak terlalu jelas terlihat.
Penyakit Celiac Tidak Hanya Menyerang Sistem Pencernaan
Penyakit celiac merupakan penyakit autoimun seumur hidup yang terjadi pada individu dengan predisposisi genetik yang tidak dapat mentoleransi gluten, yaitu protein yang terdapat pada gandum, barley, rye, dan oat. Saat gluten dikonsumsi, sistem imun tubuh bereaksi secara abnormal dan menyebabkan peradangan pada usus halus.
Kerusakan pada vili usus menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi, sehingga pasien tidak hanya mengalami masalah pencernaan, tetapi juga berbagai gangguan sistemik seperti anemia, osteoporosis, gangguan tiroid, gangguan neurologis, hingga kelainan kulit.
Peneliti menduga bahwa kekurangan nutrisi dan gangguan sistem imun pada penyakit celiac juga dapat memicu berbagai masalah di rongga mulut, termasuk sariawan berulang, mulut kering, perubahan pada lidah, hingga infeksi jamur oportunistik.
Apa yang Diteliti?
Penelitian ini melibatkan 30 pasien penyakit celiac berusia 16–65 tahun. Seluruh peserta menjalani pemeriksaan rongga mulut secara menyeluruh, termasuk evaluasi lesi mulut dan pemeriksaan infeksi jamur. Selain itu, 10 pasien menjalani biopsi mukosa mulut untuk pemeriksaan direct immunofluorescence.
Peneliti ingin mengevaluasi:
Keluhan rongga mulut yang paling sering dialami pasien celiac
Jenis kelainan mukosa mulut yang muncul
Frekuensi kandidiasis oral
Ada tidaknya deposit imunoglobulin seperti IgA, IgG, IgM, dan C3 pada jaringan mukosa mulut
Pemeriksaan imunologis ini dilakukan karena deposit imun tertentu sering ditemukan pada beberapa penyakit autoimun dan dermatologis lainnya.
Nyeri Mulut dan Mulut Kering Menjadi Keluhan Utama
Lebih dari tiga perempat peserta penelitian melaporkan keluhan pada rongga mulut. Keluhan yang paling sering ditemukan meliputi:
Nyeri akibat ulkus atau erosi mulut
Mulut kering (xerostomia)
Gusi berdarah dan nyeri
Sensasi terbakar pada mulut
Gangguan pengecapan
Banyak pasien mengalami lebih dari satu keluhan secara bersamaan. Sebagian pasien merasakan sensasi terbakar kronis pada lidah, sementara lainnya merasakan keluhan yang dipicu oleh makanan tertentu.
Peneliti menekankan bahwa gejala-gejala ini sering kali dianggap sepele dalam pemeriksaan medis rutin, padahal bisa menjadi tanda awal penyakit sistemik yang sedang berkembang.
Berbagai Kelainan Mukosa Mulut Ditemukan pada Pasien Celiac
Pemeriksaan klinis menunjukkan bahwa hampir seluruh pasien memiliki perubahan pada mukosa rongga mulut. Temuan yang paling sering meliputi:
Lidah berlapis putih (white-coated tongue)
Linea alba akibat iritasi mekanis
Atrophic glossitis atau lidah tampak licin dan kemerahan
Pembengkakan mukosa pipi dengan permukaan menyerupai batu kerikil
Recurrent aphthous stomatitis (sariawan berulang)
Angular cheilitis di sudut bibir