Penyakit Autoimun & Risiko Gigi Berlubang

Ketika Sendi Menyerang: Bagaimana Penyakit Autoimun Diam-Diam Merusak Gigi Anda
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pasien dengan lupus dan rheumatoid arthritis memiliki jumlah bakteri dan jamur penyebab karies yang jauh lebih tinggi di dalam mulut mereka. Selain itu, tingkat keparahan lupus secara langsung memengaruhi seberapa berbahaya mikroorganisme tersebut.
Dampak Tersembunyi Penyakit Autoimun pada Rongga Mulut
Jutaan orang di seluruh dunia hidup dengan:
Systemic lupus erythematosus (SLE)
Rheumatoid arthritis (RA)
Keduanya merupakan penyakit autoimun di mana sistem imun menyerang jaringan tubuh sendiri. Selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada sendi, ginjal, dan sistem kardiovaskular, namun ada area lain yang sering terabaikan: rongga mulut.
Pasien dengan SLE dan RA sering mengalami:
Mulut kering
Produksi saliva menurun
Kesulitan menjaga kebersihan mulut
Risiko karies yang lebih tinggi
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan pada 91 partisipan:
31 pasien RA
30 pasien lupus
30 individu sehat (kontrol)
Pemeriksaan menggunakan:
DMFT index (Decayed, Missing, Filled Teeth)
ICDAS (deteksi dini karies)
Sampel plak supragingiva diambil dan dianalisis untuk tiga mikroorganisme utama:
Streptococcus mutans → bakteri utama penyebab karies
Lactobacillus spp. → bakteri yang mempercepat kerusakan email
Candida albicans → jamur oportunistik
Tingkat keparahan penyakit diukur dengan:
DAS-28 untuk RA
SLEDAI-2K untuk lupus
Hasil Penelitian
1. Karies Lebih Tinggi pada Pasien Autoimun
Skor DMFT dan ICDAS jauh lebih tinggi pada pasien lupus dan RA dibandingkan kontrol
Artinya: lebih banyak karies dan kerusakan gigi yang lebih parah
2. Mikroorganisme Penyebab Karies Meningkat
Streptococcus mutans lebih tinggi pada lupus dan RA
RA memiliki jumlah lebih tinggi dibanding lupus
Candida albicans meningkat signifikan pada kedua kelompok penyakit
Jamur ini sangat berbahaya karena berkembang pada kondisi imun lemah.
3. Temuan Unik pada Lactobacillus
Justru lebih tinggi pada kelompok kontrol dan RA dibanding lupus
Kemungkinan disebabkan oleh perubahan ekosistem mikrobioma pada lupus
4. Keparahan Lupus Berhubungan Langsung dengan Mikroba
Korelasi kuat antara aktivitas lupus dan Candida albicans
Korelasi sedang dengan Lactobacillus
👉 Artinya: semakin parah lupus, semakin banyak mikroorganisme berbahaya di mulut.
Sebaliknya, pada RA tidak ditemukan hubungan signifikan antara keparahan penyakit dan kondisi rongga mulut.
Mengapa Hal Ini Terjadi?
Beberapa faktor penyebab:
Disfungsi kelenjar saliva
Penurunan aliran saliva
Peningkatan keasaman saliva
Perubahan mikrobioma mulut
Kesulitan menjaga kebersihan (karena nyeri sendi)
Peran saliva sangat penting:
Menetralisir asam
Membersihkan sisa makanan
Mengandung zat antimikroba
Jika saliva berkurang → pertahanan alami mulut melemah.
Pengaruh Obat
Pasien sering menggunakan obat imunosupresif seperti:
Kortikosteroid
Hydroxychloroquine
Methotrexate
Efeknya:
Menurunkan sistem imun
Mempermudah infeksi
Meningkatkan pertumbuhan Candida albicans
Keterbatasan Penelitian
Jumlah sampel relatif kecil
Desain cross-sectional (tidak melihat hubungan jangka panjang)
Faktor gaya hidup dan diet belum sepenuhnya dikontrol
Implikasi Klinis
Untuk pasien:
Perlu menjaga kebersihan mulut lebih ketat
Pemeriksaan gigi rutin sangat penting
Untuk dokter:
Perawatan harus mencakup kesehatan mulut
Untuk dokter gigi:
Perlu skrining mikroorganisme, terutama Candida albicans