Skip to Content

Pasta Gigi Pemutih Noda Rokok Tambalan

July 8, 2026 by
Carigi Indonesia

Pasta Gigi Pemutih Noda Rokok pada Tambalan 

Pasta Gigi Pemutih Noda Rokok pada Tambalan

Rokok Bisa Membuat Tambalan Gigi Berubah Warna, Apakah Pasta Gigi Pemutih Bisa Mengatasinya?

Penelitian Baru Ungkap Efektivitas Pasta Gigi Pemutih pada Tambalan Gigi yang Menguning Akibat Asap Rokok

Merokok telah lama diketahui menyebabkan noda pada gigi alami. Namun, bagaimana pengaruhnya terhadap tambalan gigi berwarna putih? Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan di BMC Oral Health mengungkap bahwa asap rokok juga dapat menyebabkan perubahan warna yang signifikan pada berbagai bahan tambalan gigi, bahkan beberapa di antaranya sulit dikembalikan ke warna semula meskipun menggunakan pasta gigi pemutih.

Mengapa Warna Tambalan Gigi Bisa Berubah?

Saat ini, bahan tambalan gigi berbasis resin (composite resin) dan material hasil pencetakan tiga dimensi (3D printing) semakin banyak digunakan karena tampilannya menyerupai warna gigi alami. Namun, salah satu tantangan utama dari bahan-bahan ini adalah kestabilan warnanya.

Asap rokok mengandung berbagai zat, seperti tar, nikotin, dan senyawa pigmen lainnya yang dapat menempel pada permukaan gigi dan bahan restorasi. Paparan dalam jangka waktu tertentu dapat membuat tambalan menjadi kuning, kecokelatan, atau tampak lebih gelap.

Bagi banyak pasien, perubahan warna ini bukan hanya masalah estetika, tetapi juga dapat memengaruhi kepuasan terhadap hasil perawatan gigi.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Tim peneliti dari Turki melakukan penelitian laboratorium (in vitro) untuk membandingkan efek asap rokok pada tiga jenis bahan restorasi gigi, yaitu:

  1. Resin komposit mikro-hibrid (micro-hybrid composite).

  2. Resin komposit nano-keramik (nano-ceramic composite).

  3. Material resin berbasis keramik hasil cetak 3D (3D-printed ceramic-based resin).

Sebanyak 72 sampel dibuat dan diukur warnanya sebelum perlakuan. Selanjutnya, seluruh sampel dipaparkan pada asap rokok menggunakan alat khusus yang mensimulasikan kebiasaan merokok.

Setelah terjadi perubahan warna, sampel kemudian disikat menggunakan tiga perlakuan berbeda:

  • Pasta gigi pemutih yang mengandung hidrogen peroksida.

  • Pasta gigi pemutih yang mengandung arang aktif (activated charcoal).

  • Air suling sebagai kelompok kontrol.

Perubahan warna diukur menggunakan alat spektrofotometer untuk mengetahui seberapa besar noda yang terbentuk dan seberapa efektif proses pemutihan.

Hasilnya: Semua Bahan Mengalami Perubahan Warna

Penelitian menunjukkan bahwa seluruh jenis bahan restorasi mengalami perubahan warna yang bermakna setelah terpapar asap rokok.

Material yang paling mudah berubah warna adalah resin berbasis keramik hasil cetak 3D. Sebaliknya, resin komposit nano-keramik menunjukkan ketahanan warna yang paling baik.

Temuan ini menunjukkan bahwa jenis bahan restorasi memiliki pengaruh besar terhadap risiko perubahan warna pada pasien yang merokok.

Apakah Pasta Gigi Pemutih Efektif?

Kabar baiknya, kedua jenis pasta gigi pemutih mampu mengurangi noda pada resin komposit konvensional.

Pasta gigi yang mengandung hidrogen peroksida menunjukkan hasil yang sedikit lebih baik dibandingkan pasta gigi berbahan arang aktif. Kandungan hidrogen peroksida bekerja melalui proses oksidasi yang membantu memecah pigmen penyebab noda.

Sementara itu, pasta gigi berbahan arang aktif bekerja terutama melalui mekanisme abrasif dan penyerapan pigmen pada permukaan.

Namun, pada material resin cetak 3D, kedua jenis pasta gigi tersebut tidak menunjukkan perbaikan warna yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa noda akibat asap rokok kemungkinan tidak hanya berada di permukaan, tetapi telah menembus lebih dalam ke dalam struktur material.

Warna Tidak Kembali Seperti Semula

Meskipun terjadi perbaikan setelah penyikatan, tidak ada satu pun bahan restorasi yang kembali ke warna awalnya.

Artinya, pasta gigi pemutih hanya membantu mengurangi noda di permukaan, tetapi tidak mampu sepenuhnya menghilangkan perubahan warna yang telah terjadi akibat paparan asap rokok.

Temuan ini menegaskan bahwa pencegahan tetap menjadi strategi terbaik.

Apa Maknanya bagi Pasien dan Dokter Gigi?

Penelitian ini memberikan beberapa pesan penting:

  • Pasien perokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami perubahan warna pada tambalan gigi.

  • Pemilihan bahan restorasi perlu dipertimbangkan dengan cermat, terutama pada pasien yang merokok atau sering mengonsumsi zat yang dapat menyebabkan pewarnaan.

  • Pasta gigi pemutih dapat membantu mengurangi noda, tetapi tidak dapat mengembalikan warna tambalan secara sempurna.

  • Menjaga kebersihan mulut dan mengurangi paparan asap rokok merupakan langkah terbaik untuk mempertahankan estetika restorasi gigi dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Asap rokok terbukti menyebabkan perubahan warna yang signifikan pada berbagai bahan tambalan gigi, terutama pada material resin berbasis keramik hasil cetak 3D. Pasta gigi pemutih yang mengandung hidrogen peroksida maupun arang aktif dapat membantu mengurangi noda pada beberapa jenis bahan restorasi, tetapi tidak mampu menghilangkan perubahan warna secara menyeluruh.

Bagi perokok, menjaga kesehatan mulut dan mempertimbangkan pilihan bahan restorasi yang lebih tahan terhadap pewarnaan menjadi langkah penting untuk mempertahankan senyum yang sehat dan estetis.

Referensi Artikel Asli

Çelik N, Çadırcı M, Kiki A, Genç YS, Erdem R. Effect of whitening toothpastes on cigarette smoke staining of Resin-Based and 3D-Printed restorative materials. BMC Oral Health. 2025;25:1892.

DOI: 10.1186/s12903-025-07425-w

Link DOI: https://doi.org/10.1186/s12903-025-07425-w

Carigi Indonesia July 8, 2026
Share this post
Tags
Archive
Melatonin Cegah Osteonekrosis Rahang MRONJ