Skip to Content

Pasta Gigi Enzim Kurangi Radang Gusi

July 6, 2026 by
Carigi Indonesia

Pasta Gigi Enzim Kurangi Radang Gusi

Pasta Gigi Enzim Kurangi Radang Gusi

Pasta Gigi dengan Enzim dan Protein Alami, Benarkah Bisa Mengurangi Radang Gusi?

Penelitian Baru Menunjukkan Perbaikan Kesehatan Gusi Hingga Enam Bulan Pemakaian

Radang gusi atau gingivitis masih menjadi salah satu masalah kesehatan mulut yang paling sering ditemukan di seluruh dunia. Kondisi ini ditandai dengan gusi yang tampak merah, bengkak, dan mudah berdarah saat menyikat gigi atau menggunakan benang gigi.

Penyebab utama gingivitis adalah penumpukan plak, yaitu lapisan tipis berisi bakteri yang menempel pada permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan dengan baik, plak dapat memicu peradangan pada gusi dan bahkan berkembang menjadi periodontitis, penyakit yang merusak jaringan penyangga gigi dan berisiko menyebabkan kehilangan gigi.

Karena itu, para peneliti terus mencari cara yang lebih efektif untuk mengendalikan plak dan menjaga kesehatan gusi. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah pasta gigi yang mengandung kombinasi enzim dan protein alami.

Apa yang Istimewa dari Pasta Gigi Ini?

Berbeda dengan pasta gigi biasa yang terutama berfungsi membersihkan gigi dan memberikan perlindungan fluorida, pasta gigi yang diteliti dalam studi ini mengandung beberapa bahan aktif tambahan, yaitu:

  • Enzim: amyloglucosidase, glucose oxidase, dan lactoperoxidase.

  • Protein alami: lactoferrin, lisozim (lysozyme), dan kolostrum yang mengandung imunoglobulin (IgG).

Bahan-bahan tersebut dirancang untuk meniru sistem pertahanan alami air liur.

Enzim-enzim tersebut membantu menghasilkan senyawa antimikroba seperti hidrogen peroksida dan hipotiocianit, yang diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab penyakit gusi. Sementara itu, protein-protein alami membantu meningkatkan pertahanan rongga mulut terhadap infeksi dan mengganggu pertumbuhan bakteri patogen.

Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan?

Penelitian dilakukan di sebuah rumah sakit pendidikan kedokteran gigi di Xi'an, Tiongkok, dan melibatkan 251 orang dewasa berusia 18–70 tahun yang mengalami masalah gusi ringan hingga sedang.

Peserta dibagi secara acak ke dalam dua kelompok:

  1. Kelompok uji, menggunakan pasta gigi yang mengandung enzim dan protein alami.

  2. Kelompok kontrol, menggunakan pasta gigi fluorida biasa tanpa bahan antimikroba tambahan.

Seluruh peserta diminta menyikat gigi dua kali sehari selama 26 minggu (enam bulan) menggunakan sikat gigi yang sama.

Peneliti kemudian menilai:

  • Tingkat peradangan gusi menggunakan Gingival Index (GI).

  • Jumlah plak menggunakan Modified Quigley and Hein Plaque Index (MQHPI).

Pemeriksaan dilakukan pada awal penelitian, kemudian setelah 4 minggu, 13 minggu, dan 26 minggu penggunaan.

Hasilnya: Gusi Lebih Sehat dan Plak Berkurang Signifikan

Kedua kelompok memang menunjukkan perbaikan kesehatan gusi seiring waktu. Namun, kelompok yang menggunakan pasta gigi dengan enzim dan protein alami menunjukkan hasil yang jauh lebih baik.

Perbedaan ini sudah terlihat sejak minggu keempat dan terus meningkat hingga akhir penelitian pada minggu ke-26.

Peneliti juga mengevaluasi jumlah area gusi yang tidak mengalami perdarahan. Hasilnya cukup mencolok:

  • Pada awal penelitian, hanya sekitar 35,7% area gusi pada kelompok uji yang tidak mengalami perdarahan.

  • Setelah enam bulan penggunaan, angka tersebut meningkat menjadi 93,8%.

Sebagai perbandingan, kelompok kontrol hanya mencapai sekitar 45,3% area gusi tanpa perdarahan setelah enam bulan.

Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan pasta gigi dengan enzim dan protein alami mampu memberikan perbaikan kesehatan gusi yang jauh lebih besar dibandingkan pasta gigi fluorida biasa.

Mengapa Bisa Lebih Efektif?

Para peneliti menduga manfaat tersebut berasal dari kemampuan pasta gigi dalam membantu sistem pertahanan alami rongga mulut.

Selain mengurangi jumlah plak, pasta gigi ini juga diduga mengubah komposisi bakteri di dalam mulut menjadi lebih sehat. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan pasta gigi serupa dapat meningkatkan jumlah bakteri yang berhubungan dengan kesehatan gusi dan menurunkan bakteri yang berkaitan dengan penyakit periodontal.

Dengan kata lain, produk ini tidak hanya membantu membersihkan gigi, tetapi juga menciptakan lingkungan mulut yang lebih seimbang dan mendukung kesehatan jaringan gusi.

Apa Artinya bagi Masyarakat?

Temuan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat yang sering mengalami gusi berdarah atau peradangan gusi ringan hingga sedang.

Meski menyikat gigi secara rutin tetap menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan mulut, pemilihan pasta gigi juga dapat memberikan manfaat tambahan. Produk yang mengandung enzim dan protein alami berpotensi menjadi pilihan untuk membantu mengendalikan plak dan memperbaiki kondisi gusi.

Namun, penting untuk diingat bahwa pasta gigi bukanlah pengganti perawatan profesional. Jika keluhan gusi berdarah terus berlangsung, disertai bau mulut yang menetap, gigi goyang, atau gusi tampak menyusut, pemeriksaan ke dokter gigi tetap diperlukan untuk mencegah perkembangan menjadi periodontitis.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pasta gigi yang mengandung enzim dan protein alami selama enam bulan dapat:

  • Mengurangi peradangan gusi secara signifikan.

  • Menurunkan penumpukan plak lebih baik dibandingkan pasta gigi fluorida biasa.

  • Meningkatkan jumlah area gusi yang tidak mengalami perdarahan hingga lebih dari 90%.

Temuan ini memperkuat bukti bahwa pendekatan yang mendukung sistem pertahanan alami mulut dapat menjadi strategi yang efektif dalam menjaga kesehatan gusi dan mencegah perkembangan penyakit periodontal.

Referensi 

Hu X, Zhang P, Zhang L, Matheson JR, Lin S, Sun JN, et al. The effect of enzyme and protein containing toothpaste on gingival condition: a randomised controlled study. BMC Oral Health. 2025;25:1727.

DOI: https://doi.org/10.1186/s12903-025-07096-7

Carigi Indonesia July 6, 2026
Share this post
Tags
Archive
Obat Kumur Pemutih vs Noda Kopi