Skip to Content

Oral Health Index OHI Dampak Kualitas Hidup & Jantung

August 10, 2026 by
Carigi Indonesia

Oral Health Index OHI Dampak Kualitas Hidup & Jantung

Oral Health Index OHI Dampak Kualitas Hidup & Jantung

Indeks Kesehatan Mulut Baru Ungkap Kaitannya dengan Kualitas Hidup dan Risiko Jantung

Peneliti mengembangkan Oral Health Index (OHI) untuk menilai kesehatan mulut secara lebih menyeluruh.

Kesehatan mulut tidak hanya berkaitan dengan gigi berlubang atau sakit gigi. Kehilangan gigi, penyakit periodontal, peradangan pada jaringan mulut, hingga kebutuhan rehabilitasi gigi juga dapat mencerminkan kondisi kesehatan mulut secara keseluruhan. Sejumlah penelitian sebelumnya bahkan menunjukkan adanya hubungan antara kesehatan mulut yang buruk dengan risiko penyakit kardiovaskular.

Namun, berbagai kondisi tersebut umumnya dinilai secara terpisah. Karena itu, peneliti dari State University of Ponta Grossa, Brasil, mengembangkan Oral Health Index (OHI) untuk menggabungkan beberapa indikator kesehatan mulut ke dalam satu ukuran.

Bagaimana OHI dikembangkan?

Penelitian ini melibatkan 191 orang dewasa yang menjalani pemeriksaan di klinik gigi universitas. Peneliti menilai tujuh aspek kesehatan mulut, yaitu kehilangan gigi, penyakit periodontal, kebutuhan perawatan endodontik, sisa akar, kebutuhan pencabutan akibat periodontitis, penyakit inflamasi pada mukosa mulut, serta status pemeliharaan dan rehabilitasi gigi.

Semakin tinggi skor OHI, semakin buruk kondisi kesehatan mulut seseorang.

Selain pemeriksaan gigi dan mulut, peneliti juga menilai kualitas hidup terkait kesehatan mulut menggunakan OHIP-14 serta berbagai faktor risiko kardiovaskular, seperti usia, obesitas, merokok, diabetes, hipertensi, dan tekanan nadi.

Kesehatan mulut buruk, kualitas hidup ikut menurun

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan skor OHI lebih tinggi cenderung memiliki dampak negatif masalah kesehatan mulut yang lebih besar terhadap kualitas hidup.

Hubungan tersebut terlihat pada berbagai aspek, termasuk keterbatasan fungsi, rasa sakit, kondisi psikologis, hingga aktivitas sosial.

Penelitian juga menemukan hubungan antara skor OHI dengan jumlah faktor risiko kardiovaskular. Peserta yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, obesitas, atau kebiasaan merokok cenderung memiliki skor OHI yang lebih tinggi.

Bukan berarti kesehatan mulut menyebabkan penyakit jantung

Meski ditemukan hubungan yang konsisten, penelitian ini tidak membuktikan bahwa kesehatan mulut yang buruk secara langsung menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Desain penelitian yang bersifat cross-sectional hanya memungkinkan peneliti melihat hubungan pada satu periode. Penelitian lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar dan desain longitudinal masih diperlukan untuk memastikan temuan tersebut.

Kesimpulan

Studi ini memperkenalkan OHI sebagai pendekatan untuk menilai beban kesehatan mulut secara lebih menyeluruh. Skor OHI yang lebih tinggi berkaitan dengan kondisi kesehatan mulut yang lebih buruk, kualitas hidup terkait kesehatan mulut yang lebih rendah, serta beban faktor risiko kardiovaskular yang lebih besar.

OHI berpotensi menjadi alat skrining dalam penelitian maupun praktik kesehatan, tetapi masih memerlukan validasi lebih lanjut pada populasi yang lebih besar dan beragam sebelum digunakan secara luas.

Referensi

Carvajal Soto, V., Ranthum, L.K., Guzzoni, L.F.M., Claudino, M., Campagnoli, E.B., & Bortoluzzi, M.C. (2026). Development of an Oral Health Index and Its Association with Oral Health-Related Quality of Life and Cardiovascular Risks: A Cross-Sectional Study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 23, 195. Doi: 10.3390/ijerph23020195

Carigi Indonesia August 10, 2026
Share this post
Tags
Archive
Faktor Keputusan Perawatan Gigi Pasien