Skip to Content

Obesitas & Erupsi Gigi Anak

May 20, 2026 by
Carigi Indonesia

Obesitas & Erupsi Gigi Anak

Obesitas & Erupsi Gigi Anak

Obesitas pada Anak Dapat Mempercepat Pertumbuhan Gigi Permanen, Studi Temukan Hubungan Penting

Anak dengan berat badan berlebih diketahui mengalami pertumbuhan gigi permanen lebih cepat dibanding anak dengan berat badan normal

Obesitas pada anak kini menjadi masalah kesehatan global yang terus meningkat. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi metabolisme dan pertumbuhan tubuh, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan rongga mulut dan gigi. Sebuah penelitian terbaru dari Mesir menemukan bahwa anak dengan berat badan berlebih atau obesitas cenderung mengalami erupsi gigi permanen lebih awal dibandingkan anak dengan berat badan normal.

Penelitian yang dipublikasikan dalam BMC Oral Health ini meneliti hubungan antara indeks massa tubuh (Body Mass Index / BMI) dan waktu pertumbuhan gigi permanen pada anak sekolah dasar di Kota Tanta, Mesir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas kemungkinan berpengaruh terhadap perkembangan gigi dan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan gigi di kemudian hari.

Mengapa Waktu Pertumbuhan Gigi Penting?

Pertumbuhan gigi permanen merupakan salah satu tahapan penting dalam perkembangan anak. Secara normal, gigi permanen mulai tumbuh sekitar usia enam tahun dan terus berkembang hingga awal masa remaja. Namun, waktu kemunculan gigi dapat berbeda-beda pada setiap anak, dipengaruhi oleh faktor genetik, nutrisi, hormon, kondisi kesehatan, hingga lingkungan sosial ekonomi.

Waktu erupsi gigi bukan hanya penanda pertumbuhan biasa. Pertumbuhan gigi yang terlalu cepat atau terlalu lambat dapat memengaruhi perencanaan perawatan ortodonti, kebersihan mulut, dan risiko terjadinya karies gigi. Peneliti menjelaskan bahwa anak dengan gigi permanen yang tumbuh lebih cepat berpotensi memiliki paparan lebih lama terhadap plak dan makanan manis, sehingga risiko gigi berlubang juga dapat meningkat.

Karena obesitas diketahui berkaitan dengan percepatan pertumbuhan tubuh dan perubahan hormonal, peneliti ingin mengetahui apakah kondisi tersebut juga memengaruhi kecepatan pertumbuhan gigi permanen.

Meneliti Lebih dari 2.500 Anak Sekolah

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti melakukan studi case-control terhadap 2.520 anak sehat usia 6–12 tahun di Kota Tanta, Mesir. Anak-anak berasal dari sekolah negeri dan swasta, dengan jumlah yang seimbang berdasarkan usia, jenis kelamin, dan status berat badan.

BMI digunakan untuk mengelompokkan anak ke dalam kategori berat badan normal atau overweight/obesitas. Sementara itu, erupsi gigi dinilai melalui pemeriksaan klinis, yaitu ketika sebagian mahkota gigi permanen sudah terlihat menembus gusi. Peneliti mengevaluasi pertumbuhan 28 gigi permanen pada setiap anak.

Penelitian ini juga membandingkan pola pertumbuhan gigi antara anak laki-laki dan perempuan, serta antara siswa sekolah negeri dan swasta.

Anak Obesitas Memiliki Lebih Banyak Gigi Permanen yang Sudah Tumbuh

Salah satu temuan utama penelitian ini adalah bahwa anak overweight dan obesitas memiliki jumlah gigi permanen yang sudah tumbuh lebih banyak dibandingkan anak dengan berat badan normal di semua kelompok usia.

Perbedaan ini terlihat lebih jelas pada kelompok usia 8–10 tahun dan 10–12 tahun, di mana anak dengan obesitas menunjukkan pola pertumbuhan gigi yang lebih maju.

Peneliti juga menemukan bahwa hampir semua gigi permanen — baik di rahang atas maupun rahang bawah — tumbuh lebih cepat pada anak overweight dan obesitas dibandingkan anak dengan berat badan normal.

Menurut peneliti, obesitas dapat mempercepat pertumbuhan tubuh melalui mekanisme hormonal dan metabolik. Hormon seperti leptin dan insulin-like growth factor (IGF-1), yang sering meningkat pada kondisi obesitas, diduga berperan dalam mempercepat perkembangan tulang dan gigi.

Anak Perempuan dan Siswa Sekolah Swasta Juga Mengalami Pertumbuhan Gigi Lebih Cepat

Selain faktor obesitas, penelitian ini menemukan bahwa anak perempuan secara umum mengalami pertumbuhan gigi permanen lebih awal dibandingkan anak laki-laki. Peneliti menduga hal ini berkaitan dengan kematangan biologis yang umumnya terjadi lebih cepat pada perempuan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa anak yang bersekolah di sekolah swasta cenderung mengalami erupsi gigi lebih cepat dibandingkan siswa sekolah negeri. Peneliti menduga faktor nutrisi dan kondisi sosial ekonomi dapat memengaruhi hasil tersebut.

Selain itu, gigi rahang bawah ditemukan tumbuh lebih cepat dibandingkan gigi rahang atas, sesuai dengan berbagai penelitian perkembangan gigi sebelumnya.

Apa Dampaknya bagi Kesehatan Gigi Anak?

Peneliti menekankan bahwa percepatan pertumbuhan gigi dapat berdampak penting dalam perawatan gigi anak. Jika gigi tumbuh lebih cepat, maka kebutuhan pencegahan karies dan perawatan gigi juga perlu dilakukan lebih dini.

Anak dengan obesitas berpotensi memiliki risiko karies lebih tinggi karena gigi mereka lebih lama terpapar plak, bakteri, dan makanan tinggi gula selama masa pertumbuhan.

Karena itu, dokter gigi dan orang tua disarankan lebih memperhatikan pemantauan kesehatan gigi pada anak overweight dan obesitas, termasuk pemeriksaan rutin, edukasi kebersihan mulut, serta tindakan pencegahan sejak dini.

Penelitian ini juga memperkuat hubungan antara kesehatan umum dan kesehatan gigi. Obesitas ternyata tidak hanya memengaruhi tubuh secara keseluruhan, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan rongga mulut dan pertumbuhan gigi anak.

Kesimpulan

Penelitian dari Mesir ini menemukan hubungan yang signifikan antara obesitas pada anak dan percepatan erupsi gigi permanen. Anak overweight dan obesitas cenderung memiliki lebih banyak gigi permanen yang sudah tumbuh pada usia yang lebih muda dibandingkan anak dengan berat badan normal.

Temuan ini menunjukkan pentingnya mengintegrasikan pencegahan masalah gigi ke dalam program kesehatan anak secara menyeluruh, terutama bagi anak yang berisiko mengalami obesitas. Seiring meningkatnya angka obesitas anak di berbagai negara, pemahaman mengenai dampaknya terhadap perkembangan gigi dapat membantu tenaga kesehatan dan orang tua memberikan perawatan gigi yang lebih dini dan tepat sasaran.

Referensi 

Esmael EM, El-Hosary AM, EL-Desouky SS. Association between obesity and permanent teeth eruption in a sample of primary school children from Tanta City. BMC Oral Health. 2025;25:1198. https://doi.org/10.1186/s12903-025-06547-5


Carigi Indonesia May 20, 2026
Share this post
Tags
Archive
Menyusui, Erupsi Gigi & Karies Anak