Skip to Content

Obat Kumur Pemutih vs Noda Kopi

July 6, 2026 by
Carigi Indonesia

Obat Kumur Pemutih vs Noda Kopi

Obat Kumur Pemutih vs Noda Kopi

Kopi Membuat Gigi dan Tambalan Menguning, Bisakah Obat Kumur Pemutih Mengatasinya?

Penelitian Baru Menunjukkan Bleaching Pen dan Mouthwash Lebih Efektif Dibanding Menyikat Gigi Biasa

Bagi banyak orang, secangkir kopi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rutinitas harian. Namun, di balik kenikmatannya, kopi juga dikenal sebagai salah satu penyebab utama perubahan warna gigi dan tambalan gigi berwarna sewarna gigi.

Kondisi ini sering membuat pasien merasa kurang percaya diri dan bahkan mendorong mereka untuk mengganti tambalan yang sebenarnya masih berfungsi dengan baik. Pertanyaannya, apakah menyikat gigi saja cukup untuk menghilangkan noda kopi? Atau diperlukan produk pemutih gigi tertentu?

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports mencoba menjawab pertanyaan tersebut dengan membandingkan efektivitas tiga metode, yaitu menyikat gigi dengan pasta gigi biasa, penggunaan bleaching pen, dan obat kumur pemutih (bleaching mouthwash) dalam menghilangkan noda kopi pada gigi dan tambalan resin komposit satu warna (single-shade resin composite).

Mengapa Kopi Mudah Menodai Gigi?

Kopi mengandung senyawa bernama tanin, sejenis polifenol yang dapat menempel pada permukaan gigi dan menyebabkan perubahan warna. Selain itu, sifat asam kopi juga dapat sedikit melunakkan lapisan email gigi sehingga permukaan gigi menjadi lebih mudah menyerap pigmen pewarna.

Tidak hanya gigi alami, bahan restorasi seperti resin komposit juga dapat mengalami perubahan warna akibat paparan kopi dalam jangka panjang.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Peneliti menggunakan 30 gigi anterior manusia yang telah dicabut dan membuat restorasi kelas V menggunakan resin komposit satu warna (Omnichroma).

Seluruh sampel kemudian direndam dalam larutan kopi selama 12 hari. Lama perendaman ini dirancang untuk mensimulasikan paparan kopi selama kurang lebih satu tahun dalam kondisi klinis.

Setelah mengalami pewarnaan, sampel dibagi menjadi tiga kelompok:

  1. Kelompok kontrol: disikat menggunakan pasta gigi non-pemutih selama satu minggu.

  2. Kelompok bleaching pen: diberi aplikasi gel pemutih dengan kandungan hidrogen peroksida 3%.

  3. Kelompok bleaching mouthwash: direndam dalam obat kumur pemutih yang mengandung hidrogen peroksida 1–2%.

Perubahan warna kemudian diukur menggunakan alat spektrofotometer digital untuk mengetahui seberapa besar noda kopi dapat dihilangkan.

Noda Kopi Ternyata Sangat Signifikan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi menyebabkan perubahan warna yang cukup besar, baik pada gigi maupun pada tambalan.

Menariknya, perubahan warna pada gigi alami ternyata lebih parah dibandingkan pada resin komposit.

Peneliti menduga hal ini terjadi karena email gigi lebih rentan mengalami demineralisasi akibat sifat asam kopi, sehingga pigmen pewarna lebih mudah masuk dan menempel.

Secara visual, warna gigi yang semula berada pada kategori A3 berubah menjadi C4, salah satu warna tergelap pada panduan warna gigi. Sementara itu, warna tambalan berubah dari A2 menjadi A3, menunjukkan penggelapan yang lebih ringan.

Menyikat Gigi Saja Belum Cukup

Kelompok yang hanya mendapatkan perlakuan menyikat gigi menunjukkan hasil yang kurang memuaskan.

Penyikatan memang mampu mengurangi sebagian noda pada permukaan gigi, tetapi tidak dapat menghilangkan noda yang telah masuk lebih dalam ke dalam struktur email.

Pada tambalan resin komposit, efek menyikat gigi bahkan lebih terbatas. Warna tambalan setelah disikat hampir tidak berubah dibandingkan setelah perendaman kopi.

Temuan ini menunjukkan bahwa pasta gigi biasa hanya efektif untuk membersihkan noda superfisial dan belum cukup untuk mengatasi perubahan warna yang sudah menetap.

Bleaching Pen dan Obat Kumur Pemutih Berhasil Mengembalikan Warna

Berbeda dengan kelompok kontrol, penggunaan bleaching pen maupun bleaching mouthwash memberikan hasil yang jauh lebih baik.

Kedua produk tersebut mampu mengembalikan warna gigi dan tambalan mendekati kondisi awal sebelum terpapar kopi.

Efek ini diduga berasal dari kandungan hidrogen peroksida yang melepaskan molekul oksigen aktif. Molekul tersebut memecah senyawa pigmen penyebab noda sehingga warnanya menjadi lebih pudar atau bahkan hilang.

Yang menarik, tidak ditemukan perbedaan bermakna antara efektivitas bleaching pen dan bleaching mouthwash. Keduanya sama-sama efektif dalam menghilangkan noda kopi.

Perbedaan utama hanya terletak pada cara penggunaannya. Obat kumur pemutih lebih praktis untuk digunakan pada seluruh rongga mulut, sedangkan bleaching pen memungkinkan aplikasi yang lebih terfokus pada gigi tertentu.

Apa Maknanya bagi Masyarakat?

Penelitian ini memberikan pesan penting bagi para penikmat kopi. Menyikat gigi secara rutin tetap penting untuk menjaga kebersihan mulut, tetapi cara tersebut mungkin belum cukup untuk menghilangkan noda kopi yang sudah menetap, terutama pada perubahan warna yang lebih dalam.

Bagi individu yang mengalami perubahan warna akibat konsumsi kopi, produk pemutih rumahan dengan kandungan hidrogen peroksida rendah, seperti bleaching pen dan bleaching mouthwash, dapat menjadi pilihan untuk membantu mengembalikan estetika gigi dan tambalan.

Namun demikian, penggunaan produk pemutih sebaiknya tetap dilakukan sesuai petunjuk dan, bila diperlukan, di bawah pengawasan dokter gigi, terutama pada individu dengan gigi sensitif atau restorasi yang luas.

Kesimpulan

Kopi terbukti dapat menyebabkan perubahan warna yang signifikan pada gigi dan tambalan resin komposit. Menyikat gigi dengan pasta gigi biasa hanya mampu mengurangi sebagian noda dan tidak efektif menghilangkan pewarnaan yang telah meresap lebih dalam.

Sebaliknya, bleaching pen dan bleaching mouthwash menunjukkan kemampuan yang sangat baik dalam menghilangkan noda kopi dan mengembalikan warna gigi maupun tambalan ke kondisi semula.

Referensi

Hamdy TM, Zaki ZM, Abdelraouf RM. Assessment of toothbrushing, bleaching pen and bleaching mouthwash in removing stains from tooth structure and single-shade resin composite. Scientific Reports. 2026;16:7948.

DOI: https://doi.org/10.1038/s41598-026-39375-w

Carigi Indonesia July 6, 2026
Share this post
Tags
Archive
Hubungan Merokok dan Kehilangan Gigi