Menyusui, Erupsi Gigi & Karies Anak

Menyusui dan Pertumbuhan Gigi Lebih Cepat Bisa Tingkatkan Risiko Gigi Berlubang pada Anak
Penelitian terbaru menemukan bahwa pola menyusui dan jumlah gigi yang tumbuh sejak usia 18 bulan dapat memengaruhi kesehatan gigi hingga masa kanak-kanak
Gigi berlubang pada anak masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum di dunia. Meski kesadaran tentang kebersihan gigi semakin meningkat, banyak anak tetap mengalami karies sejak usia dini. Kini, sebuah penelitian dari Jepang menunjukkan bahwa dua faktor yang sering dianggap sepele — durasi menyusui dan kecepatan pertumbuhan gigi — mungkin memiliki pengaruh penting terhadap kesehatan gigi anak di masa depan.
Peneliti dari Osaka University meneliti apakah kebiasaan menyusui dan jumlah gigi yang sudah tumbuh pada usia 18 bulan dapat memprediksi risiko karies saat anak berusia 42 bulan atau sekitar 3,5 tahun. Hasil penelitian ini memberikan gambaran baru bahwa kesehatan gigi sebenarnya mulai terbentuk jauh lebih awal dari yang banyak orang kira.
Karies Anak Masih Jadi Masalah Besar
Karies gigi pada anak usia dini atau Early Childhood Caries (ECC) bukan hanya sekadar “gigi susu berlubang”. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan makan, tidur, perkembangan bicara, pertumbuhan, hingga kualitas hidup anak secara keseluruhan. Selain itu, masalah gigi juga dapat memberikan beban emosional dan ekonomi bagi keluarga.
Selama ini, hubungan antara menyusui dan risiko karies masih menjadi perdebatan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa menyusui dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gigi berlubang, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa yang lebih berpengaruh justru pola makan manis atau kebiasaan menyusu di malam hari, bukan ASI itu sendiri. Karena hasil penelitian sebelumnya masih berbeda-beda, para peneliti mencoba menelitinya kembali melalui pengamatan jangka panjang.
Melibatkan Lebih dari 5.000 Anak
Penelitian ini menggunakan data pemeriksaan kesehatan rutin anak di Toyonaka City, Jepang. Pemeriksaan dilakukan saat anak berusia 18 bulan dan kembali dilakukan pada usia 42 bulan.
Awalnya terdapat data dari 6.746 anak, namun setelah penyaringan data lengkap, sebanyak 5.161 anak dimasukkan dalam analisis akhir. Peneliti menilai berbagai faktor, seperti:
Jumlah gigi yang sudah tumbuh pada usia 18 bulan
Kebiasaan menyusui atau penggunaan botol susu
Frekuensi ngemil
Kebiasaan makan sebelum tidur
Jam tidur anak
Kondisi kebersihan mulut
Perkembangan karies selama masa pengamatan
Penelitian ini secara khusus mengamati anak-anak yang belum memiliki karies pada usia 18 bulan, sehingga peneliti dapat melihat faktor apa saja yang berhubungan dengan munculnya karies di kemudian hari.
Apa yang Ditemukan Peneliti?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 13,3% anak mengalami karies antara usia 18 hingga 42 bulan.
Salah satu temuan utama adalah hubungan antara menyusui dan risiko karies. Anak yang masih mendapatkan ASI pada usia 18 bulan memiliki risiko lebih tinggi mengalami gigi berlubang dibandingkan anak yang sudah disapih. Risiko juga meningkat pada anak yang mendapatkan kombinasi ASI dan botol susu.
Namun, peneliti menegaskan bahwa sebagian besar anak yang tetap menyusu hingga usia 18 bulan tetap tidak mengalami karies. Artinya, penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa menyusui itu buruk. Risiko tampaknya meningkat ketika menyusui disertai kebiasaan lain seperti konsumsi gula berlebih, menyusu saat malam hari, atau kebersihan gigi yang kurang baik.
Penelitian ini juga menemukan bahwa anak dengan pertumbuhan gigi lebih cepat — ditandai dengan sudah memiliki 17 gigi atau lebih pada usia 18 bulan — memiliki risiko karies lebih tinggi di kemudian hari. Peneliti menduga hal ini terjadi karena gigi yang tumbuh lebih awal akan lebih lama terpapar makanan manis dan bakteri penyebab karies.
Sebaliknya, anak dengan jumlah gigi lebih sedikit pada usia 18 bulan memiliki risiko karies yang sedikit lebih rendah.
Kebiasaan Sehari-hari Juga Berpengaruh
Selain pola menyusui dan pertumbuhan gigi, penelitian ini juga menemukan beberapa kebiasaan yang berkaitan dengan meningkatnya risiko karies, seperti:
Terlalu sering ngemil
Makan sebelum tidur
Tidur terlalu malam atau jadwal tidur tidak teratur
Tingginya aktivitas bakteri dalam plak gigi