Skip to Content

Melatonin Cegah Osteonekrosis Rahang MRONJ

July 8, 2026 by
Carigi Indonesia

Melatonin Cegah Osteonekrosis Rahang MRONJ

Melatonin Cegah Osteonekrosis Rahang MRONJ

Hormon Tidur Ternyata Bisa Melindungi Tulang Rahang? Melatonin Berpotensi Mencegah Kerusakan Tulang Akibat Obat Osteoporosis

Ketika Obat Penguat Tulang Justru Menimbulkan Masalah di Rahang

Obat golongan bisfosfonat, seperti zoledronic acid, banyak digunakan untuk mengatasi osteoporosis, kanker dengan penyebaran ke tulang, dan beberapa penyakit tulang lainnya. Obat ini bekerja dengan memperlambat proses penghancuran tulang sehingga membantu mempertahankan kepadatan tulang.

Namun, di balik manfaatnya, terdapat efek samping yang cukup serius meskipun relatif jarang terjadi, yaitu medication-related osteonecrosis of the jaw (MRONJ) atau kematian jaringan tulang rahang akibat penggunaan obat tertentu.

Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, luka yang tidak kunjung sembuh setelah pencabutan gigi, hingga tulang rahang yang terbuka dan terinfeksi. Hingga saat ini, belum ada terapi standar yang benar-benar efektif untuk mencegah maupun mengobati kondisi tersebut.

Karena itu, para peneliti terus mencari cara baru untuk membantu proses penyembuhan tulang rahang pada pasien yang menggunakan bisfosfonat.

Mengapa Melatonin Menarik Perhatian Peneliti?

Ketika mendengar kata melatonin, kebanyakan orang akan langsung mengaitkannya dengan hormon yang mengatur siklus tidur.

Padahal, melatonin memiliki fungsi yang jauh lebih luas. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hormon ini memiliki sifat:

  • antiinflamasi,

  • antioksidan,

  • membantu pembentukan pembuluh darah baru,

  • serta merangsang pembentukan jaringan tulang.

Sifat-sifat tersebut membuat para peneliti menduga bahwa melatonin mungkin dapat membantu mengurangi kerusakan tulang rahang yang dipicu oleh penggunaan bisfosfonat.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMC Oral Health ini menggunakan model hewan berupa 44 ekor tikus betina dewasa. Para peneliti membagi hewan percobaan ke dalam empat kelompok:

  1. Kelompok kontrol tanpa pemberian obat.

  2. Kelompok yang hanya menerima zoledronic acid.

  3. Kelompok yang menerima zoledronic acid dan melatonin lokal pada soket pencabutan gigi.

  4. Kelompok yang menerima zoledronic acid dan melatonin sistemik melalui suntikan.

Setelah mendapatkan obat selama beberapa minggu, seluruh tikus menjalani pencabutan gigi geraham. Para peneliti kemudian mengamati proses penyembuhan tulang dan jaringan di sekitar bekas pencabutan gigi.

Hasilnya: Melatonin Membantu Penyembuhan Tulang Rahang

Kelompok yang hanya menerima zoledronic acid menunjukkan proses penyembuhan yang buruk. Peneliti menemukan:

  • lebih banyak area tulang mati (osteonekrosis),

  • peradangan yang lebih berat,

  • pembentukan jaringan baru yang terganggu,

  • serta penutupan luka yang lebih lambat.

Sebaliknya, pada kelompok yang mendapatkan melatonin, terjadi perbaikan yang cukup jelas. Peneliti menemukan:

1. Jumlah tulang mati berkurang

Baik pemberian melatonin lokal maupun sistemik menurunkan tingkat osteonekrosis dibandingkan kelompok yang hanya mendapat bisfosfonat.

2. Peradangan lebih ringan

Melatonin mampu mengurangi infiltrasi sel-sel peradangan di sekitar area pencabutan gigi, yang merupakan salah satu faktor penting dalam proses penyembuhan.

3. Pembentukan pembuluh darah meningkat

Peneliti menemukan peningkatan ekspresi VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor), yaitu protein yang berperan dalam pembentukan pembuluh darah baru. Pembuluh darah yang baik sangat penting untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke jaringan yang sedang memperbaiki diri.

4. Pembentukan tulang baru lebih baik

Ekspresi osteocalcin, salah satu penanda aktivitas pembentukan tulang, juga meningkat pada kelompok yang mendapatkan melatonin. Hal ini menunjukkan bahwa melatonin dapat membantu mengaktifkan sel pembentuk tulang.

Menariknya, pemberian melatonin secara lokal langsung pada bekas pencabutan gigi memberikan hasil yang sedikit lebih baik dibandingkan pemberian secara sistemik dalam beberapa parameter penyembuhan.

Bagaimana Melatonin Bisa Memberikan Efek Ini?

Para peneliti menjelaskan bahwa melatonin bekerja melalui beberapa mekanisme sekaligus:

  • meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru;

  • merangsang aktivitas sel pembentuk tulang;

  • mengurangi stres oksidatif;

  • menekan peradangan;

  • serta membantu mempercepat regenerasi jaringan.

Kombinasi efek tersebut diduga mampu mengurangi kerusakan jaringan yang biasanya terjadi akibat penggunaan bisfosfonat.

Apakah Ini Berarti Pasien Pengguna Obat Osteoporosis Harus Mengonsumsi Melatonin?

Belum tentu.

Penelitian ini masih dilakukan pada hewan percobaan sehingga hasilnya belum bisa langsung diterapkan pada manusia. Para peneliti juga menekankan bahwa masih diperlukan penelitian klinis lebih lanjut untuk menentukan:

  • dosis yang paling efektif,

  • cara pemberian terbaik,

  • keamanan penggunaan jangka panjang,

  • serta efektivitasnya pada pasien yang benar-benar mengalami MRONJ.

Kesimpulan

Penelitian ini memberikan harapan baru bahwa melatonin, hormon yang selama ini dikenal sebagai pengatur tidur, berpotensi membantu mencegah kerusakan tulang rahang akibat penggunaan bisfosfonat.

Pada model hewan, melatonin terbukti mampu:

✔ mengurangi kematian tulang,

✔ menekan peradangan,

✔ meningkatkan pembentukan pembuluh darah baru, dan

✔ mempercepat pembentukan tulang pada bekas pencabutan gigi.

Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut pada manusia, temuan ini membuka peluang baru dalam upaya pencegahan dan penanganan osteonekrosis rahang pada pasien yang menggunakan obat antiresorptif.

Artikel asli:

Kulfel CG, Arslan HT, Yildiz A, Ozkan O. The effect of local and systemic melatonin on bisphosphonate-related osteonecrosis of the jaw: an experimental study. BMC Oral Health. 2026;26:998.

DOI: https://doi.org/10.1186/s12903-026-07685-0

Carigi Indonesia July 8, 2026
Share this post
Tags
Archive
Terapi Laser Tekan Refleks Muntah Gigi