
Media Sosial dan Identitas Profesional Dokter Gigi Anak
Bagaimana Dunia Digital Diam-Diam Membentuk Kepribadian Praktik Klinis
Di era digital, peran dokter gigi anak tidak lagi terbatas pada keterampilan klinis dan komunikasi tatap muka. Kehadiran di media sosial—baik sebagai sarana berbagi informasi, membangun jejaring, maupun membentuk citra profesional—kini menjadi bagian tak terpisahkan dari praktik kedokteran gigi modern. Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa media sosial secara nyata memengaruhi kepribadian dan perilaku profesional dokter gigi anak, dengan pola yang berbeda pada tiap kelompok usia.
Mengapa Kepribadian Penting dalam Kedokteran Gigi Anak?
Kedokteran gigi anak adalah bidang yang sangat bergantung pada kepribadian. Empati, kesabaran, kemampuan beradaptasi, dan cara berkomunikasi dengan anak serta orang tua sangat menentukan keberhasilan perawatan. Kepribadian dokter bukanlah sesuatu yang statis—ia berkembang seiring pengalaman, lingkungan kerja, dan perubahan sosial serta teknologi.
Dalam konteks inilah media sosial muncul sebagai faktor baru yang berpotensi membentuk cara dokter gigi anak berpikir, bersikap, dan bertindak secara profesional.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods) yang dilakukan dalam dua tahap berurutan.
Tahap pertama adalah wawancara mendalam dengan dokter gigi anak berpengalaman untuk menggali faktor-faktor yang memengaruhi kepribadian profesional mereka, mulai dari lingkungan kerja hingga interaksi digital.
Hasil tahap ini menunjukkan satu faktor yang paling menonjol: media sosial.
Tahap kedua kemudian menguji temuan tersebut melalui survei terhadap 343 dokter gigi anak, menggunakan kuesioner berbasis Technology Acceptance Model (TAM). Survei ini menilai bagaimana media sosial dipersepsikan dari segi manfaat, kemudahan penggunaan, sikap, niat penggunaan, dan pemanfaatan nyata dalam praktik profesional. Responden dikelompokkan berdasarkan usia untuk melihat perbedaan antargenerasi.
Media Sosial sebagai Faktor Paling Berpengaruh
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial secara signifikan memengaruhi kepribadian profesional dokter gigi anak di semua kelompok usia. Namun, bentuk pengaruhnya berbeda-beda.
Media sosial dipandang sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan pengembangan profesional
Menjadi alat untuk membangun citra dan identitas profesional
Membentuk cara dokter berinteraksi dengan pasien, kolega, dan komunitas profesi
Analisis statistik memperlihatkan perbedaan yang bermakna terutama antara dokter gigi anak usia muda dan kelompok usia yang lebih senior.
Perbedaan Generasi dalam Menyikapi Media Sosial
Penelitian ini mengungkap dinamika menarik antar generasi:
Dokter gigi anak usia muda (<30 tahun) cenderung aktif membuat konten dan membangun eksistensi digital, dengan fokus pada visibilitas dan jejaring profesional.
Kelompok usia menengah (31–50 tahun) berada di posisi transisi, memanfaatkan media sosial untuk promosi profesional sekaligus komunikasi dengan pasien.
Dokter gigi anak senior (>51 tahun) lebih selektif dan berhati-hati, menggunakan media sosial terutama untuk pembelajaran, diskusi ilmiah, dan pengambilan keputusan klinis berbasis bukti.