
Mengapa Matcha Menarik untuk Kesehatan Gusi?
Matcha adalah jenis teh hijau bubuk yang dibuat dari daun teh yang ditanam di bawah naungan. Berbeda dengan teh seduh biasa, matcha dikonsumsi bersama seluruh daun tehnya, sehingga kandungan antioksidan, khususnya katekin seperti epigallocatechin gallate (EGCG), menjadi lebih tinggi.
Antioksidan ini berperan penting dalam melawan stres oksidatif, salah satu proses utama yang memperburuk peradangan gusi. Stres oksidatif pada jaringan gusi dapat diukur melalui biomarker saliva bernama 8-hydroxy-deoxyguanosine (8-OHdG).
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini dilakukan oleh Rasha Salah Abood dan tim dari Universitas Baghdad. Studi ini melibatkan 27 orang dewasa dengan gingivitis lokal, yang ditandai dengan perdarahan gusi saat pemeriksaan (bleeding on probing/BOP) antara 10–30%.
Gambaran singkat penelitian:
Peserta mengonsumsi teh matcha dua kali sehari selama 30 hari
Kebiasaan menyikat gigi tetap dipertahankan seperti biasa
Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah intervensi terhadap:
Indeks plak (Plaque Index/PI)
Perdarahan gusi (BOP)
Kadar 8-OHdG dalam saliva
Setelah satu bulan, kondisi gusi peserta dievaluasi kembali dan diklasifikasikan sebagai sehat atau masih mengalami gingivitis.
Hasil Utama: Gusi Lebih Sehat dan Stres Oksidatif Menurun
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi matcha setiap hari memberikan dampak positif:
Secara keseluruhan, peserta mengalami:
Penurunan jumlah plak
Berkurangnya perdarahan gusi
Penurunan penanda stres oksidatif dalam saliva
Peserta yang berhasil mencapai gusi sehat menunjukkan:
Penurunan perdarahan gusi yang signifikan
Plak gigi yang jauh lebih sedikit
Kadar 8-OHdG yang lebih rendah, menandakan berkurangnya kerusakan jaringan akibat stres oksidatif
Peserta yang masih mengalami gingivitis tetap menunjukkan perbaikan pada plak dan perdarahan, tetapi tidak mengalami penurunan signifikan pada stres oksidatif, menandakan peradangan yang lebih berat memerlukan pendekatan tambahan.
Ambang Batas Penting untuk Keberhasilan
Salah satu temuan penting dari studi ini adalah identifikasi nilai ambang perdarahan gusi. Peserta dengan BOP awal kurang dari 18% memiliki kemungkinan tinggi untuk mencapai kesehatan gusi setelah rutin mengonsumsi matcha selama satu bulan.
Temuan ini menunjukkan bahwa gingivitis ringan lebih responsif terhadap intervensi berbasis pola konsumsi seperti matcha.
Apa Artinya bagi Kesehatan Gigi Sehari-hari?
Hasil penelitian ini mendukung potensi teh matcha sebagai terapi pendukung (bukan pengganti) dalam perawatan gingivitis ringan. Kandungan antioksidan dan antibakterinya dapat membantu:
Mengurangi pembentukan plak
Menekan peradangan gusi
Menurunkan stres oksidatif pada jaringan mulut