Skip to Content

Mengapa Matcha Menarik untuk Kesehatan Gusi?

February 20, 2026 by
Carigi Indonesia

Mengapa Matcha Menarik untuk Kesehatan Gusi?

Mengapa Matcha Menarik untuk Kesehatan Gusi?

Matcha adalah jenis teh hijau bubuk yang dibuat dari daun teh yang ditanam di bawah naungan. Berbeda dengan teh seduh biasa, matcha dikonsumsi bersama seluruh daun tehnya, sehingga kandungan antioksidan, khususnya katekin seperti epigallocatechin gallate (EGCG), menjadi lebih tinggi.

Antioksidan ini berperan penting dalam melawan stres oksidatif, salah satu proses utama yang memperburuk peradangan gusi. Stres oksidatif pada jaringan gusi dapat diukur melalui biomarker saliva bernama 8-hydroxy-deoxyguanosine (8-OHdG).

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini dilakukan oleh Rasha Salah Abood dan tim dari Universitas Baghdad. Studi ini melibatkan 27 orang dewasa dengan gingivitis lokal, yang ditandai dengan perdarahan gusi saat pemeriksaan (bleeding on probing/BOP) antara 10–30%.

Gambaran singkat penelitian:

  • Peserta mengonsumsi teh matcha dua kali sehari selama 30 hari

  • Kebiasaan menyikat gigi tetap dipertahankan seperti biasa

  • Penilaian dilakukan sebelum dan sesudah intervensi terhadap:

    • Indeks plak (Plaque Index/PI)

    • Perdarahan gusi (BOP)

    • Kadar 8-OHdG dalam saliva

Setelah satu bulan, kondisi gusi peserta dievaluasi kembali dan diklasifikasikan sebagai sehat atau masih mengalami gingivitis.

Hasil Utama: Gusi Lebih Sehat dan Stres Oksidatif Menurun

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi matcha setiap hari memberikan dampak positif:

  • Secara keseluruhan, peserta mengalami:

    • Penurunan jumlah plak

    • Berkurangnya perdarahan gusi

    • Penurunan penanda stres oksidatif dalam saliva

  • Peserta yang berhasil mencapai gusi sehat menunjukkan:

    • Penurunan perdarahan gusi yang signifikan

    • Plak gigi yang jauh lebih sedikit

    • Kadar 8-OHdG yang lebih rendah, menandakan berkurangnya kerusakan jaringan akibat stres oksidatif

  • Peserta yang masih mengalami gingivitis tetap menunjukkan perbaikan pada plak dan perdarahan, tetapi tidak mengalami penurunan signifikan pada stres oksidatif, menandakan peradangan yang lebih berat memerlukan pendekatan tambahan.

Ambang Batas Penting untuk Keberhasilan

Salah satu temuan penting dari studi ini adalah identifikasi nilai ambang perdarahan gusi. Peserta dengan BOP awal kurang dari 18% memiliki kemungkinan tinggi untuk mencapai kesehatan gusi setelah rutin mengonsumsi matcha selama satu bulan.

Temuan ini menunjukkan bahwa gingivitis ringan lebih responsif terhadap intervensi berbasis pola konsumsi seperti matcha.

Apa Artinya bagi Kesehatan Gigi Sehari-hari?

Hasil penelitian ini mendukung potensi teh matcha sebagai terapi pendukung (bukan pengganti) dalam perawatan gingivitis ringan. Kandungan antioksidan dan antibakterinya dapat membantu:

  • Mengurangi pembentukan plak

  • Menekan peradangan gusi

  • Menurunkan stres oksidatif pada jaringan mulut

Meski demikian, penulis menegaskan bahwa studi ini masih berskala kecil. Penelitian lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar dan desain uji klinis acak masih diperlukan.

Kesimpulan

Konsumsi teh matcha dua kali sehari selama satu bulan berpotensi memperbaiki kesehatan gusi, terutama pada individu dengan gingivitis ringan. Kebiasaan ini dapat menjadi pelengkap yang mudah dan alami untuk perawatan kesehatan mulut, selama tetap disertai dengan menyikat gigi yang baik dan pemeriksaan gigi rutin.

Referensi Artikel Asli

Abood RS, Al-Taweel FBH, Akram HM, Abdulbaqi HR.

Does Daily Intake of Matcha Tea Enhance the Periodontal Health of Patients With Localised Gingivitis: A Control Study.

Oral Health & Preventive Dentistry. 2025;23:419–541.

DOI: 10.3290/j.ohpd.c_2268

Carigi Indonesia February 20, 2026
Share this post
Tags
Archive
Mengembalikan Senyum Percaya Diri: Solusi Konservatif untuk Gigi Lateral Berbentuk Pasak