
Lebih dari Sekadar Napas Segar: Perawatan Periodontal Dapat Memperbaiki Indra Perasa dan Penciuman
Studi klinis menunjukkan bahwa perawatan penyakit gusi berdampak pada bau mulut, kemampuan mengecap, dan penciuman
Bau mulut kerap dianggap masalah sepele. Namun, bagi banyak orang, kondisi ini berkaitan erat dengan penyakit gusi dan dapat memengaruhi kualitas hidup secara menyeluruh. Sebuah penelitian klinis yang dipublikasikan di BMC Oral Health tahun 2025 mengungkap bahwa penyakit periodontal tidak hanya berhubungan dengan halitosis, tetapi juga dengan penurunan kemampuan mengecap rasa dan mencium bau. Kabar baiknya, perawatan periodontal non-bedah terbukti mampu memperbaiki ketiga aspek tersebut.
Kesehatan Gusi dan Indra: Apa Hubungannya?
Indra perasa dan penciuman berperan penting dalam kenikmatan makan, interaksi sosial, dan kesejahteraan sehari-hari. Gangguan pada kedua indra ini biasanya dikaitkan dengan usia atau penyakit sistemik. Namun, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa kesehatan mulut—khususnya kondisi gusi—juga berperan besar.
Peradangan gusi, kedalaman kantong periodontal, serta penumpukan biofilm bakteri dapat memengaruhi fungsi pengecapan dan penciuman. Mediator inflamasi dapat mengganggu kuncup rasa, lapisan plak pada lidah dapat menutupi papila pengecap, dan senyawa sulfur volatil yang dihasilkan bakteri mulut dapat mengubah persepsi bau.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini merupakan studi klinis prospektif yang melibatkan 183 orang dewasa, dibagi menjadi tiga kelompok:
Individu dengan kondisi periodontal sehat
Pasien dengan gingivitis
Pasien dengan periodontitis