Skip to Content

Lebih dari Sekadar Napas Segar: Perawatan Periodontal Dapat Memperbaiki Indra Perasa dan Penciuman

February 5, 2026 by
Carigi Indonesia

jurnal kedokteran gigi

Lebih dari Sekadar Napas Segar: Perawatan Periodontal Dapat Memperbaiki Indra Perasa dan Penciuman

Studi klinis menunjukkan bahwa perawatan penyakit gusi berdampak pada bau mulut, kemampuan mengecap, dan penciuman

Bau mulut kerap dianggap masalah sepele. Namun, bagi banyak orang, kondisi ini berkaitan erat dengan penyakit gusi dan dapat memengaruhi kualitas hidup secara menyeluruh. Sebuah penelitian klinis yang dipublikasikan di BMC Oral Health tahun 2025 mengungkap bahwa penyakit periodontal tidak hanya berhubungan dengan halitosis, tetapi juga dengan penurunan kemampuan mengecap rasa dan mencium bau. Kabar baiknya, perawatan periodontal non-bedah terbukti mampu memperbaiki ketiga aspek tersebut.

Kesehatan Gusi dan Indra: Apa Hubungannya?

Indra perasa dan penciuman berperan penting dalam kenikmatan makan, interaksi sosial, dan kesejahteraan sehari-hari. Gangguan pada kedua indra ini biasanya dikaitkan dengan usia atau penyakit sistemik. Namun, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa kesehatan mulut—khususnya kondisi gusi—juga berperan besar.

Peradangan gusi, kedalaman kantong periodontal, serta penumpukan biofilm bakteri dapat memengaruhi fungsi pengecapan dan penciuman. Mediator inflamasi dapat mengganggu kuncup rasa, lapisan plak pada lidah dapat menutupi papila pengecap, dan senyawa sulfur volatil yang dihasilkan bakteri mulut dapat mengubah persepsi bau.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini merupakan studi klinis prospektif yang melibatkan 183 orang dewasa, dibagi menjadi tiga kelompok:

  • Individu dengan kondisi periodontal sehat

  • Pasien dengan gingivitis

  • Pasien dengan periodontitis

Pada awal penelitian, seluruh peserta menjalani pemeriksaan periodontal lengkap. Mereka juga diminta menilai bau mulut, kemampuan mengecap, dan penciuman berdasarkan persepsi pribadi menggunakan visual analog scale (VAS).

Selanjutnya, peserta menerima perawatan periodontal non-bedah. Kelompok sehat dan gingivitis mendapatkan pembersihan profesional, sedangkan kelompok periodontitis menjalani scaling dan root planing. Evaluasi ulang dilakukan setelah empat minggu.

Hasil Utama Penelitian

Periodontitis Berkaitan dengan Gangguan Sensorik

Sebelum perawatan, pasien dengan periodontitis melaporkan bau mulut paling berat dan kemampuan mengecap terendah. Kedalaman kantong periodontal berkorelasi dengan penurunan persepsi rasa, sementara tingginya plak berkaitan dengan bau mulut yang lebih parah.

Indra Perasa Membaik Setelah Perawatan

Setelah perawatan, persepsi rasa meningkat secara signifikan pada semua kelompok, termasuk individu dengan kondisi periodontal sehat. Ini menunjukkan bahwa pengurangan plak dan peradangan—bahkan pada tingkat ringan—dapat memberikan manfaat nyata.

Bau Mulut dan Penciuman Ikut Membaik

Persepsi bau mulut menurun pada seluruh kelompok setelah perawatan. Perbaikan kemampuan penciuman terutama terlihat pada kelompok periodontitis dan kelompok sehat.

Mengapa Perawatan Periodontal Memberi Dampak Luas?

Perawatan periodontal membantu menurunkan peradangan, mengurangi jumlah bakteri, dan menekan produksi senyawa sulfur volatil penyebab bau mulut. Lingkungan mulut yang lebih sehat memungkinkan kuncup pengecap dan sistem penciuman berfungsi lebih optimal.

Penelitian ini juga menekankan pentingnya kebiasaan kebersihan mulut sehari-hari—seperti menyikat gigi secara teratur dan membersihkan lidah—yang berkaitan dengan persepsi rasa yang lebih baik.

Makna Klinis dan Pesan bagi Pasien

Temuan ini menegaskan bahwa penyakit periodontal tidak hanya berdampak pada gigi dan gusi, tetapi juga pada pengalaman sensorik dan kenyamanan sosial pasien. Perawatan periodontal non-bedah memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh pasien, bukan hanya perbaikan klinis yang terlihat.

Kesimpulan

Penyakit periodontal berhubungan dengan penurunan indra perasa dan penciuman serta meningkatnya bau mulut. Perawatan periodontal non-bedah terbukti mampu memperbaiki ketiga aspek tersebut dalam waktu relatif singkat. Menjaga kesehatan gusi berarti menjaga kualitas hidup secara menyeluruh.

Referensi Artikel Asli

Tastan Eroglu, Z., Kalender, M. E., Ucan Yarkac, F., Babayigit, O., & Ozkan Sen, D. (2025).

Impact of non-surgical periodontal therapy on self-perceived halitosis, and the senses of smell and taste: A prospective clinical study.

BMC Oral Health, 25:321.

DOI: 10.1186/s12903-025-05702-2


Carigi Indonesia February 5, 2026
Share this post
Tags
Archive
Saat Menyikat Gigi Dihentikan: Bagaimana Bakteri Mulut Berubah di Awal Gingivitis