Skip to Content

Kunjungan Gigi Pasien Asma Riset MEPS

July 10, 2026 by
Carigi Indonesia

Kunjungan Gigi Pasien Asma Riset MEPS

Kunjungan Gigi Pasien Asma Riset MEPS

Penderita Asma Lebih Sering Butuh Perawatan Gigi, Tapi Masih Kurang Memanfaatkan Perawatan Pencegahan

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kunjungan rutin ke dokter gigi dapat membantu menekan biaya perawatan sekaligus menjaga kesehatan mulut penderita asma.

Asma dikenal sebagai penyakit kronis yang menyerang saluran pernapasan. Namun, tidak banyak orang menyadari bahwa kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut.

Penggunaan obat inhaler, terutama kortikosteroid, dapat menyebabkan mulut kering, meningkatkan risiko gigi berlubang, infeksi jamur di rongga mulut, radang gusi, hingga erosi gigi. Karena itu, penderita asma sebenarnya memerlukan perhatian lebih terhadap kesehatan mulut melalui pemeriksaan gigi secara rutin.

Sayangnya, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Public Health Dentistry menunjukkan bahwa penderita asma justru lebih sering datang ke dokter gigi ketika sudah membutuhkan perawatan, bukan untuk melakukan pencegahan.

Meneliti Lebih dari 21 Ribu Penduduk Amerika Serikat

Penelitian ini menggunakan data Medical Expenditure Panel Survey (MEPS) 2022, sebuah survei kesehatan nasional di Amerika Serikat yang melibatkan 21.405 responden berusia satu tahun ke atas.

Peneliti membandingkan individu yang memiliki riwayat diagnosis asma dengan mereka yang tidak menderita asma. Selain melihat frekuensi kunjungan ke dokter gigi, penelitian juga menghitung besarnya pengeluaran untuk pelayanan kesehatan dan pelayanan kedokteran gigi.

Kunjungan gigi dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

  • kunjungan gigi secara umum;

  • kunjungan preventif, seperti pemeriksaan, pembersihan karang gigi, foto rontgen, aplikasi fluor, atau fissure sealant;

  • kunjungan perawatan, seperti tambal gigi, perawatan saluran akar, operasi mulut, perawatan gusi, hingga pemasangan implan.

Penderita Asma Lebih Banyak Datang Saat Sudah Membutuhkan Perawatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 13,2% populasi memiliki riwayat diagnosis asma.

Secara umum, jumlah orang yang melakukan kunjungan preventif ke dokter gigi masih tergolong rendah, yaitu hanya sekitar 42,3% dari seluruh responden. Sementara itu, pada kelompok penderita asma, kunjungan untuk tindakan perawatan justru lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa asma.

Sebanyak 17,0% penderita asma menjalani perawatan gigi, sedangkan pada kelompok tanpa asma angkanya hanya 14,5%. Perbedaan ini bermakna secara statistik, yang menunjukkan bahwa penderita asma lebih sering membutuhkan tindakan kuratif dibandingkan mereka yang tidak memiliki asma.

Temuan ini mengindikasikan bahwa masalah kesehatan mulut pada penderita asma kemungkinan sudah berkembang hingga memerlukan tindakan perawatan, bukan lagi sekadar pencegahan.

Orang Dewasa dengan Asma Paling Jarang Melakukan Pemeriksaan Pencegahan

Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, anak-anak merupakan kelompok yang paling sering melakukan pemeriksaan gigi preventif.

Sebaliknya, pada kelompok dewasa usia 18–64 tahun yang menderita asma, hanya sekitar 37,2% yang melakukan kunjungan preventif.

Sementara itu, kelompok lanjut usia memiliki angka kunjungan perawatan gigi tertinggi, yaitu mencapai 27,3% pada penderita asma.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin bertambah usia, kebutuhan terhadap tindakan perawatan gigi juga semakin meningkat apabila upaya pencegahan kurang dilakukan sejak awal.

Perawatan Pencegahan Membantu Menghemat Biaya

Salah satu temuan menarik dari penelitian ini adalah hubungan antara jenis kunjungan gigi dengan biaya yang harus dikeluarkan.

Pada penderita asma yang rutin melakukan kunjungan preventif, rata-rata biaya pelayanan kedokteran gigi sekitar US$908.

Sebaliknya, mereka yang datang karena membutuhkan tindakan perawatan menghabiskan rata-rata US$1.678, hampir dua kali lipat lebih besar.

Pola serupa juga terlihat pada seluruh kelompok usia. Selain biaya perawatan gigi yang lebih tinggi, penderita asma secara umum juga memiliki pengeluaran kesehatan keseluruhan yang jauh lebih besar dibandingkan individu tanpa asma.

Hasil ini memperkuat pentingnya pemeriksaan gigi secara rutin sebagai investasi kesehatan yang dapat membantu mencegah penyakit berkembang menjadi lebih berat dan lebih mahal untuk ditangani.

Mengapa Penderita Asma Masih Jarang Berkunjung ke Dokter Gigi?

Peneliti menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat penderita asma untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan gigi.

Di antaranya adalah kurangnya pengetahuan mengenai hubungan antara asma dan kesehatan mulut, kekhawatiran bahwa stres saat perawatan gigi dapat memicu serangan asma, serta kendala biaya dan kondisi sosial ekonomi.

Padahal, sebagian besar masalah kesehatan mulut pada penderita asma dapat dicegah melalui edukasi yang baik, kebiasaan menjaga kebersihan mulut, serta pemeriksaan gigi secara berkala.

Kolaborasi Dokter dan Dokter Gigi Sangat Dibutuhkan

Peneliti menekankan bahwa peningkatan kesehatan mulut pada penderita asma memerlukan kerja sama berbagai profesi kesehatan.

Dokter yang menangani pasien asma perlu memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mulut dan mendorong pasien untuk melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Di sisi lain, dokter gigi juga perlu memahami cara menangani pasien dengan asma secara aman serta membantu mengurangi kecemasan pasien selama perawatan.

Kolaborasi antara dokter, dokter gigi, pasien, dan keluarga diharapkan mampu meningkatkan pemanfaatan pelayanan preventif sehingga kesehatan mulut maupun kesehatan secara keseluruhan dapat terjaga dengan lebih baik.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa penderita asma lebih sering memanfaatkan layanan perawatan gigi dibandingkan layanan pencegahan. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan untuk pelayanan kesehatan maupun pelayanan kedokteran gigi menjadi lebih tinggi.

Meningkatkan kesadaran mengenai hubungan antara asma dan kesehatan mulut, memperbanyak kunjungan preventif, serta memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan merupakan langkah penting untuk mengurangi beban penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup penderita asma.

Referensi

Naavaal S, Mone V. Dental Care Utilization and Expenditures Among Individuals With Asthma. Journal of Public Health Dentistry. 2026;86:152–156. https://doi.org/10.1111/jphd.70026

Carigi Indonesia July 10, 2026
Share this post
Tags
Archive
Hambatan Kunjungan Gigi Ibu Hamil Riset