Kunjungan Gigi Pasien Asma Riset MEPS

Penderita Asma Lebih Sering Butuh Perawatan Gigi, Tapi Masih Kurang Memanfaatkan Perawatan Pencegahan
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kunjungan rutin ke dokter gigi dapat membantu menekan biaya perawatan sekaligus menjaga kesehatan mulut penderita asma.
Asma dikenal sebagai penyakit kronis yang menyerang saluran pernapasan. Namun, tidak banyak orang menyadari bahwa kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut.
Penggunaan obat inhaler, terutama kortikosteroid, dapat menyebabkan mulut kering, meningkatkan risiko gigi berlubang, infeksi jamur di rongga mulut, radang gusi, hingga erosi gigi. Karena itu, penderita asma sebenarnya memerlukan perhatian lebih terhadap kesehatan mulut melalui pemeriksaan gigi secara rutin.
Sayangnya, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of Public Health Dentistry menunjukkan bahwa penderita asma justru lebih sering datang ke dokter gigi ketika sudah membutuhkan perawatan, bukan untuk melakukan pencegahan.
Meneliti Lebih dari 21 Ribu Penduduk Amerika Serikat
Penelitian ini menggunakan data Medical Expenditure Panel Survey (MEPS) 2022, sebuah survei kesehatan nasional di Amerika Serikat yang melibatkan 21.405 responden berusia satu tahun ke atas.
Peneliti membandingkan individu yang memiliki riwayat diagnosis asma dengan mereka yang tidak menderita asma. Selain melihat frekuensi kunjungan ke dokter gigi, penelitian juga menghitung besarnya pengeluaran untuk pelayanan kesehatan dan pelayanan kedokteran gigi.
Kunjungan gigi dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:
kunjungan gigi secara umum;
kunjungan preventif, seperti pemeriksaan, pembersihan karang gigi, foto rontgen, aplikasi fluor, atau fissure sealant;
kunjungan perawatan, seperti tambal gigi, perawatan saluran akar, operasi mulut, perawatan gusi, hingga pemasangan implan.