Skip to Content

Kesehatan Mulut Lansia Healthy Aging

June 7, 2026 by
Carigi Indonesia

Kesehatan Mulut Lansia Healthy Aging

Kesehatan Mulut Lansia Healthy Aging

Kesehatan Mulut dan Penuaan Sehat: Mengapa Merawat Gigi dan Mulut Menjadi Semakin Penting Setelah Usia 65 Tahun

Tantangan Kesehatan yang Sering Terlupakan di Tengah Populasi yang Menua

Dunia sedang menghadapi fenomena penuaan populasi. Jumlah penduduk berusia 65 tahun ke atas diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2050 dibandingkan tahun 2019. Ketika membahas penuaan sehat, perhatian sering kali tertuju pada penyakit jantung, diabetes, atau demensia. Namun, ada satu aspek penting yang masih sering luput dari perhatian, yaitu kesehatan mulut.

Sebuah artikel tinjauan yang diterbitkan dalam Aging Clinical and Experimental Research menyoroti bahwa penyakit mulut termasuk salah satu penyakit tidak menular paling umum di dunia. Kondisi ini memengaruhi miliaran orang dan memberikan beban yang sangat besar pada kelompok lanjut usia.

Masalah seperti karies gigi, penyakit periodontal (penyakit gusi), kehilangan gigi, mulut kering, gangguan menelan, hingga kanker mulut menjadi semakin sering ditemukan seiring bertambahnya usia. Padahal, kesehatan mulut bukan hanya soal gigi yang sehat, tetapi juga berpengaruh terhadap kemampuan makan, berbicara, bersosialisasi, serta menjaga kualitas hidup secara keseluruhan.

Menelusuri Gambaran Kesehatan Mulut pada Lansia

Untuk memahami besarnya masalah ini, para peneliti dari Peking Union Medical College Hospital, Tiongkok, melakukan tinjauan terhadap berbagai penelitian yang dipublikasikan selama sepuluh tahun terakhir.

Mereka menyeleksi lebih dari 6.000 artikel ilmiah dan menelaah secara mendalam 165 studi yang berfokus pada kesehatan mulut pada orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Tujuan utama penelitian ini adalah merangkum prevalensi berbagai masalah kesehatan mulut, mengidentifikasi faktor risiko yang berperan, serta memahami hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan umum pada lansia.

Selain itu, para peneliti juga mengevaluasi berbagai strategi pencegahan yang dapat membantu menjaga kesehatan mulut dan mendukung proses penuaan yang lebih sehat.

Karies Gigi Masih Menjadi Masalah Utama

Salah satu temuan paling mencolok adalah tingginya angka kejadian karies gigi pada kelompok usia lanjut.

Secara global, karies gigi yang tidak diobati masih menjadi penyakit mulut paling umum. Analisis yang dikutip dalam artikel menunjukkan bahwa hampir setengah dari populasi dewasa dan lansia mengalami karies gigi, dengan beban tertinggi ditemukan pada kelompok usia 65–74 tahun.

Di beberapa negara, angkanya bahkan lebih tinggi. Survei Kesehatan Mulut Nasional keempat di Tiongkok melaporkan bahwa 98% penduduk usia 65–74 tahun pernah mengalami karies gigi, dan sebagian besar kasus tersebut belum mendapatkan perawatan.

Meskipun layanan kesehatan gigi telah berkembang dalam beberapa dekade terakhir, karies masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan mulut lansia di berbagai belahan dunia.

Penyakit Gusi dan Kehilangan Gigi Masih Banyak Ditemukan

Selain karies, penyakit periodontal atau penyakit gusi juga menjadi masalah serius.

Penelitian menunjukkan bahwa periodontitis berat memengaruhi sekitar satu miliar orang di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, sekitar 70% orang berusia 65 tahun ke atas mengalami periodontitis dalam berbagai tingkat keparahan.

Jika tidak ditangani, penyakit gusi dapat menyebabkan kehilangan gigi. Kehilangan gigi bukan hanya berdampak pada penampilan, tetapi juga memengaruhi kemampuan mengunyah makanan, status gizi, serta rasa percaya diri seseorang.

Berbagai studi yang dirangkum dalam artikel menunjukkan bahwa jumlah gigi alami cenderung menurun seiring bertambahnya usia, dan risiko kehilangan seluruh gigi masih cukup tinggi di banyak negara.

Lebih dari Sekadar Gigi: Mulut Kering, Gangguan Menelan, dan Kanker Mulut

Tinjauan ini juga menyoroti sejumlah masalah kesehatan mulut yang sering kurang mendapat perhatian.

Salah satunya adalah mulut kering atau xerostomia. Kondisi ini terjadi ketika produksi air liur berkurang sehingga dapat menyulitkan seseorang untuk makan, berbicara, maupun menelan. Selain itu, mulut kering juga meningkatkan risiko kerusakan gigi dan infeksi rongga mulut.

Gangguan menelan (dysphagia) juga cukup sering terjadi pada lansia. Berbagai penelitian menunjukkan prevalensinya berkisar antara 9% hingga lebih dari 30%, tergantung pada populasi yang diteliti. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko malnutrisi, dehidrasi, hingga pneumonia akibat aspirasi.

Selain itu, kanker mulut masih menjadi masalah kesehatan global yang penting. Ratusan ribu kasus baru didiagnosis setiap tahun, dengan faktor risiko utama berupa konsumsi tembakau, alkohol, serta kebiasaan mengunyah pinang atau areca nut.

Kesehatan Mulut dan Kesehatan Tubuh Saling Berkaitan

Salah satu pesan terpenting dari artikel ini adalah bahwa kesehatan mulut dan kesehatan tubuh tidak dapat dipisahkan.

Berbagai penelitian menunjukkan hubungan antara penyakit mulut dengan penyakit jantung, diabetes, gangguan pernapasan, serta gangguan metabolik lainnya. Penyakit periodontal diketahui memiliki keterkaitan biologis dengan berbagai penyakit kronis tersebut.

Penelitian juga menunjukkan bahwa perawatan kebersihan mulut yang baik dapat membantu menurunkan risiko pneumonia aspirasi, yaitu infeksi paru yang sering terjadi pada lansia.

Hubungan ini bersifat dua arah. Penyakit kronis dapat memperburuk kesehatan mulut, sementara masalah kesehatan mulut juga dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan sistemik.

Berhubungan dengan Kerapuhan Fisik, Depresi, dan Penurunan Fungsi Kognitif

Bukti ilmiah yang semakin berkembang menunjukkan bahwa kesehatan mulut juga berkaitan dengan berbagai kondisi yang sering muncul pada usia lanjut.

Lansia dengan kesehatan mulut yang buruk lebih rentan mengalami malnutrisi, kelemahan otot (sarcopenia), penurunan kemampuan fisik, dan sindrom frailty atau kerapuhan.

Tidak hanya itu, beberapa penelitian menemukan hubungan antara masalah kesehatan mulut dengan meningkatnya risiko depresi dan kecemasan.

Peneliti juga menemukan bukti bahwa kehilangan gigi berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kognitif dan demensia. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa setiap kehilangan satu gigi dapat sedikit meningkatkan risiko penurunan fungsi kognitif di kemudian hari.

Walaupun mekanisme pastinya masih terus diteliti, temuan ini semakin memperkuat pentingnya menjaga kesehatan mulut sebagai bagian dari upaya mempertahankan kualitas hidup pada usia lanjut.

Mengapa Lansia Lebih Rentan Mengalami Masalah Kesehatan Mulut?

Artikel ini menjelaskan bahwa kerentanan tersebut dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis dan sosial.

Proses penuaan secara alami dapat menurunkan fungsi sistem imun, mengurangi produksi air liur, mengubah keseimbangan mikrobiota mulut, serta memperlambat proses penyembuhan jaringan. Perubahan-perubahan ini membuat lansia lebih mudah mengalami infeksi dan penyakit mulut.

Di sisi lain, faktor sosial dan perilaku juga berperan penting. Kesepian, isolasi sosial, pola makan yang kurang baik, kebersihan mulut yang tidak optimal, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta penggunaan banyak obat secara bersamaan (polypharmacy) dapat memperburuk kondisi kesehatan mulut.

Kabar baiknya, sebagian besar faktor tersebut masih dapat dimodifikasi melalui intervensi yang tepat.

Pencegahan Menjadi Kunci Utama

Meskipun berbagai tantangan tersebut cukup besar, para peneliti menegaskan bahwa banyak masalah kesehatan mulut sebenarnya dapat dicegah.

Pemeriksaan gigi secara rutin, menyikat gigi dengan benar minimal dua kali sehari, penggunaan benang gigi, serta konsumsi makanan bergizi seimbang tetap menjadi langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan mulut.

Berbagai program kesehatan masyarakat di Jepang, Tiongkok, dan Australia juga menunjukkan bahwa edukasi kesehatan mulut dan intervensi perilaku dapat meningkatkan kesehatan periodontal serta kualitas hidup lansia secara signifikan.

Para peneliti juga menyoroti konsep oral frailty atau kerapuhan fungsi mulut, yaitu penurunan kemampuan rongga mulut yang terjadi secara bertahap akibat proses penuaan. Deteksi dini kondisi ini dinilai penting untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih luas.

Menjadikan Kesehatan Mulut Sebagai Bagian dari Penuaan Sehat

Penulis menyimpulkan bahwa kesehatan mulut tidak boleh lagi dipandang sebagai aspek kesehatan yang terpisah dari kesehatan umum.

Karies gigi, penyakit periodontal, kehilangan gigi, mulut kering, gangguan menelan, dan kanker mulut merupakan masalah yang sangat umum pada lansia. Kondisi-kondisi tersebut berkaitan erat dengan status gizi, kesehatan fisik, kesehatan mental, kemampuan fungsional, dan kualitas hidup.

Karena itu, integrasi layanan kesehatan mulut ke dalam perawatan geriatri yang komprehensif menjadi langkah penting untuk mendukung penuaan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan lansia di masa depan.

Referensi

Huang X, Kang L, Bi J. Epidemiology of oral health in older adults aged 65 or over: prevalence, risk factors and prevention. Aging Clinical and Experimental Research. 2025;37:193. https://doi.org/10.1007/s40520-025-03110-8


Carigi Indonesia June 7, 2026
Share this post
Tags
Archive
Dosis Antibiotik Pasien Osteoporosis