Skip to Content

Kelainan Gigi Langka & Diagnosis CBCT

May 12, 2026 by
Carigi Indonesia

Kelainan Gigi Langka & Diagnosis CBCT

Kelainan Gigi Langka & Diagnosis CBCT

Ketika Satu Sisi Rahang Menyimpan Banyak Kelainan Gigi Langka

Temuan Tak Biasa di Balik Pemeriksaan Gigi Rutin

Terkadang, pemeriksaan gigi rutin dapat mengungkap sesuatu yang jauh lebih mengejutkan dari yang diperkirakan.

Sebuah laporan kasus terbaru yang dipublikasikan di Cureus menggambarkan kombinasi kelainan gigi yang sangat langka pada seorang wanita sehat berusia 22 tahun. Keunikan kasus ini bukan hanya karena adanya satu kelainan gigi yang jarang ditemukan, tetapi karena beberapa anomali muncul bersamaan pada sisi yang sama di rahang atas pasien.

Pasien tersebut diketahui memiliki:

  • Gigi molar atas berukuran sangat besar (macrodontia)

  • Molar pertama rahang atas dengan hanya satu akar dan satu saluran akar

  • Gigi tambahan yang tumbuh tersembunyi (distomolar)

  • Kista dentigerous tahap awal di sekitar gigi tambahan tersebut

Menurut peneliti, kombinasi kelainan seperti ini belum pernah dilaporkan sebelumnya dalam literatur kedokteran gigi.

Memahami Kelainan Gigi yang Ditemukan

Kelainan perkembangan gigi dapat terjadi selama proses pembentukan gigi berlangsung. Kelainan tersebut dapat memengaruhi ukuran gigi, jumlah gigi, bentuk akar, hingga jumlah saluran akar.

Pada kasus ini, beberapa kelainan muncul secara bersamaan.

Macrodontia: Ketika Gigi Tumbuh Lebih Besar dari Normal

Molar pertama kiri rahang atas pasien tampak jauh lebih besar dibanding ukuran normal dan memiliki sekitar delapan cusp atau tonjol gigi. Kondisi ini disebut macrodontia, yaitu pembesaran abnormal pada gigi.

Macrodontia sendiri tergolong jarang dan kadang berkaitan dengan gangguan genetik atau hormonal tertentu. Namun pada kasus ini, pasien tidak menunjukkan tanda-tanda sindrom maupun penyakit sistemik lainnya.

Molar Rahang Atas dengan Hanya Satu Akar

Biasanya, molar pertama rahang atas memiliki tiga akar dan beberapa saluran akar. Namun hasil pemeriksaan radiografi pada pasien ini menunjukkan sesuatu yang sangat tidak biasa: gigi molar berukuran besar tersebut hanya memiliki satu akar dan satu saluran akar saja.

Selain itu, gigi juga memiliki pulp stone serta banyak pulp horn, yang membuat kasus ini menjadi semakin langka.

Peneliti menyebutkan bahwa hingga saat ini, kurang dari 20 kasus molar pertama rahang atas dengan satu akar dan satu saluran akar pernah dilaporkan di dunia, dan belum ada yang disertai macrodontia serta multiple cusp seperti kasus ini.

Gigi Tambahan yang Tersembunyi di Belakang Molar

Pemeriksaan lebih lanjut menggunakan radiografi panoramik dan CBCT juga menemukan adanya gigi tambahan yang impaksi di belakang area gigi molar terakhir.

Gigi tambahan ini disebut distomolar, yaitu gigi supernumerary yang tumbuh di belakang molar terakhir.

Yang lebih menarik, di sekitar gigi tersebut ditemukan area radiolusen yang mengarah pada pembentukan awal kista dentigerous.

Kista dentigerous merupakan salah satu kista odontogenik yang cukup sering ditemukan dan dapat berkembang secara perlahan hingga menyebabkan:

  • Kerusakan tulang

  • Pergeseran gigi

  • Gangguan sinus

  • Infeksi

Meski kista pada gigi supernumerary pernah dilaporkan sebelumnya, kasus di area posterior rahang atas seperti ini sangat jarang ditemukan.

Peran Penting CBCT dalam Diagnosis

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam laporan ini adalah pentingnya teknologi pencitraan modern dalam mendiagnosis kelainan gigi kompleks.

Pemeriksaan cone-beam computed tomography (CBCT) membantu dokter melihat secara jelas:

  • Bentuk akar dan saluran akar tunggal

  • Multiple cusp dan pulp horn

  • Posisi distomolar impaksi

  • Kista yang sedang berkembang

  • Perubahan pada tulang dan area sinus di sekitarnya

Peneliti menegaskan bahwa CBCT memberikan gambaran tiga dimensi yang jauh lebih detail dibanding radiografi konvensional sehingga sangat membantu dalam menentukan diagnosis dan rencana perawatan secara lebih akurat.

Apa Rencana Perawatannya?

Tim dokter merencanakan beberapa tindakan, yaitu:

  • Pencabutan molar pertama yang abnormal

  • Pengangkatan kista secara bedah

  • Pemasangan implan gigi di area tersebut di masa mendatang

Namun pasien memilih menunda tindakan karena alasan pekerjaan dan dijadwalkan menjalani evaluasi rutin setiap enam bulan.

Dokter juga menjelaskan bahwa bila dibiarkan terlalu lama, kista dapat membesar dan menyebabkan kerusakan tulang maupun gangguan pada sinus maksilaris.

Mengapa Kasus Ini Penting?

Walaupun sangat jarang, kelainan perkembangan gigi dapat menimbulkan tantangan besar dalam diagnosis maupun perawatan.

Anatomi gigi yang tidak biasa dapat mempersulit:

  • Perawatan saluran akar

  • Pencabutan gigi

  • Perencanaan ortodonti

  • Pemasangan implan

  • Tindakan bedah mulut

Kasus ini juga menunjukkan bahwa banyak kelainan gigi tidak menimbulkan gejala dan baru ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan radiografi rutin dilakukan.

Bagi dokter gigi, mengenali variasi anatomi seperti ini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan menentukan perawatan yang tepat.

Kesimpulan

Laporan kasus ini mendokumentasikan kombinasi kelainan gigi yang sangat langka pada satu sisi rahang atas seorang pasien muda yang sehat. Pasien memiliki molar pertama rahang atas berukuran besar dengan satu akar dan satu saluran akar, disertai distomolar impaksi yang berhubungan dengan pembentukan awal kista dentigerous.

Peneliti menyimpulkan bahwa evaluasi radiografi yang teliti — terutama dengan bantuan CBCT — sangat penting untuk mendeteksi variasi anatomi gigi dan kelainan tersembunyi yang mungkin tidak terlihat secara klinis.

Kasus seperti ini menjadi pengingat bahwa bahkan pemeriksaan gigi rutin sekalipun dapat mengungkap variasi anatomi yang sangat langka dan kompleks.

Referensi

Christy AW, Raja Devathambi JT, Kothai Nachiyar S. Multiple Dental Anomalies on the Same Side of the Arch in a Single Individual: An Unusual Occurrence. Cureus. 2025;17(10):e94095.

DOI: 10.7759/cureus.94095

Carigi Indonesia May 12, 2026
Share this post
Tags
Archive
Obat Kumur & Kawat Ortodonti