Skip to Content

Kecemasan Cabut Gigi & Solusinya

May 5, 2026 by
Carigi Indonesia

Kecemasan Cabut Gigi & Solusinya

Kecemasan Cabut Gigi & Solusinya

Kenapa Cabut Gigi Terasa Menakutkan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Memahami Kecemasan Pasien di Klinik Gigi

Bagi banyak orang, cabut gigi bukan sekadar prosedur medis, tetapi juga pengalaman yang menimbulkan rasa cemas. Suara alat, bayangan rasa sakit, hingga suasana klinik dapat memicu apa yang dikenal sebagai dental anxiety atau kecemasan terhadap perawatan gigi.

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Medical Science Monitor mencoba memahami bagaimana tingkat kecemasan pasien berubah sebelum dan sesudah pencabutan gigi, serta siapa yang paling merasakannya.

Kenapa Kecemasan Dental Penting?

Kecemasan dalam perawatan gigi dapat berdampak langsung pada kualitas pelayanan. Kondisi ini dapat:

  • Menyulitkan prosedur bagi dokter

  • Meningkatkan stres pada pasien maupun tenaga kesehatan

  • Membuat pasien menunda atau menghindari perawatan

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kecemasan dental cukup umum terjadi, namun masih terbatas studi yang membandingkan kondisi sebelum dan sesudah tindakan, terutama berdasarkan faktor usia dan jenis kelamin.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini melibatkan 400 pasien yang menjalani pencabutan gigi.

Tingkat kecemasan diukur pada dua waktu:

  • Sebelum tindakan (preoperatif)

  • Segera setelah tindakan (postoperatif)

Penilaian dilakukan menggunakan tiga instrumen:

  • DAS (Dental Anxiety Scale) untuk kecemasan terkait perawatan gigi

  • STAI-S (State Anxiety) untuk kecemasan situasional

  • STAI-T (Trait Anxiety) untuk kecemasan sebagai karakter individu

Selain itu, pasien dikelompokkan berdasarkan usia dan jenis kelamin untuk melihat perbedaan pola kecemasan.

Hasil Utama: Kecemasan Menurun Setelah Prosedur

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan menurun setelah pencabutan gigi dilakukan.

  • Skor kecemasan dental (DAS) menurun sekitar 12,5 persen

  • Kecemasan situasional (STAI-S) menurun sekitar 5 persen

  • Kecemasan jangka panjang (STAI-T) relatif tidak berubah

Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar kecemasan berasal dari fase sebelum tindakan, terutama karena antisipasi terhadap prosedur.

Siapa yang Paling Mengalami Kecemasan?

Perempuan Cenderung Lebih Cemas

Penelitian menemukan bahwa pasien perempuan memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, baik sebelum maupun sesudah tindakan.

Hal ini dapat berkaitan dengan perbedaan persepsi terhadap rasa sakit maupun cara mengekspresikan emosi.

Pasien Usia Muda Lebih Rentan

Kelompok usia juga menunjukkan perbedaan yang jelas:

  • Remaja memiliki tingkat kecemasan tertinggi

  • Lansia memiliki tingkat kecemasan terendah

Pasien yang lebih muda kemungkinan belum memiliki pengalaman atau strategi coping yang cukup, sedangkan pasien yang lebih tua cenderung lebih mampu mengelola kecemasan.

Implikasi untuk Pelayanan Kedokteran Gigi

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan terhadap pasien perlu disesuaikan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Memberikan penjelasan yang jelas sebelum tindakan

  • Meningkatkan komunikasi untuk mengurangi ketidakpastian

  • Memberikan perhatian lebih pada kelompok remaja dan perempuan

Pendekatan yang tepat dapat membantu meningkatkan kenyamanan pasien dan mempermudah proses perawatan.

Kesimpulan

Kecemasan pada prosedur cabut gigi merupakan hal yang umum terjadi, terutama sebelum tindakan dilakukan. Namun, kecemasan ini cenderung menurun setelah prosedur selesai.

Penelitian ini menegaskan bahwa usia dan jenis kelamin berperan dalam tingkat kecemasan pasien. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan yang lebih efektif dan berfokus pada kenyamanan pasien.

Referensi

Köse NS, Tekin G, Çalışkan G, et al. Comparison of Preoperative and Postoperative Anxiety Levels in Patients Undergoing Tooth Extraction. Medical Science Monitor. 2025;31:e949360.

DOI: https://doi.org/10.12659/MSM.949360


Carigi Indonesia May 5, 2026
Share this post
Tags
Archive
Bruxism pada Bayi: Normal atau Bahaya?