Skip to Content

Kebiasaan Kesehatan Mulut Lansia Diabetes

August 4, 2026 by
Carigi Indonesia

Kebiasaan Kesehatan Mulut Lansia Diabetes

Kebiasaan Kesehatan Mulut Lansia Diabetes

Matahari, Dukungan Keluarga, dan Kepercayaan Diri: Tiga Kunci Menjaga Kesehatan Mulut Lansia dengan Diabetes

Kesehatan Mulut Ternyata Berperan Penting dalam Pengelolaan Diabetes

Bagi banyak orang, diabetes identik dengan pengaturan gula darah, pola makan, dan konsumsi obat. Namun, ada satu aspek yang sering terabaikan, yaitu kesehatan mulut.

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit gusi, infeksi mulut, hingga kehilangan gigi. Sebaliknya, masalah kesehatan mulut juga dapat memperburuk pengendalian kadar gula darah. Hubungan keduanya bersifat dua arah sehingga menjaga kesehatan mulut menjadi bagian penting dalam pengelolaan diabetes secara menyeluruh.

Sebuah penelitian terbaru dari Shanghai, China, mencoba menjawab pertanyaan penting: apa saja faktor yang membuat lansia dengan diabetes lebih mampu menjaga kesehatan mulutnya?

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini melibatkan 353 pasien diabetes tipe 2 berusia 60 tahun atau lebih yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit dan pusat layanan kesehatan masyarakat di Shanghai. Para peserta diminta mengisi berbagai kuesioner mengenai:

  • pengetahuan tentang kesehatan mulut,

  • kemampuan memahami informasi kesehatan gigi (oral health literacy),

  • dukungan sosial dari keluarga maupun lingkungan,

  • rasa percaya diri dalam merawat kesehatan mulut (self-efficacy),

  • keyakinan terhadap pentingnya kesehatan mulut,

  • kondisi depresi,

  • serta kebiasaan menjaga kesehatan mulut sehari-hari.

Peneliti kemudian menganalisis hubungan antar faktor tersebut menggunakan model COM-B (Capability, Opportunity, Motivation, Behavior), yaitu kerangka yang menjelaskan bahwa suatu perilaku dipengaruhi oleh tiga komponen utama:

  • Capability (kemampuan), seperti pengetahuan dan pemahaman.

  • Opportunity (kesempatan), misalnya dukungan dari lingkungan sekitar.

  • Motivation (motivasi), termasuk keyakinan, kepercayaan diri, dan kondisi psikologis.

Perilaku Menjaga Kesehatan Mulut Masih Perlu Ditingkatkan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku menjaga kesehatan mulut pada lansia penderita diabetes berada pada tingkat sedang, sehingga masih memiliki ruang untuk ditingkatkan.

Menariknya, peserta relatif lebih rutin melakukan kebersihan mulut sehari-hari, seperti menyikat gigi. Namun mereka masih kurang aktif melakukan pengelolaan kondisi mulut, misalnya memeriksakan diri ke dokter gigi secara rutin ketika muncul masalah.

Pengetahuan Saja Tidak Cukup

Salah satu temuan penting penelitian ini adalah bahwa pengetahuan mengenai kesehatan mulut memang berpengaruh, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang benar-benar menerapkan kebiasaan sehat.

Semakin baik seseorang memahami kesehatan mulut dan hubungan antara diabetes dengan penyakit mulut, semakin besar kemungkinan ia melakukan perawatan mulut secara benar. Namun, efek tersebut menjadi lebih kuat apabila dibarengi dengan rasa percaya diri bahwa dirinya mampu melakukan perawatan tersebut secara konsisten.

Dengan kata lain, edukasi kesehatan tidak cukup hanya memberikan informasi. Edukasi juga perlu membantu pasien merasa mampu menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan Keluarga Memberikan Dampak Nyata

Penelitian ini juga menemukan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap perilaku menjaga kesehatan mulut.

Keluarga, teman, maupun lingkungan dapat memberikan dorongan emosional, bantuan praktis, hingga dukungan finansial yang membuat lansia lebih mudah menjalani pemeriksaan gigi dan menjaga kebersihan mulut secara rutin.

Selain itu, dukungan sosial juga membantu menurunkan risiko depresi, yang pada akhirnya ikut memperbaiki perilaku menjaga kesehatan mulut.

Temuan ini memperlihatkan bahwa keberhasilan menjaga kesehatan mulut bukan hanya tanggung jawab pasien, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya.

Kondisi Psikologis Tidak Boleh Diabaikan

Penelitian ini menunjukkan bahwa depresi berkaitan dengan perilaku kesehatan mulut yang lebih buruk.

Lansia yang mengalami depresi cenderung memiliki motivasi lebih rendah untuk merawat diri, termasuk menjaga kebersihan mulut maupun memeriksakan kondisi gigi ke dokter. Depresi juga dapat menurunkan rasa percaya diri dalam melakukan perawatan kesehatan sehari-hari.

Artinya, pendekatan kesehatan mulut pada penderita diabetes tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga perlu memperhatikan kesehatan mental pasien.

Apa Arti Temuan Ini?

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menyarankan agar tenaga kesehatan tidak hanya memberikan edukasi mengenai cara menyikat gigi atau penyakit gusi.

Program kesehatan mulut bagi lansia dengan diabetes sebaiknya juga mencakup:

  • edukasi rutin mengenai hubungan diabetes dan kesehatan mulut,

  • pelatihan keterampilan menjaga kebersihan mulut,

  • keterlibatan keluarga dalam mendampingi pasien,

  • peningkatan akses terhadap layanan kesehatan gigi,

  • serta dukungan psikologis bagi pasien yang mengalami stres atau depresi.

Pendekatan yang menyeluruh seperti ini dinilai lebih berpotensi meningkatkan kebiasaan menjaga kesehatan mulut sekaligus membantu pengelolaan diabetes dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku menjaga kesehatan mulut pada lansia dengan diabetes dipengaruhi oleh kombinasi berbagai faktor, bukan hanya pengetahuan semata.

Kemampuan memahami informasi kesehatan, dukungan keluarga dan lingkungan, rasa percaya diri dalam merawat diri, keyakinan terhadap pentingnya kesehatan mulut, serta kondisi psikologis bekerja bersama-sama membentuk perilaku sehari-hari.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengelolaan diabetes tidak hanya bergantung pada obat dan pengendalian gula darah, tetapi juga pada perhatian terhadap kesehatan mulut serta dukungan sosial dan psikologis yang memadai.

Referensi

Fan S, Gu Y. Factors associated with oral health behaviors of older diabetic patients in Shanghai, China: a structural equation modeling analysis based on the COM-B model. Frontiers in Public Health. 2026;14:1823813. https://doi.org/10.3389/fpubh.2026.1823813

Carigi Indonesia August 4, 2026
Share this post
Tags
Archive
Efektivitas Metode Six Thinking Hats Patologi Mulut