Skip to Content

Kartun vs Komunikasi Klasik: Atasi Kecemasan Anak Cabut Gigi

March 3, 2026 by
Carigi Indonesia

Kartun vs Komunikasi Klasik: Atasi Kecemasan Anak Cabut Gigi

Kartun vs Komunikasi Klasik: Atasi Kecemasan Anak Cabut Gigi

Studi Komparatif Menunjukkan Kekuatan Distraksi Audio-Visual dalam Kedokteran Gigi Anak

Kecemasan terhadap perawatan gigi adalah hal yang sangat umum terjadi pada anak-anak. Suara bor gigi, jarum suntik anestesi, serta lingkungan klinik yang asing sering kali memicu rasa takut—terutama pada kunjungan pertama.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Bioinformation membandingkan dua teknik manajemen perilaku yang sering digunakan dalam kedokteran gigi anak, yaitu Tell-Show-Do (TSD) dan Audio-Visual Distraction (AVD), untuk mengetahui mana yang lebih efektif dalam menurunkan kecemasan saat pencabutan gigi sulung.

Mengapa Kecemasan Anak Perlu Dikelola?

Respons anak terhadap perawatan gigi sangat bervariasi. Ada yang kooperatif sejak awal, tetapi tidak sedikit yang menunjukkan ketakutan atau penolakan.

Kecemasan dapat dipicu oleh:

  • Suara alat dental seperti handpiece dan suction

  • Ketakutan terhadap rasa sakit atau suntikan

  • Lingkungan klinik yang belum familiar

  • Tidak adanya pengalaman perawatan gigi sebelumnya

Karena itu, teknik manajemen perilaku non-farmakologis semakin dipilih oleh dokter gigi, terutama untuk menghindari pendekatan yang bersifat aversif.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini menggunakan desain randomized controlled trial dengan melibatkan 40 anak usia 4–8 tahun yang datang untuk pertama kali ke dokter gigi dan memerlukan pencabutan gigi sulung.

Anak-anak dibagi secara acak menjadi dua kelompok:

Kelompok A: Tell-Show-Do (TSD)

  • Tell: Dokter menjelaskan prosedur dengan bahasa sederhana sesuai usia anak.

  • Show: Alat-alat ditunjukkan tanpa digunakan.

  • Do: Prosedur dilakukan sesuai penjelasan, dengan suasana tenang dan penuh dukungan.

Kelompok B: Audio-Visual Distraction (AVD)

  • Anak menggunakan headphone yang terhubung ke ponsel.

  • Mereka menonton kartun atau mendengarkan musik selama prosedur.

  • Tujuannya adalah mengalihkan perhatian dari proses pencabutan gigi dan suara alat dental.

Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah tindakan menggunakan Venham’s Picture Test, yaitu metode bergambar yang membantu anak menunjukkan apakah mereka merasa cemas atau tidak.

Apa Hasilnya?

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang jelas.

🔹 Tell-Show-Do: Penurunan Ringan

Kelompok TSD mengalami penurunan kecemasan, tetapi secara statistik tidak signifikan.

🔹 Audio-Visual Distraction: Penurunan Signifikan

Kelompok AVD menunjukkan penurunan kecemasan yang signifikan secara statistik setelah prosedur.

Ketika dibandingkan langsung, kelompok AVD memiliki tingkat kecemasan pasca-perawatan yang jauh lebih rendah dibanding kelompok TSD.

Mengapa Distraksi Audio-Visual Lebih Efektif?

Peneliti menjelaskan beberapa kemungkinan alasan:

  • AVD melibatkan dua indera sekaligus (penglihatan dan pendengaran).

  • Kartun dan musik membantu anak fokus sepenuhnya pada hiburan.

  • Suara alat dental dapat tertutupi oleh audio dari headphone.

  • Anak menjadi lebih teralihkan sehingga tidak terlalu memperhatikan prosedur.

Sebaliknya, meskipun TSD membantu anak memahami prosedur, anak tetap terpapar suara dan sensasi tindakan dental.

Implikasi untuk Praktik Kedokteran Gigi Anak

Kedua teknik tetap memiliki nilai penting. Tell-Show-Do membantu membangun kepercayaan dan pemahaman anak terhadap prosedur.

Namun, penelitian ini menunjukkan bahwa distraksi audio-visual dapat menjadi strategi yang lebih efektif, terutama untuk prosedur invasif seperti pencabutan gigi.

Meski demikian, peneliti menekankan bahwa:

  • Setiap anak memiliki karakter dan tingkat kecemasan berbeda.

  • Ketersediaan teknologi dan biaya dapat menjadi pertimbangan di klinik kecil.

  • Penelitian lanjutan diperlukan untuk melihat pengaruh faktor usia, budaya, dan pengalaman sebelumnya.

Gambaran Lebih Luas

Prevalensi kecemasan dental pada anak dilaporkan berkisar antara 5% hingga 33% di berbagai negara. Pengalaman pertama yang negatif dapat membentuk sikap anak terhadap perawatan gigi hingga dewasa.

Dengan menggunakan teknik manajemen perilaku yang tepat, dokter gigi tidak hanya mengurangi kecemasan sesaat, tetapi juga membangun pengalaman dental yang positif untuk jangka panjang.

Kesimpulan

Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi manajemen perilaku dalam kedokteran gigi anak. Meskipun Tell-Show-Do tetap menjadi teknik dasar yang efektif, Audio-Visual Distraction terbukti lebih unggul dalam menurunkan kecemasan saat pencabutan gigi sulung.

Integrasi teknik distraksi audio-visual dalam praktik klinis dapat meningkatkan kenyamanan anak serta mendukung pengalaman perawatan gigi yang lebih positif.

Referensi

Bhowmick S, Bajana P, Patel KS, Sharma K, Varshini RA, Srija K, Surana P.

Impact of tell show do and audio-visual distraction techniques on pediatric dental anxiety: A comparative study.

Bioinformation. 2025;21(7):2221–2225.

DOI: https://doi.org/10.6026/973206300212221


Carigi Indonesia March 3, 2026
Share this post
Tags
Archive
Tantangan Pendidikan Kedokteran Gigi Anak & Pilihan Karier