Skip to Content

Karies Gigi & Risiko Stunting Anak

June 30, 2026 by
Carigi Indonesia

Karies Gigi & Risiko Stunting Anak

Karies Gigi & Risiko Stunting Anak

Gigi Berlubang Ternyata Bisa Memengaruhi Pertumbuhan Anak, Benarkah?

Penelitian Baru Ungkap Hubungan Karies Gigi, Mikrobiota Usus, dan Risiko Stunting

Selama ini, gigi berlubang pada anak sering dianggap hanya sebagai masalah kesehatan mulut. Padahal, penelitian terbaru menunjukkan bahwa dampaknya bisa jauh lebih luas. Karies gigi ternyata berpotensi memengaruhi pertumbuhan anak dan meningkatkan risiko terjadinya stunting.

Penelitian yang dipublikasikan dalam BMC Microbiology tahun 2026 menemukan adanya hubungan antara kesehatan gigi, bakteri di dalam usus, dan proses pertumbuhan tubuh anak.

Dua Masalah Besar yang Sering Terjadi Bersamaan

Di banyak negara, termasuk Indonesia, dua masalah kesehatan anak masih menjadi perhatian besar, yaitu:

  • Karies gigi, yang merupakan salah satu penyakit paling umum pada anak.

  • Stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh akibat gangguan pertumbuhan kronis sehingga tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan usianya.

Para peneliti menilai bahwa kedua kondisi ini memiliki beberapa faktor risiko yang sama, seperti pola makan yang kurang baik, kebiasaan hidup yang tidak sehat, dan kurangnya perhatian terhadap kesehatan anak. Namun, hubungan biologis di antara keduanya masih belum banyak dipahami.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini melibatkan 66 anak usia 4–12 tahun. Para peneliti mengumpulkan berbagai data, antara lain:

  • Kebiasaan menyikat gigi dan pola makan;

  • Kondisi kesehatan gigi dan mulut;

  • Tinggi dan berat badan;

  • Sampel plak gigi dan feses untuk menganalisis bakteri di mulut dan usus;

  • Sampel darah pada beberapa anak dengan karies berat untuk melihat perubahan metabolisme tubuh.

Dengan menggunakan teknologi analisis DNA bakteri dan metabolomik, para peneliti mencoba memahami bagaimana gigi berlubang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Kebiasaan Sehari-hari Berpengaruh pada Risiko Karies

Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kebiasaan sangat berkaitan dengan terjadinya gigi berlubang, yaitu:

  • Jarang menyikat gigi;

  • Tidak menggunakan pasta gigi berfluorida;

  • Sering mengonsumsi makanan atau minuman manis.

Anak-anak dengan kebiasaan tersebut memiliki risiko karies yang lebih tinggi dibandingkan anak yang menjaga kebersihan gigi dan membatasi konsumsi gula.

Semakin Banyak Gigi Berlubang, Risiko Gangguan Pertumbuhan Meningkat

Salah satu temuan penting penelitian ini adalah adanya hubungan antara jumlah gigi berlubang dengan tinggi badan anak.

Peneliti menemukan bahwa semakin tinggi tingkat keparahan karies, semakin rendah skor pertumbuhan tinggi badan anak berdasarkan usianya (height-for-age Z-score). Temuan ini menunjukkan bahwa karies gigi mungkin menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap risiko stunting.

Dari Mulut ke Usus: Perjalanan Bakteri yang Tidak Terduga

Penelitian ini juga menemukan bahwa perubahan bakteri di rongga mulut akibat karies dapat memengaruhi komposisi bakteri di dalam usus.

Pada anak dengan karies berat, ditemukan peningkatan beberapa kelompok bakteri tertentu di usus, seperti:

  • Dialister,

  • Megasphaera,

  • Agathobacter.

Perubahan keseimbangan bakteri usus ini diduga memengaruhi berbagai proses metabolisme yang penting bagi pertumbuhan anak.

Dengan kata lain, masalah yang dimulai dari gigi ternyata dapat berdampak hingga ke sistem pencernaan.

Perubahan Zat Penting untuk Pertumbuhan

Peneliti juga menemukan bahwa anak dengan karies berat memiliki kadar beberapa jenis fosfolipid dalam darah yang lebih rendah.

Fosfolipid merupakan komponen penting dalam tubuh yang berperan dalam:

  • pembentukan membran sel,

  • metabolisme,

  • perkembangan tulang,

  • pertumbuhan jaringan.

Kadar fosfolipid yang rendah diketahui berkaitan dengan pertumbuhan tinggi badan yang kurang optimal.

Temuan ini menunjukkan adanya kemungkinan jalur biologis: karies gigi → perubahan bakteri mulut → gangguan bakteri usus → perubahan metabolisme → peningkatan risiko stunting.

Apa Maknanya bagi Orang Tua dan Tenaga Kesehatan?

Penelitian ini mengingatkan bahwa menjaga kesehatan gigi anak bukan sekadar mencegah sakit gigi atau kerusakan gigi semata. Perawatan gigi yang baik juga dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan.

Kebiasaan sederhana seperti:

  • menyikat gigi dua kali sehari,

  • menggunakan pasta gigi berfluorida,

  • membatasi konsumsi gula,

  • serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin,

mungkin memiliki manfaat yang lebih besar daripada yang selama ini diperkirakan.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang erat antara karies gigi dan risiko stunting pada anak. Gigi berlubang tidak hanya berdampak pada kesehatan mulut, tetapi juga dapat mengubah keseimbangan bakteri usus dan metabolisme tubuh yang berperan dalam proses pertumbuhan.

Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan, temuan ini memperkuat pentingnya pendekatan kesehatan anak yang lebih menyeluruh, di mana kesehatan gigi dan kesehatan umum tidak dapat dipisahkan.

Referensi

Huang W, Teng Q, Li S, Bai J, Wang Y, Tang M, Chen H, Yang J, Wan C. The intrinsic link between the double burden of dental caries and stunting in children: the gut microbiota plays a key role. BMC Microbiology. 2026;26:256. DOI: 10.1186/s12866-026-04804-3.

Carigi Indonesia June 30, 2026
Share this post
Tags
Archive
Karet Behel Menguning & Pasta Gigi