Skip to Content

Karies Gigi & Resiko HSP pada Anak

May 20, 2026 by
Carigi Indonesia

Karies Gigi & Resiko HSP pada Anak

Karies Gigi & Resiko HSP pada Anak

Ketika Gigi Berlubang Menjadi Masalah Serius: Hubungan Tersembunyi antara Karies dan Penyakit Pembuluh Darah pada Anak

Penelitian Baru Menunjukkan Kesehatan Gigi Mungkin Berpengaruh terhadap Perjalanan Penyakit Henoch–Schönlein Purpura

Gigi berlubang pada anak sering dianggap sebagai masalah umum yang tidak terlalu berbahaya. Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam International Dental Journal menunjukkan bahwa infeksi gigi yang tidak ditangani ternyata dapat berdampak lebih luas—terutama pada anak dengan Henoch–Schönlein Purpura (HSP), yaitu penyakit peradangan pembuluh darah kecil.

Peneliti dari Ningxia Medical University, China, menemukan bahwa karies gigi dan infeksi rongga mulut berpotensi memengaruhi perkembangan serta kekambuhan HSP pada anak. Temuan ini memperkuat pentingnya kesehatan mulut sebagai bagian dari perawatan penyakit sistemik.

Apa Itu Henoch–Schönlein Purpura?

Henoch–Schönlein Purpura adalah penyakit peradangan pembuluh darah kecil yang paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini biasanya ditandai dengan ruam kemerahan pada kulit, nyeri perut, pembengkakan sendi, hingga gangguan ginjal.

Penyebab pasti HSP masih belum sepenuhnya diketahui. Namun, berbagai infeksi diketahui dapat memicu munculnya penyakit ini. Selama ini, perhatian lebih banyak tertuju pada infeksi saluran pernapasan. Sementara itu, infeksi dari rongga mulut seperti karies gigi masih jarang diteliti secara mendalam.

Padahal, mulut merupakan rumah bagi ratusan jenis mikroorganisme yang membentuk “mikrobioma oral”. Ketika keseimbangan bakteri di rongga mulut terganggu, peradangan tidak hanya terjadi di gigi dan gusi, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini melibatkan 45 anak dengan diagnosis HSP yang dirawat antara September 2021 hingga September 2022. Para pasien dibagi menjadi tiga kelompok:

  • Anak dengan HSP tanpa karies gigi

  • Anak dengan HSP dan karies gigi tanpa perawatan

  • Anak dengan HSP dan karies gigi yang mendapatkan perawatan gigi menyeluruh

Perawatan yang diberikan meliputi penambalan gigi, perawatan saluran akar pada gigi sulung yang terinfeksi, pencabutan gigi yang sudah tidak dapat dipertahankan, serta tindakan restorasi lainnya.

Selama tiga bulan, peneliti memantau kondisi pasien melalui pemeriksaan darah, urin, angka kekambuhan HSP, serta analisis mikrobioma oral menggunakan teknologi 16S rDNA sequencing.

Karies yang Tidak Dirawat Berpotensi Memperburuk Kondisi Ginjal

Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah perubahan pada indikator kesehatan ginjal.

Anak-anak dengan karies yang tidak dirawat mengalami peningkatan kadar protein dalam urin setelah tiga bulan pemantauan. Protein urin sering menjadi tanda awal adanya keterlibatan ginjal pada pasien HSP.

Sebaliknya, kelompok anak yang mendapatkan perawatan gigi menunjukkan beberapa perbaikan, seperti:

  • Peningkatan kadar hemoglobin dan sel darah merah

  • Penurunan indikator peradangan

  • Penurunan jumlah sel darah putih dalam urin

Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian infeksi dari rongga mulut mungkin membantu mengurangi peradangan sistemik dan menurunkan risiko komplikasi ginjal pada pasien HSP.

Mikrobioma Mulut Juga Mengalami Perubahan

Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan komposisi bakteri mulut pada anak dengan karies.

Anak-anak dengan karies yang tidak dirawat memiliki jumlah bakteri seperti Prevotella dan Streptococcus mutans yang lebih tinggi. Kedua bakteri ini dikenal berperan besar dalam proses gigi berlubang dan peradangan.

Selain itu, keragaman mikrobioma oral pada kelompok tersebut cenderung lebih rendah. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan kesehatan rongga mulut yang kurang baik.

Menariknya, setelah mendapatkan perawatan gigi, keragaman mikrobioma oral meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa perawatan gigi tidak hanya memperbaiki kondisi lokal di rongga mulut, tetapi juga membantu memulihkan keseimbangan bakteri yang sehat.

Apakah Perawatan Gigi Bisa Mengurangi Kekambuhan HSP?

Walaupun jumlah sampel penelitian masih terbatas, peneliti menemukan tren menarik terkait angka kekambuhan HSP.

  • Anak dengan karies yang tidak dirawat memiliki angka kekambuhan tertinggi

  • Anak yang menjalani perawatan gigi mengalami kekambuhan yang lebih rendah

Peneliti menduga bahwa infeksi kronis pada gigi dapat terus merangsang sistem imun dan memperberat proses peradangan pembuluh darah. Dengan menghilangkan sumber infeksi tersebut, tubuh mungkin dapat mengurangi respons inflamasi berlebihan.

Mengapa Penelitian Ini Penting?

Penelitian ini menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan gigi pada anak dengan penyakit sistemik.

Selama ini, karies sering dianggap hanya sebagai masalah gigi biasa. Padahal, infeksi kronis dari rongga mulut ternyata dapat memengaruhi kondisi tubuh secara menyeluruh, terutama pada penyakit yang berkaitan dengan sistem imun seperti HSP.

Karena itu, peneliti merekomendasikan agar anak dengan diagnosis HSP menjalani pemeriksaan gigi secara rutin dan mendapatkan penanganan sedini mungkin jika ditemukan karies atau infeksi rongga mulut lainnya.

Kesehatan Mulut Adalah Bagian dari Kesehatan Tubuh

Hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan tubuh semakin banyak dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Studi ini memberikan gambaran bahwa merawat gigi anak bukan hanya untuk mencegah sakit gigi, tetapi juga dapat membantu mendukung pemulihan penyakit sistemik yang lebih kompleks.

Bagi orang tua maupun tenaga kesehatan, pesan dari penelitian ini cukup jelas: kesehatan rongga mulut tidak boleh dipisahkan dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Referensi

Yang Y, Duan L, Ding X, et al. Impact of Dental Caries and Odontogenic Infections on Henoch–Schonlein Purpura in Pediatric Patients. International Dental Journal. 2025.

DOI: https://doi.org/10.1016/j.identj.2025.100959


Carigi Indonesia May 20, 2026
Share this post
Tags
Archive
Radioterapi & Kandidiasis Oral