Karies Gigi & Resiko HSP pada Anak

Ketika Gigi Berlubang Menjadi Masalah Serius: Hubungan Tersembunyi antara Karies dan Penyakit Pembuluh Darah pada Anak
Penelitian Baru Menunjukkan Kesehatan Gigi Mungkin Berpengaruh terhadap Perjalanan Penyakit Henoch–Schönlein Purpura
Gigi berlubang pada anak sering dianggap sebagai masalah umum yang tidak terlalu berbahaya. Namun, sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam International Dental Journal menunjukkan bahwa infeksi gigi yang tidak ditangani ternyata dapat berdampak lebih luas—terutama pada anak dengan Henoch–Schönlein Purpura (HSP), yaitu penyakit peradangan pembuluh darah kecil.
Peneliti dari Ningxia Medical University, China, menemukan bahwa karies gigi dan infeksi rongga mulut berpotensi memengaruhi perkembangan serta kekambuhan HSP pada anak. Temuan ini memperkuat pentingnya kesehatan mulut sebagai bagian dari perawatan penyakit sistemik.
Apa Itu Henoch–Schönlein Purpura?
Henoch–Schönlein Purpura adalah penyakit peradangan pembuluh darah kecil yang paling sering terjadi pada anak-anak. Penyakit ini biasanya ditandai dengan ruam kemerahan pada kulit, nyeri perut, pembengkakan sendi, hingga gangguan ginjal.
Penyebab pasti HSP masih belum sepenuhnya diketahui. Namun, berbagai infeksi diketahui dapat memicu munculnya penyakit ini. Selama ini, perhatian lebih banyak tertuju pada infeksi saluran pernapasan. Sementara itu, infeksi dari rongga mulut seperti karies gigi masih jarang diteliti secara mendalam.
Padahal, mulut merupakan rumah bagi ratusan jenis mikroorganisme yang membentuk “mikrobioma oral”. Ketika keseimbangan bakteri di rongga mulut terganggu, peradangan tidak hanya terjadi di gigi dan gusi, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini melibatkan 45 anak dengan diagnosis HSP yang dirawat antara September 2021 hingga September 2022. Para pasien dibagi menjadi tiga kelompok:
Anak dengan HSP tanpa karies gigi
Anak dengan HSP dan karies gigi tanpa perawatan
Anak dengan HSP dan karies gigi yang mendapatkan perawatan gigi menyeluruh
Perawatan yang diberikan meliputi penambalan gigi, perawatan saluran akar pada gigi sulung yang terinfeksi, pencabutan gigi yang sudah tidak dapat dipertahankan, serta tindakan restorasi lainnya.
Selama tiga bulan, peneliti memantau kondisi pasien melalui pemeriksaan darah, urin, angka kekambuhan HSP, serta analisis mikrobioma oral menggunakan teknologi 16S rDNA sequencing.
Karies yang Tidak Dirawat Berpotensi Memperburuk Kondisi Ginjal
Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah perubahan pada indikator kesehatan ginjal.
Anak-anak dengan karies yang tidak dirawat mengalami peningkatan kadar protein dalam urin setelah tiga bulan pemantauan. Protein urin sering menjadi tanda awal adanya keterlibatan ginjal pada pasien HSP.
Sebaliknya, kelompok anak yang mendapatkan perawatan gigi menunjukkan beberapa perbaikan, seperti:
Peningkatan kadar hemoglobin dan sel darah merah
Penurunan indikator peradangan
Penurunan jumlah sel darah putih dalam urin
Hasil ini menunjukkan bahwa pengendalian infeksi dari rongga mulut mungkin membantu mengurangi peradangan sistemik dan menurunkan risiko komplikasi ginjal pada pasien HSP.
Mikrobioma Mulut Juga Mengalami Perubahan
Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan komposisi bakteri mulut pada anak dengan karies.
Anak-anak dengan karies yang tidak dirawat memiliki jumlah bakteri seperti Prevotella dan Streptococcus mutans yang lebih tinggi. Kedua bakteri ini dikenal berperan besar dalam proses gigi berlubang dan peradangan.
Selain itu, keragaman mikrobioma oral pada kelompok tersebut cenderung lebih rendah. Kondisi ini biasanya dikaitkan dengan kesehatan rongga mulut yang kurang baik.
Menariknya, setelah mendapatkan perawatan gigi, keragaman mikrobioma oral meningkat secara signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa perawatan gigi tidak hanya memperbaiki kondisi lokal di rongga mulut, tetapi juga membantu memulihkan keseimbangan bakteri yang sehat.
Apakah Perawatan Gigi Bisa Mengurangi Kekambuhan HSP?
Walaupun jumlah sampel penelitian masih terbatas, peneliti menemukan tren menarik terkait angka kekambuhan HSP.
Anak dengan karies yang tidak dirawat memiliki angka kekambuhan tertinggi
Anak yang menjalani perawatan gigi mengalami kekambuhan yang lebih rendah