Vitamin B12 dan Karies Gigi: Peran Nutrisi yang Selama Ini Terlupakan

Studi populasi besar menemukan kaitan kuat antara asupan vitamin—terutama vitamin B12—dan risiko gigi berlubang
Karies gigi atau gigi berlubang masih menjadi salah satu masalah kesehatan mulut paling umum di dunia. Selama ini, pencegahan karies sering difokuskan pada kebersihan mulut, penggunaan fluor, dan kunjungan rutin ke dokter gigi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa faktor nutrisi juga memiliki peran penting, khususnya asupan vitamin.
Sebuah studi ilmiah terbaru menyoroti hubungan antara berbagai jenis vitamin dan risiko karies gigi, dengan vitamin B12 sebagai faktor yang paling menonjol.
Mengapa Vitamin Dikaitkan dengan Karies Gigi?
Vitamin berperan penting dalam menjaga sistem imun, regenerasi jaringan, serta keseimbangan proses peradangan di dalam tubuh. Kekurangan vitamin dapat melemahkan pertahanan alami tubuh, termasuk di rongga mulut.
Selama ini, banyak penelitian hanya menilai satu jenis vitamin secara terpisah. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, manusia mengonsumsi berbagai vitamin secara bersamaan. Studi ini mencoba melihat gambaran yang lebih utuh dengan menganalisis beberapa vitamin sekaligus.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), sebuah survei kesehatan berskala nasional di Amerika Serikat.
Jumlah peserta: 5.145 orang dewasa
Kasus karies gigi: 1.715 orang
Vitamin yang dianalisis: vitamin A, B1, B2, B6, B12, C, K, dan E
Selain analisis data observasional, peneliti juga menggunakan pendekatan Mendelian randomisation, yaitu metode berbasis genetika untuk menilai apakah hubungan yang ditemukan kemungkinan bersifat sebab-akibat.
Temuan Utama Penelitian
1. Vitamin B12 Paling Konsisten Menurunkan Risiko Karies
Dari semua vitamin yang diteliti, vitamin B12 menunjukkan hubungan paling kuat dengan risiko karies gigi yang lebih rendah.
Semakin tinggi asupan vitamin B12, semakin rendah kemungkinan seseorang mengalami karies.
Hubungan ini tetap terlihat meskipun faktor lain seperti usia, kebiasaan merokok, dan vitamin lain telah diperhitungkan.
Analisis genetik menunjukkan bahwa kekurangan vitamin B12 secara langsung meningkatkan risiko karies, meskipun efeknya relatif kecil.
2. Kombinasi Vitamin Memberi Efek Protektif
Ketika delapan vitamin dianalisis sebagai satu kelompok, peningkatan kadar vitamin secara keseluruhan dikaitkan dengan penurunan risiko karies gigi. Namun, vitamin B12 memberikan kontribusi terbesar dalam efek perlindungan ini.
3. Peradangan Berperan sebagai Penghubung
Peneliti juga menemukan bahwa vitamin B12 memengaruhi penanda peradangan dalam tubuh, seperti C-reactive protein dan sel darah putih. Sebagian kecil efek vitamin B12 terhadap karies dimediasi oleh peradangan ini.
Artinya, kekurangan vitamin B12 dapat meningkatkan peradangan sistemik, yang pada akhirnya berkontribusi pada kerusakan gigi.
Bagaimana dengan Vitamin Lain?
Vitamin E tampak berhubungan dengan risiko karies yang lebih rendah dalam analisis observasional, tetapi tidak terbukti sebagai hubungan kausal dalam analisis genetik.
Vitamin A, C, K, dan vitamin B lainnya tidak menunjukkan hubungan independen yang kuat setelah semua faktor diperhitungkan bersama.
Hal ini menegaskan bahwa tidak semua hubungan nutrisi yang terlihat bersifat sebab-akibat.
Mengapa Vitamin B12 Penting untuk Kesehatan Mulut?
Vitamin B12 umumnya diperoleh dari makanan hewani seperti daging, ikan, telur, dan susu. Vitamin ini berperan dalam:
Pembentukan dan perbaikan jaringan
Fungsi sistem imun
Pencegahan anemia dan gangguan mukosa mulut
Kekurangan vitamin B12 telah lama dikaitkan dengan berbagai kelainan di rongga mulut, seperti radang lidah, sariawan berulang, dan gangguan gusi—kondisi yang dapat meningkatkan risiko karies gigi.
Apa Makna Temuan Ini bagi Kesehatan Gigi?
Nutrisi, khususnya kecukupan vitamin B12, dapat menjadi faktor pendukung penting dalam pencegahan karies gigi.
Suplementasi vitamin B12 berpotensi bermanfaat, terutama pada kelompok berisiko tinggi mengalami defisiensi.
Meski demikian, efeknya tidak menggantikan peran kebersihan mulut dan perawatan gigi rutin.