Skip to Content

Kaitan Jamur & Bakteri pada Karies Gigi

March 4, 2026 by
Carigi Indonesia

Kaitan Jamur & Bakteri pada Karies Gigi

Kaitan Jamur & Bakteri pada Karies Gigi

Candida tropicalis Ternyata Bisa Memperkuat Daya Rusak Streptococcus mutans

Selama ini, karies gigi identik dengan bakteri—terutama Streptococcus mutans. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jamur dari genus Candida juga berperan penting dalam proses terjadinya karies, khususnya pada anak-anak dengan early childhood caries (ECC) yang berat.

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Journal of Oral Microbiology mengungkap bahwa beberapa spesies non-albicans Candida (NAC)—terutama Candida tropicalis—dapat meningkatkan potensi kariogenik S. mutans ketika keduanya tumbuh bersama dalam biofilm. Temuan ini memperkuat konsep bahwa karies bukan hanya penyakit bakteri, tetapi melibatkan interaksi lintas-kingdom antara bakteri dan jamur.

Latar Belakang: Tidak Hanya Candida albicans

Selama bertahun-tahun, penelitian lebih banyak berfokus pada Candida albicans sebagai pasangan utama S. mutans dalam lesi karies. Namun, studi klinis terbaru menunjukkan bahwa spesies non-albicans Candida (NAC) seperti:

  • Candida tropicalis

  • Candida krusei

  • Candida glabrata

  • Candida parapsilosis

  • Candida dubliniensis

juga sering ditemukan, bahkan pada beberapa populasi lebih dominan dibanding C. albicans, terutama pada kasus severe early childhood caries (sECC).

Pertanyaannya:

Apakah spesies-spesies ini hanya “ikut hadir”, atau benar-benar memperkuat proses karies?

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini dilakukan secara in vitro (laboratorium) dengan membuat biofilm dua spesies (dual-species), yaitu:

  • Streptococcus mutans

  • Satu spesies Candida (baik C. albicans maupun NAC)

Biofilm diamati selama 36 jam, kemudian dievaluasi berdasarkan:

  1. Massa biofilm (ketebalan dan jumlah total biofilm)

  2. Jumlah sel hidup (CFU) masing-masing mikroorganisme

  3. Nilai pH sebagai indikator potensi demineralisasi enamel

  4. Ekspresi gen virulensi kariogenik pada S. mutans

Hasil Utama Penelitian

1️⃣ Biofilm Menjadi Lebih Tebal pada Kombinasi Tertentu

Ketika S. mutans dikombinasikan dengan:

  • Candida albicans

  • Candida glabrata

  • Candida tropicalis

terjadi peningkatan massa biofilm yang signifikan dibandingkan pertumbuhan masing-masing spesies secara tunggal.

Di antara semua NAC, C. tropicalis menunjukkan efek paling kuat dalam meningkatkan pembentukan biofilm.

2️⃣ Lingkungan Menjadi Sangat Asam

pH kritis untuk demineralisasi enamel adalah 5,5.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

  • Semua biofilm dua spesies memiliki pH < 5,5.

  • pH turun cepat dari netral (7,0) menjadi sekitar 4,5 dalam waktu 2 jam.

  • Kondisi asam ini bertahan hingga akhir pengamatan (36 jam).

Menariknya, Candida saja tidak menyebabkan penurunan pH sedrastis ini. Namun, ketika tumbuh bersama S. mutans, lingkungan menjadi sangat asam dan stabil—kondisi ideal untuk terjadinya karies.

3️⃣ Gen Kariogenik S. mutans Mengalami Peningkatan

Peneliti mengevaluasi 13 gen penting yang berkaitan dengan:

  • Produksi eksopolisakarida (EPS)

  • Metabolisme sukrosa

  • Produksi asam

  • Toleransi terhadap asam

  • Sistem regulasi sinyal (ciaRH)

Pada kombinasi dengan:

  • C. tropicalis

  • C. krusei

terjadi peningkatan (upregulation) berbagai gen virulensi penting, termasuk gen glucosyltransferase (gtfB dan gtfD) yang berperan dalam pembentukan matriks biofilm.

Sebaliknya, Candida dubliniensis justru menyebabkan penurunan ekspresi beberapa gen kariogenik—temuan yang menarik dan memerlukan penelitian lebih lanjut.

Mengapa Candida tropicalis Sangat Signifikan?

Dari seluruh spesies NAC yang diuji, C. tropicalis menunjukkan potensi kariogenik tertinggi saat berinteraksi dengan S. mutans, ditandai dengan:

  • Peningkatan massa biofilm

  • Pertumbuhan jamur yang signifikan

  • Peningkatan ekspresi gen virulensi bakteri

  • Aktivasi sistem regulasi sinyal yang mendukung virulensi

  • Lingkungan asam yang persisten

Temuan ini sejalan dengan laporan klinis yang menunjukkan bahwa C. tropicalis sering ditemukan pada lesi dentin dalam sECC.

Artinya, kombinasi S. mutans dan C. tropicalis dapat menjadi “tim yang sangat efektif” dalam merusak jaringan gigi.

Implikasi Klinis

Penelitian ini menegaskan bahwa:

Karies adalah penyakit polimikroba yang melibatkan interaksi kompleks antara bakteri dan jamur.

Beberapa implikasi penting:

  • Strategi pencegahan mungkin perlu mempertimbangkan komponen jamur

  • Terapi antijamur berpotensi menjadi tambahan pada kasus sECC berat

  • Pendekatan yang menargetkan interaksi lintas-kingdom dapat dikembangkan

  • Deteksi dini NAC tertentu bisa menjadi indikator risiko karies berat

Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini dilakukan secara in vitro, sehingga belum sepenuhnya mereplikasi kondisi kompleks rongga mulut. Penelitian lanjutan secara klinis dan in vivo masih diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini.

Kesimpulan

Penelitian ini untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa di antara spesies non-albicans Candida, Candida tropicalis memiliki potensi kariogenik paling tinggi ketika berinteraksi dengan Streptococcus mutans dalam biofilm dua spesies.

Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa karies bukan hanya akibat aktivitas bakteri tunggal, tetapi merupakan hasil kolaborasi mikroorganisme lintas-kingdom yang saling memperkuat.

Memahami interaksi ini dapat membuka peluang baru dalam pencegahan dan manajemen karies, khususnya pada anak dengan risiko tinggi.

Referensi Artikel Asli

Sansanoa W, Matangkasombut O, Sangpitak M, Samaranayake L, Thanyasrisung P.

Interactions between non-albicans Candida and Streptococcus mutans enhance cariogenic potential of dual-species interkingdom biofilms.

Journal of Oral Microbiology. 2025;17:2492198.

DOI: https://doi.org/10.1080/20002297.2025.2492198


Carigi Indonesia March 4, 2026
Share this post
Tags
Archive
Kartun vs Komunikasi Klasik: Atasi Kecemasan Anak Cabut Gigi