Kaitan Jamur & Bakteri pada Karies Gigi

Candida tropicalis Ternyata Bisa Memperkuat Daya Rusak Streptococcus mutans
Selama ini, karies gigi identik dengan bakteri—terutama Streptococcus mutans. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa jamur dari genus Candida juga berperan penting dalam proses terjadinya karies, khususnya pada anak-anak dengan early childhood caries (ECC) yang berat.
Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di Journal of Oral Microbiology mengungkap bahwa beberapa spesies non-albicans Candida (NAC)—terutama Candida tropicalis—dapat meningkatkan potensi kariogenik S. mutans ketika keduanya tumbuh bersama dalam biofilm. Temuan ini memperkuat konsep bahwa karies bukan hanya penyakit bakteri, tetapi melibatkan interaksi lintas-kingdom antara bakteri dan jamur.
Latar Belakang: Tidak Hanya Candida albicans
Selama bertahun-tahun, penelitian lebih banyak berfokus pada Candida albicans sebagai pasangan utama S. mutans dalam lesi karies. Namun, studi klinis terbaru menunjukkan bahwa spesies non-albicans Candida (NAC) seperti:
Candida tropicalis
Candida krusei
Candida glabrata
Candida parapsilosis
Candida dubliniensis
juga sering ditemukan, bahkan pada beberapa populasi lebih dominan dibanding C. albicans, terutama pada kasus severe early childhood caries (sECC).
Pertanyaannya:
Apakah spesies-spesies ini hanya “ikut hadir”, atau benar-benar memperkuat proses karies?
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Penelitian ini dilakukan secara in vitro (laboratorium) dengan membuat biofilm dua spesies (dual-species), yaitu:
Streptococcus mutans
Satu spesies Candida (baik C. albicans maupun NAC)
Biofilm diamati selama 36 jam, kemudian dievaluasi berdasarkan:
Massa biofilm (ketebalan dan jumlah total biofilm)
Jumlah sel hidup (CFU) masing-masing mikroorganisme
Nilai pH sebagai indikator potensi demineralisasi enamel
Ekspresi gen virulensi kariogenik pada S. mutans
Hasil Utama Penelitian
1️⃣ Biofilm Menjadi Lebih Tebal pada Kombinasi Tertentu
Ketika S. mutans dikombinasikan dengan:
Candida albicans
Candida glabrata
Candida tropicalis
terjadi peningkatan massa biofilm yang signifikan dibandingkan pertumbuhan masing-masing spesies secara tunggal.
Di antara semua NAC, C. tropicalis menunjukkan efek paling kuat dalam meningkatkan pembentukan biofilm.
2️⃣ Lingkungan Menjadi Sangat Asam
pH kritis untuk demineralisasi enamel adalah 5,5.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
Semua biofilm dua spesies memiliki pH < 5,5.
pH turun cepat dari netral (7,0) menjadi sekitar 4,5 dalam waktu 2 jam.
Kondisi asam ini bertahan hingga akhir pengamatan (36 jam).
Menariknya, Candida saja tidak menyebabkan penurunan pH sedrastis ini. Namun, ketika tumbuh bersama S. mutans, lingkungan menjadi sangat asam dan stabil—kondisi ideal untuk terjadinya karies.
3️⃣ Gen Kariogenik S. mutans Mengalami Peningkatan
Peneliti mengevaluasi 13 gen penting yang berkaitan dengan:
Produksi eksopolisakarida (EPS)
Metabolisme sukrosa
Produksi asam
Toleransi terhadap asam
Sistem regulasi sinyal (ciaRH)
Pada kombinasi dengan:
C. tropicalis
C. krusei
terjadi peningkatan (upregulation) berbagai gen virulensi penting, termasuk gen glucosyltransferase (gtfB dan gtfD) yang berperan dalam pembentukan matriks biofilm.
Sebaliknya, Candida dubliniensis justru menyebabkan penurunan ekspresi beberapa gen kariogenik—temuan yang menarik dan memerlukan penelitian lebih lanjut.
Mengapa Candida tropicalis Sangat Signifikan?
Dari seluruh spesies NAC yang diuji, C. tropicalis menunjukkan potensi kariogenik tertinggi saat berinteraksi dengan S. mutans, ditandai dengan:
Peningkatan massa biofilm
Pertumbuhan jamur yang signifikan
Peningkatan ekspresi gen virulensi bakteri
Aktivasi sistem regulasi sinyal yang mendukung virulensi
Lingkungan asam yang persisten
Temuan ini sejalan dengan laporan klinis yang menunjukkan bahwa C. tropicalis sering ditemukan pada lesi dentin dalam sECC.
Artinya, kombinasi S. mutans dan C. tropicalis dapat menjadi “tim yang sangat efektif” dalam merusak jaringan gigi.
Implikasi Klinis
Penelitian ini menegaskan bahwa:
Karies adalah penyakit polimikroba yang melibatkan interaksi kompleks antara bakteri dan jamur.
Beberapa implikasi penting:
Strategi pencegahan mungkin perlu mempertimbangkan komponen jamur
Terapi antijamur berpotensi menjadi tambahan pada kasus sECC berat
Pendekatan yang menargetkan interaksi lintas-kingdom dapat dikembangkan
Deteksi dini NAC tertentu bisa menjadi indikator risiko karies berat