Skip to Content

Kaitan Bakteri di Mulut dengan Keguguran

March 8, 2026 by
Carigi Indonesia

Kaitan Bakteri di Mulut dengan Keguguran

Kaitan Bakteri di Mulut dengan Keguguran

Studi Baru Menemukan Perbedaan Mikrobioma Oral pada Wanita dengan Riwayat Kehilangan Kehamilan

Kehilangan kehamilan atau keguguran merupakan kondisi yang cukup umum terjadi pada wanita usia reproduktif. Selain berdampak pada kesehatan fisik, kondisi ini juga membawa beban emosional yang besar. Selama ini, penyebab keguguran diketahui melibatkan berbagai faktor seperti kelainan genetik, gangguan hormonal, masalah anatomi, hingga faktor imun.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan kemungkinan adanya faktor lain yang juga berperan: mikroorganisme yang hidup di dalam mulut.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa komposisi bakteri dalam rongga mulut (mikrobioma oral) pada wanita dengan riwayat keguguran berbeda dengan wanita yang memiliki riwayat kehamilan yang berhasil. Temuan ini membuka perspektif baru mengenai hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan reproduksi.

Mikrobioma Oral: Ekosistem Mikro di Dalam Mulut

Rongga mulut manusia merupakan rumah bagi komunitas mikroorganisme yang sangat kompleks. Diperkirakan terdapat lebih dari 700 spesies bakteri yang hidup di berbagai bagian mulut, termasuk gigi, gusi, lidah, dan mukosa mulut.

Dalam kondisi normal, mikroorganisme ini berada dalam keadaan seimbang dan berperan dalam menjaga kesehatan mulut serta mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. Namun, ketika keseimbangan ini terganggu—kondisi yang dikenal sebagai disbiosis mikrobioma—dampaknya dapat meluas hingga memengaruhi berbagai penyakit sistemik.

Beberapa penelitian sebelumnya telah mengaitkan perubahan mikrobioma oral dengan kondisi seperti penyakit kardiovaskular, gangguan metabolik, hingga komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur. Meski demikian, hubungan antara mikrobioma oral dan keguguran masih belum banyak diteliti.

Bagaimana Penelitian Ini Dilakukan?

Untuk menyelidiki kemungkinan hubungan tersebut, para peneliti merekrut 182 wanita usia reproduktif dan membaginya menjadi dua kelompok:

  • 70 wanita dengan riwayat keguguran

  • 112 wanita dengan riwayat kehamilan yang berhasil tanpa komplikasi

Sampel mikroorganisme diambil dari mukosa bukal (bagian dalam pipi) menggunakan kapas steril. Selanjutnya, DNA mikroba dianalisis menggunakan teknik shotgun metagenomic sequencing, yaitu metode yang memungkinkan peneliti mengidentifikasi berbagai jenis mikroorganisme sekaligus mempelajari fungsi biologisnya.

Peneliti juga mempertimbangkan beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi hasil, seperti usia dan indeks massa tubuh (BMI).

Keragaman Bakteri Mulut Lebih Rendah pada Kelompok Keguguran

Salah satu temuan utama penelitian ini adalah bahwa wanita dengan riwayat keguguran memiliki keragaman mikrobioma oral yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.

Dalam studi mikrobioma, keragaman mikroorganisme sering dianggap sebagai indikator kesehatan ekosistem mikroba. Komunitas mikroba yang beragam biasanya lebih stabil dan lebih mampu mempertahankan keseimbangan biologis.

Sebaliknya, pada kelompok wanita dengan riwayat keguguran ditemukan:

  • Jumlah spesies bakteri yang lebih sedikit

  • Keragaman mikroba yang lebih rendah

  • Komposisi komunitas mikroba yang berbeda

Temuan ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan mikrobiota oral yang mungkin berkaitan dengan risiko gangguan reproduksi.

Perbedaan Jenis Bakteri yang Ditemukan

Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa jenis bakteri yang jumlahnya berbeda antara kedua kelompok.

Bakteri yang ditemukan lebih banyak pada wanita dengan riwayat keguguran antara lain:

  • Faecalibacterium

  • Roseburia

  • Bacteroides

Menariknya, bakteri-bakteri ini biasanya dikenal memiliki efek antiinflamasi di dalam usus. Namun, keberadaannya dalam jumlah tinggi di rongga mulut dapat menandakan terjadinya perubahan ekosistem mikroba yang tidak normal.

Sebaliknya, beberapa bakteri seperti Pseudomonas dan Leptotrichia lebih banyak ditemukan pada wanita dengan riwayat kehamilan yang berhasil. Mikroorganisme ini diduga berperan dalam menjaga kestabilan mikrobioma oral.

Perubahan Fungsi Metabolik Mikroba

Selain melihat jenis bakteri, para peneliti juga meneliti aktivitas metabolik mikroorganisme di dalam mulut.

Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa jalur metabolisme mikroba mengalami penurunan aktivitas pada kelompok wanita dengan riwayat keguguran. Jalur yang terdampak antara lain:

  • Metabolisme L-arginin, yang penting untuk produksi nitric oxide dan kesehatan pembuluh darah

  • Degradasi putresin, yang berperan dalam pertumbuhan dan diferensiasi sel

  • Metabolisme β-ketoadipat, yang berkaitan dengan pemecahan senyawa aromatik

Gangguan pada jalur metabolik ini berpotensi memengaruhi fungsi imun, aliran darah plasenta, serta lingkungan biologis yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan yang sehat.

Apa Makna Temuan Ini?

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa disbiosis mikrobioma oral mungkin berkaitan dengan kejadian keguguran. Perubahan pada komposisi bakteri serta fungsi metaboliknya dapat memengaruhi proses biologis yang penting selama kehamilan.

Namun, para peneliti menekankan bahwa studi ini bersifat cross-sectional, sehingga belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Artinya, masih belum dapat dipastikan apakah perubahan mikrobioma oral menjadi penyebab keguguran atau justru merupakan konsekuensi dari faktor lain.

Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal serta eksplorasi terapi berbasis mikrobioma—seperti probiotik—diperlukan untuk memahami hubungan ini secara lebih mendalam.

Kesimpulan

Penelitian ini mengungkap adanya perbedaan signifikan pada mikrobioma oral antara wanita dengan riwayat keguguran dan wanita dengan kehamilan yang berhasil. Wanita dengan riwayat keguguran menunjukkan keragaman mikroba yang lebih rendah serta perubahan pada komposisi dan fungsi metabolik bakteri di rongga mulut.

Temuan ini memperkuat gagasan bahwa kesehatan mulut mungkin memiliki kaitan yang lebih luas dengan kesehatan reproduksi. Di masa depan, pemahaman yang lebih baik mengenai mikrobioma oral berpotensi membuka peluang baru dalam pencegahan komplikasi kehamilan.

Referensi Artikel Asli

Liu, L., Wei, L., Mou, F. X., Zhang, W., Wang, R. F., Wang, Q., & Wang, F. (2025).

Oral microbiome dysbiosis in women with a history of pregnancy loss: a metagenomic cross-sectional study. Scientific Reports, 15, 24242.

 https://doi.org/10.1038/s41598-025-09071-2


Carigi Indonesia March 8, 2026
Share this post
Tags
Archive
Berat Badan Ibu & Persalinan: Pengaruh Mikrobioma Bayi