Skip to Content

Hubungan Merokok dan Kehilangan Gigi

July 3, 2026 by
Carigi Indonesia

Hubungan Merokok dan Kehilangan Gigi

Hubungan Merokok dan Kehilangan Gigi

Merokok Bikin Gigi Cepat Tanggal? Penelitian Ini Menunjukkan Risikonya

Kebiasaan Merokok Ternyata Berkaitan dengan Jumlah Gigi yang Hilang

Merokok selama ini dikenal sebagai faktor risiko berbagai penyakit serius, mulai dari penyakit jantung hingga kanker. Namun, dampaknya terhadap kesehatan gigi dan mulut sering kali kurang mendapat perhatian. Sebuah penelitian terbaru dari Polandia menunjukkan bahwa kebiasaan merokok juga berhubungan dengan meningkatnya risiko kehilangan gigi.

Penelitian ini menemukan bahwa orang yang pernah merokok memiliki jumlah gigi yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok sama sekali. Bahkan, semakin lama seseorang merokok, semakin besar pula risiko kehilangan gigi.

Kehilangan Gigi Masih Menjadi Masalah Kesehatan Global

Kehilangan gigi bukan sekadar persoalan estetika. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan mengunyah, berbicara, kualitas hidup, hingga kesehatan secara keseluruhan. Sejumlah penelitian sebelumnya bahkan menunjukkan bahwa jumlah gigi yang sedikit berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini.

Penyebab kehilangan gigi sendiri cukup beragam, mulai dari karies, penyakit periodontal, trauma, hingga faktor gaya hidup. Salah satu faktor yang paling konsisten dikaitkan dengan kehilangan gigi adalah kebiasaan merokok.

Asap rokok diketahui dapat mengganggu aliran darah ke jaringan periodontal, mengubah keseimbangan bakteri di rongga mulut, serta meningkatkan proses peradangan. Akibatnya, jaringan penyangga gigi menjadi lebih rentan mengalami kerusakan dan pada akhirnya meningkatkan risiko kehilangan gigi.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini menggunakan data dari Bialystok PLUS Study, sebuah studi populasi di Polandia yang melibatkan 2.165 orang dewasa berusia 20–79 tahun.

Para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok:

  • Tidak pernah merokok.

  • Mantan perokok.

  • Perokok aktif.

Peneliti kemudian menghitung jumlah gigi yang masih dimiliki setiap peserta dan menganalisis berbagai faktor yang dapat memengaruhi kehilangan gigi, seperti:

  • Usia;

  • Tingkat pendidikan;

  • Kebiasaan menyikat gigi;

  • Frekuensi kunjungan ke dokter gigi;

  • Obesitas;

  • Diabetes; serta

  • Riwayat dan durasi merokok.

Perokok Memiliki Gigi Lebih Sedikit

Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang pernah merokok memiliki jumlah gigi yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok.

Secara umum:

  • Kelompok yang tidak pernah merokok memiliki median 26 gigi.

  • Kelompok yang pernah merokok memiliki median 24 gigi.

Perbedaan ini terlihat hampir di semua kelompok usia, terutama pada kelompok usia paruh baya dan lanjut usia.

Selain itu, perokok juga lebih sering memiliki faktor risiko lain, seperti tingkat pendidikan yang lebih rendah, kunjungan ke dokter gigi yang lebih jarang, serta prevalensi diabetes dan obesitas yang lebih tinggi.

Semakin Lama Merokok, Semakin Banyak Gigi yang Hilang

Salah satu temuan penting penelitian ini adalah adanya hubungan antara durasi merokok dan jumlah gigi yang tersisa.

Peneliti menemukan bahwa:

  • Semakin lama seseorang merokok, jumlah gigi yang dimiliki cenderung semakin sedikit.

  • Semakin besar proporsi hidup seseorang yang dihabiskan untuk merokok, semakin besar pula kehilangan gigi yang terjadi.

Menariknya, jumlah batang rokok yang dikonsumsi per hari tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan jumlah gigi yang hilang. Artinya, durasi paparan rokok tampaknya lebih penting dibandingkan jumlah rokok yang dihisap setiap hari.

Apakah Berhenti Merokok Bisa Mengurangi Risiko?

Hasil penelitian mengenai manfaat berhenti merokok terhadap jumlah gigi yang tersisa masih menunjukkan hasil yang beragam.

Pada beberapa kelompok usia, mantan perokok memiliki jumlah gigi yang lebih banyak dibandingkan perokok aktif. Namun, secara keseluruhan perbedaan tersebut tidak selalu signifikan.

Peneliti menjelaskan bahwa dampak rokok terhadap jaringan mulut dapat berlangsung dalam jangka panjang. Bahkan setelah seseorang berhenti merokok, risiko kehilangan gigi dapat tetap lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak pernah merokok selama bertahun-tahun.

Meski demikian, berhenti merokok tetap menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan yang lebih lanjut.

Faktor Lain yang Turut Berperan

Selain merokok, penelitian ini juga menemukan beberapa faktor lain yang berhubungan dengan kehilangan gigi, yaitu:

1. Pendidikan yang Lebih Rendah

Peserta dengan tingkat pendidikan lebih rendah cenderung memiliki jumlah gigi yang lebih sedikit.

2. Jarang Berkunjung ke Dokter Gigi

Orang yang tidak mengunjungi dokter gigi selama lebih dari satu tahun memiliki risiko kehilangan gigi yang lebih tinggi.

3. Diabetes

Diabetes juga menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan berkurangnya jumlah gigi yang tersisa.

4. Pertambahan Usia

Semakin bertambah usia seseorang, semakin tinggi pula kemungkinan kehilangan gigi.

Apa Makna Penelitian Ini?

Penelitian ini menegaskan bahwa merokok merupakan salah satu faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk mencegah kehilangan gigi.

Temuan ini juga memperlihatkan bahwa dokter gigi memiliki peran penting, tidak hanya dalam merawat penyakit gigi dan mulut, tetapi juga dalam memberikan edukasi dan mendukung upaya berhenti merokok.

Menjaga kesehatan gigi ternyata bukan hanya soal rajin menyikat gigi, tetapi juga berkaitan erat dengan gaya hidup secara keseluruhan.

Kesimpulan

Orang yang pernah merokok cenderung memiliki jumlah gigi yang lebih sedikit dibandingkan mereka yang tidak pernah merokok. Risiko kehilangan gigi juga meningkat seiring lamanya seseorang terpapar rokok.

Selain merokok, faktor seperti usia, diabetes, tingkat pendidikan, dan jarangnya kunjungan ke dokter gigi turut berkontribusi terhadap kehilangan gigi.

Karena itu, menghentikan kebiasaan merokok dan menjaga kesehatan mulut secara rutin merupakan langkah penting untuk mempertahankan gigi hingga usia lanjut.

Referensi 

Bagiński J, Zalewska K, Kozłowski K, dkk. Association between Smoking and Tooth Loss: Findings from the Bialystok PLUS Study. Journal of Clinical Medicine. 2026;15(8):2903.

DOI: https://doi.org/10.3390/jcm15082903


Carigi Indonesia July 3, 2026
Share this post
Tags
Archive
Kecemasan Dental pada Perokok