Skip to Content

Gula vs Karbohidrat: Mana Lebih Bahaya?

March 30, 2026 by
Carigi Indonesia

Gula vs Karbohidrat: Mana Lebih Bahaya?

Gula vs Karbohidrat: Mana Lebih Bahaya?

Benarkah Gula Lebih Berbahaya untuk Gigi daripada Karbohidrat Lain?

Studi besar ungkap hubungan konsumsi gula dengan risiko gigi berlubang pada orang dewasa

Latar Belakang: Pola Makan Modern dan Risiko Karies

Karies gigi merupakan penyakit multifaktor yang dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari bakteri plak, kondisi gigi, hingga pola makan. Salah satu faktor yang paling sering disorot adalah konsumsi makanan tinggi gula.

Namun, masih terbatas penelitian yang secara khusus melihat hubungan antara asupan gula dan karies pada orang dewasa, terutama dalam skala besar.

Studi terbaru dari BMC Public Health mencoba menjawab hal ini dengan menganalisis data populasi besar terkait pola makan dan kesehatan gigi.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Penelitian ini menggunakan data dari Azar Cohort Study di Iran, melibatkan:

  • 8.479 orang dewasa usia 35–70 tahun

  • Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan klinis

Peneliti mengukur:

  • DMFT index (jumlah gigi berlubang, hilang, dan tambalan)

  • Asupan makanan, terutama:

    • Gula sederhana (simple sugars)

    • Karbohidrat kompleks (grain & starch)

  • Frekuensi makan harian

Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor lain seperti usia, kebiasaan menyikat gigi, status sosial ekonomi, dan kondisi kesehatan.

Hasil Utama: Gula Jadi Faktor Kunci

1. Konsumsi Gula Tinggi = Risiko Karies Lebih Tinggi

Hasil utama menunjukkan:

  • Konsumsi gula ≥56,68 gram/hari berhubungan signifikan dengan skor DMFT lebih tinggi

  • Artinya, semakin tinggi konsumsi gula, semakin besar risiko kerusakan gigi

👉 Hubungan ini tetap signifikan bahkan setelah dikontrol dengan berbagai faktor lain.

2. Karbohidrat (Nasi, Roti, dll.) Tidak Terbukti Berpengaruh Signifikan

Berbeda dengan gula:

  • Konsumsi karbohidrat kompleks (grain & starch) tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan karies

👉 Ini menunjukkan bahwa:

tidak semua karbohidrat memiliki risiko yang sama terhadap gigi.

3. Frekuensi Makan Tidak Selalu Menentukan

Hasil yang cukup menarik:

  • Tidak ditemukan hubungan signifikan antara jumlah makan per hari dengan karies

👉 Kemungkinan karena:

  • Jenis makanan lebih penting daripada frekuensi

  • Adanya faktor protektif seperti air, susu, atau kebiasaan sikat gigi

Penjelasan Ilmiah: Kenapa Gula Lebih Berbahaya?

Gula sederhana lebih mudah difermentasi oleh bakteri di dalam plak, menghasilkan asam yang:

  • Menurunkan pH rongga mulut

  • Menyebabkan demineralisasi enamel

  • Memicu terbentuknya karies

Sebaliknya, beberapa jenis karbohidrat kompleks:

  • Tidak secepat gula difermentasi

  • Bahkan bisa kurang kariogenik (tergantung jenis dan cara konsumsi)

WHO sendiri merekomendasikan konsumsi gula bebas <5% dari total energi harian untuk menurunkan risiko karies.

Makna Penelitian Ini

Penelitian ini memberikan pesan penting:

👉 Jumlah gula yang dikonsumsi lebih berpengaruh daripada jenis karbohidrat lain

👉 Mengurangi gula adalah strategi utama pencegahan karies

Selain itu, hasil ini juga relevan untuk:

  • Pencegahan penyakit tidak menular (diabetes, obesitas)

  • Edukasi pola makan sehat secara menyeluruh

Keterbatasan Studi

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Studi ini bersifat cross-sectional → tidak bisa memastikan hubungan sebab-akibat

  • Data konsumsi makanan berdasarkan laporan responden (bias recall)

  • DMFT menggambarkan kondisi kumulatif, bukan kondisi karies aktif

Kesimpulan: Fokus Utama Harus pada Gula

Penelitian ini menyimpulkan bahwa:

  • Konsumsi gula tinggi berhubungan kuat dengan karies

  • Karbohidrat lain tidak selalu berisiko sama

  • Pengurangan gula merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan gigi

👉 Artinya, strategi pencegahan karies tidak cukup hanya dengan sikat gigi, tapi juga harus fokus pada pengendalian konsumsi gula harian.

Referensi

Sarmadi MH, Sharififard N, Mahboobi Z, Faramarzi E, Zohdi O.

The association between cariogenic diet and dental caries in the Azar cohort population: a cross-sectional study.

BMC Public Health. 2025;25:2328.

 https://doi.org/10.1186/s12889-025-23581-8

Carigi Indonesia March 30, 2026
Share this post
Tags
Archive
Anak Rajin Sikat Gigi Tapi Berlubang?