Skip to Content

Gigi Sensitif & Gejala Periodontitis

March 13, 2026 by
Carigi Indonesia

Gigi Sensitif & Gejala Periodontitis

Gigi Sensitif & Gejala Periodontitis

Gigi Sensitif pada Pasien Periodontitis yang Belum Dirawat: Masalah yang Sering Terlewat

Gigi Sensitif, Keluhan yang Sering Dialami Pasien

Rasa nyeri tajam saat minum minuman dingin, makan makanan manis, atau bahkan saat menyikat gigi merupakan keluhan yang cukup sering terjadi. Kondisi ini dikenal sebagai dentin hypersensitivity (hipersensitivitas dentin), yaitu rasa sakit sementara yang muncul ketika dentin—lapisan di bawah enamel—terpapar rangsangan seperti suhu dingin, panas, sentuhan, atau makanan manis.

Selama ini, gigi sensitif sering dikaitkan dengan faktor seperti abrasi gigi, erosi, atau prosedur perawatan gigi tertentu. Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa penyakit periodontal (periodontitis) juga dapat berperan besar dalam munculnya keluhan ini, bahkan sebelum pasien menjalani perawatan periodontal.

Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan penting: seberapa sering gigi sensitif terjadi pada pasien dengan periodontitis yang belum pernah dirawat?

Penelitian pada Pasien Periodontitis

Penelitian dilakukan dalam bentuk studi epidemiologi retrospektif di sebuah klinik periodonsia khusus. Para peneliti menganalisis data 930 pasien yang didiagnosis mengalami periodontitis dan belum pernah menjalani perawatan periodontal sebelumnya.

Untuk memastikan hasil penelitian akurat, pasien dengan kondisi lain yang dapat menyebabkan gigi sensitif—seperti karies aktif, gigi patah, atau abses—dikeluarkan dari penelitian.

Selain pemeriksaan klinis, para pasien juga diminta mengisi kuesioner mengenai:

  • Sensitivitas terhadap dingin, panas, atau makanan manis

  • Nyeri saat menyikat gigi atau menggigit

  • Kebiasaan menyikat gigi dan jenis sikat gigi

  • Kebiasaan merokok

  • Kebiasaan bruxism (menggertakkan gigi)

Data tersebut kemudian dianalisis untuk melihat hubungan antara gigi sensitif dan berbagai faktor klinis maupun perilaku.

Mayoritas Pasien Mengalami Gigi Sensitif

Hasil penelitian menunjukkan temuan yang cukup mengejutkan.

Sebanyak 84,8% pasien dengan periodontitis melaporkan mengalami gigi sensitif.

Rangsangan yang paling sering memicu rasa nyeri adalah stimulus dingin, yang dilaporkan oleh sekitar 64,8% pasien.

Selain itu, beberapa pemicu lain yang dilaporkan antara lain:

  • Makanan atau minuman manis

  • Suhu panas

  • Menyikat gigi

  • Tekanan saat menggigit

Sebagian pasien bahkan melaporkan gigi sensitif yang dipicu oleh lebih dari satu jenis rangsangan.

Semakin Parah Periodontitis, Semakin Tinggi Sensitivitas

Penelitian ini juga menemukan hubungan yang jelas antara tingkat keparahan periodontitis dengan kejadian gigi sensitif.

Semakin lanjut stadium penyakit periodontal, semakin tinggi kemungkinan pasien mengalami hipersensitivitas dentin.

Sebagai contoh, pasien dengan periodontitis Stage IV Grade B memiliki risiko lebih dari dua kali lipat mengalami gigi sensitif dibandingkan pasien dengan stadium penyakit yang lebih ringan.

Pada kasus yang lebih agresif, yaitu Stage IV Grade C, risiko tersebut bahkan meningkat hingga lebih dari tiga kali lipat.

Temuan ini menunjukkan bahwa kerusakan jaringan periodontal yang semakin berat dapat menyebabkan permukaan akar gigi lebih terbuka, sehingga memicu sensitivitas.

Resesi Gusi Menjadi Faktor Penting

Salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap gigi sensitif adalah resesi gingiva (gusi turun).

Ketika gusi mengalami resesi, bagian akar gigi menjadi terbuka. Karena akar gigi tidak dilindungi enamel seperti mahkota gigi, dentin menjadi lebih mudah terpapar rangsangan dari luar.

Penelitian ini menemukan bahwa:

88,9% pasien dengan resesi gingiva mengalami gigi sensitif.

Hal ini menunjukkan bahwa resesi gusi memiliki hubungan kuat dengan munculnya hipersensitivitas dentin pada pasien periodontitis.

Faktor Usia, Jenis Kelamin, dan Kebiasaan Pasien

Selain kondisi periodontal, beberapa faktor lain juga ditemukan berhubungan dengan kejadian gigi sensitif.

Perempuan lebih sering mengalami gigi sensitif

Pasien perempuan melaporkan kejadian hipersensitivitas dentin yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki, termasuk sensitivitas terhadap berbagai jenis rangsangan.

Pasien muda lebih rentan

Pasien berusia di bawah 35 tahun menunjukkan tingkat sensitivitas yang lebih tinggi, terutama saat menyikat gigi.

Bruxism dan merokok turut berperan

Kebiasaan bruxism (menggertakkan gigi) berkaitan dengan peningkatan sensitivitas, terutama terhadap makanan manis atau tekanan pada gigi.

Sementara itu, merokok juga memiliki hubungan dengan sensitivitas tertentu, meskipun pengaruhnya tidak selalu konsisten pada semua jenis rangsangan.

Pentingnya Deteksi Dini dalam Perawatan Periodontal

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gigi sensitif sudah sering terjadi bahkan sebelum pasien menjalani perawatan periodontal.

Karena keluhan ini dapat memengaruhi kenyamanan pasien saat makan, minum, maupun menyikat gigi, dokter gigi perlu memperhatikan kondisi ini sejak awal diagnosis.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengidentifikasi hipersensitivitas dentin sejak pemeriksaan awal

  • Mengelola resesi gingiva dan faktor risiko lainnya

  • Memberikan strategi pencegahan sebelum memulai terapi periodontal

Pendekatan ini dapat membantu meningkatkan kenyamanan pasien serta mendukung keberhasilan perawatan periodontal.

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa hipersensitivitas dentin sangat umum terjadi pada pasien dengan periodontitis yang belum mendapatkan perawatan, dengan prevalensi mencapai 84,8%.

Sensitivitas paling sering dipicu oleh stimulus dingin, dan risikonya meningkat seiring dengan keparahan periodontitis.

Selain itu, resesi gusi, usia yang lebih muda, dan jenis kelamin perempuan juga berperan dalam meningkatkan kejadian gigi sensitif.

Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini dan strategi pencegahan untuk mengelola gigi sensitif pada pasien dengan penyakit periodontal.

Referensi Artikel Asli

Martínez-Alcaide MJ, Marco-Pitarch R, Gil-Loscos F, Almiñana-Pastor P, Alpiste-Illueca F, López-Roldán A.

Prevalence of tooth sensitivity in patients not previously treated periodontally.

Journal of Clinical and Experimental Dentistry. 2025;17(11):e1382–e1389.

DOI: https://doi.org/10.4317/jced.63219


Carigi Indonesia March 13, 2026
Share this post
Tags
Archive
Behel pada Gigi Riwayat Periodontitis