Skip to Content

Genetik & Gigi Impaksi: Fakta Baru

May 7, 2026 by
Carigi Indonesia

Genetik & Gigi Impaksi: Fakta Baru

Genetik & Gigi Impaksi: Fakta Baru

Mengapa Ada Gigi yang “Terjebak”? Peneliti Ungkap Peran Genetik pada Impaksi Gigi

Tinjauan Ilmiah Terbaru Menunjukkan Bahwa Faktor Genetik Mungkin Berpengaruh pada Gigi Impaksi

Impaksi gigi merupakan salah satu masalah gigi yang cukup sering ditemukan. Kondisi ini terjadi ketika gigi gagal tumbuh atau erupsi ke posisi normalnya di rongga mulut. Gigi bungsu adalah contoh yang paling umum, tetapi gigi taring rahang atas juga sering mengalami impaksi.

Selama ini, impaksi gigi lebih sering dikaitkan dengan faktor lokal, seperti kurangnya ruang pada rahang, posisi gigi yang tidak normal, atau adanya hambatan fisik di jalur erupsi gigi. Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik juga dapat berperan penting.

Sebuah systematic review terbaru yang dipublikasikan di jurnal Clinical Oral Investigations mencoba merangkum berbagai penelitian mengenai hubungan genetik dengan impaksi gigi. Studi ini mengumpulkan dan menganalisis bukti ilmiah untuk memahami gen apa saja yang mungkin terlibat dalam kondisi tersebut.

Tidak Hanya Karena Kurang Ruang pada Rahang

Secara tradisional, impaksi gigi dijelaskan sebagai masalah mekanis. Misalnya, gigi gagal tumbuh karena tertahan gigi lain atau karena ukuran rahang tidak cukup untuk memberi ruang erupsi.

Namun, teori genetik mulai mendapat perhatian besar. Dalam teori ini, variasi gen tertentu dianggap dapat memengaruhi proses pembentukan, perkembangan, dan jalur erupsi gigi.

Peneliti juga menemukan bahwa impaksi gigi sering muncul bersamaan dengan kelainan dental lain, seperti gigi hilang bawaan, bentuk gigi yang tidak normal, atau keterlambatan erupsi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kondisi-kondisi tersebut mungkin memiliki dasar genetik yang sama.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Peneliti melakukan systematic review sesuai pedoman PRISMA dengan menelusuri sepuluh database ilmiah internasional. Dari lebih dari 15.000 artikel yang disaring, akhirnya 15 studi dipilih untuk dianalisis lebih lanjut.

Penelitian-penelitian tersebut mencakup berbagai jenis impaksi, seperti:

  • Impaksi molar tiga atau gigi bungsu

  • Impaksi gigi taring rahang atas

  • Impaksi multipel pada gigi permanen

Para peneliti meninjau berbagai faktor genetik, termasuk mutasi gen, variasi genetik, long non-coding RNA (lncRNA), hingga karakteristik keturunan seperti golongan darah.

Tiga Gen yang Paling Sering Ditemukan

Dari berbagai penelitian yang dianalisis, terdapat tiga gen yang paling konsisten dikaitkan dengan impaksi gigi, yaitu:

  • MSX1

  • PAX9

  • AXIN2

Ketiga gen ini memang diketahui memiliki peran penting dalam perkembangan gigi dan pembentukan struktur wajah. Variasi pada gen-gen tersebut diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya impaksi gigi.

Salah satu penelitian menemukan bahwa variasi tertentu pada gen MSX1 berkaitan dengan impaksi berat yang melibatkan banyak gigi. Penelitian lain menunjukkan hubungan antara variasi gen PAX9 dengan impaksi gigi taring rahang atas. Sementara itu, variasi pada gen AXIN2 juga dikaitkan dengan peningkatan risiko impaksi.

Menariknya, beberapa penelitian menunjukkan bahwa kombinasi beberapa variasi gen dapat memberikan efek yang lebih besar dibandingkan satu variasi gen saja.

Peran Baru Long Non-Coding RNA

Selain gen utama, penelitian ini juga membahas temuan baru mengenai long non-coding RNA (lncRNA). Molekul ini tidak membentuk protein secara langsung, tetapi berfungsi mengatur aktivitas gen dan proses seluler.

Pada jaringan di sekitar gigi bungsu impaksi, ditemukan perubahan ekspresi beberapa lncRNA tertentu. Molekul tersebut diduga berperan dalam pembentukan tulang dan proses erupsi gigi.

Walaupun masih membutuhkan penelitian lanjutan, temuan ini membuka kemungkinan bahwa lncRNA dapat digunakan sebagai biomarker untuk mendeteksi risiko impaksi gigi di masa depan.

Apakah Golongan Darah Berhubungan dengan Impaksi Gigi?

Salah satu pembahasan menarik dalam review ini adalah kemungkinan hubungan antara golongan darah ABO dengan impaksi gigi bungsu.

Beberapa penelitian mencoba melihat apakah golongan darah tertentu memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami impaksi. Namun hasilnya masih bertentangan. Ada studi yang tidak menemukan hubungan sama sekali, sementara penelitian lain melaporkan adanya perbedaan angka impaksi pada kelompok golongan darah tertentu.

Karena itu, peneliti menilai bukti mengenai hubungan golongan darah dan impaksi gigi masih belum cukup kuat.

Mengapa Temuan Ini Penting?

Pemahaman mengenai faktor genetik impaksi gigi dapat membantu dokter gigi melakukan deteksi lebih dini dan perencanaan perawatan yang lebih tepat.

Jika pasien dengan risiko genetik tinggi dapat dikenali sejak awal, pemantauan pertumbuhan gigi dapat dilakukan lebih cepat, terutama pada masa anak-anak dan remaja ketika arah erupsi gigi masih dapat dikendalikan.

Temuan ini juga membantu menjelaskan mengapa sebagian pasien mengalami beberapa kelainan dental sekaligus, seperti gigi impaksi, gigi hilang bawaan, dan bentuk gigi abnormal.

Keterbatasan Penelitian

Walaupun hasil penelitian cukup menjanjikan, peneliti menekankan bahwa bukti ilmiah saat ini masih berkembang.

Studi-studi yang dianalisis memiliki perbedaan besar dalam jumlah sampel, metode penelitian, dan populasi pasien. Beberapa penelitian menemukan hubungan genetik yang kuat, sementara yang lain tidak menemukan hubungan yang bermakna secara statistik.

Karena itu, peneliti menyimpulkan bahwa masih dibutuhkan penelitian dengan jumlah sampel lebih besar dan metode genetik yang lebih canggih untuk memastikan hubungan genetik pada impaksi gigi.

Kesimpulan

Systematic review ini memperkuat dugaan bahwa impaksi gigi bukan hanya disebabkan oleh faktor mekanis di rongga mulut, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor genetik.

Gen MSX1, PAX9, dan AXIN2 menjadi gen yang paling sering dikaitkan dengan impaksi gigi. Selain itu, long non-coding RNA dan karakteristik biologis seperti golongan darah juga mulai diteliti sebagai faktor yang mungkin berperan, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas.

Ke depan, perkembangan riset genetik di bidang kedokteran gigi diharapkan dapat membantu deteksi dini, pencegahan, dan penanganan impaksi gigi yang lebih personal dan efektif.

Papadopoulos S, Ziakas I, Panteris E, Chatzigianni A. The genetic basis of tooth impaction: a systematic review. Clinical Oral Investigations. 2025;29:469. https://doi.org/10.1007/s00784-025-06520-0


Carigi Indonesia May 7, 2026
Share this post
Tags
Archive
Kecemasan Cabut Gigi & Solusinya