Genetik & Gigi Impaksi: Fakta Baru

Mengapa Ada Gigi yang “Terjebak”? Peneliti Ungkap Peran Genetik pada Impaksi Gigi
Tinjauan Ilmiah Terbaru Menunjukkan Bahwa Faktor Genetik Mungkin Berpengaruh pada Gigi Impaksi
Impaksi gigi merupakan salah satu masalah gigi yang cukup sering ditemukan. Kondisi ini terjadi ketika gigi gagal tumbuh atau erupsi ke posisi normalnya di rongga mulut. Gigi bungsu adalah contoh yang paling umum, tetapi gigi taring rahang atas juga sering mengalami impaksi.
Selama ini, impaksi gigi lebih sering dikaitkan dengan faktor lokal, seperti kurangnya ruang pada rahang, posisi gigi yang tidak normal, atau adanya hambatan fisik di jalur erupsi gigi. Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik juga dapat berperan penting.
Sebuah systematic review terbaru yang dipublikasikan di jurnal Clinical Oral Investigations mencoba merangkum berbagai penelitian mengenai hubungan genetik dengan impaksi gigi. Studi ini mengumpulkan dan menganalisis bukti ilmiah untuk memahami gen apa saja yang mungkin terlibat dalam kondisi tersebut.
Tidak Hanya Karena Kurang Ruang pada Rahang
Secara tradisional, impaksi gigi dijelaskan sebagai masalah mekanis. Misalnya, gigi gagal tumbuh karena tertahan gigi lain atau karena ukuran rahang tidak cukup untuk memberi ruang erupsi.
Namun, teori genetik mulai mendapat perhatian besar. Dalam teori ini, variasi gen tertentu dianggap dapat memengaruhi proses pembentukan, perkembangan, dan jalur erupsi gigi.
Peneliti juga menemukan bahwa impaksi gigi sering muncul bersamaan dengan kelainan dental lain, seperti gigi hilang bawaan, bentuk gigi yang tidak normal, atau keterlambatan erupsi. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kondisi-kondisi tersebut mungkin memiliki dasar genetik yang sama.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Peneliti melakukan systematic review sesuai pedoman PRISMA dengan menelusuri sepuluh database ilmiah internasional. Dari lebih dari 15.000 artikel yang disaring, akhirnya 15 studi dipilih untuk dianalisis lebih lanjut.
Penelitian-penelitian tersebut mencakup berbagai jenis impaksi, seperti:
Impaksi molar tiga atau gigi bungsu
Impaksi gigi taring rahang atas
Impaksi multipel pada gigi permanen
Para peneliti meninjau berbagai faktor genetik, termasuk mutasi gen, variasi genetik, long non-coding RNA (lncRNA), hingga karakteristik keturunan seperti golongan darah.
Tiga Gen yang Paling Sering Ditemukan
Dari berbagai penelitian yang dianalisis, terdapat tiga gen yang paling konsisten dikaitkan dengan impaksi gigi, yaitu:
MSX1
PAX9
AXIN2