Skip to Content

Saat Chikungunya Menyerang Rongga Mulut

February 6, 2026 by
Carigi Indonesia

jurnal kesehatan gigi

Saat Chikungunya Menyerang Rongga Mulut

Temuan dari Studi di Paraguay yang Jarang Disorot

Chikungunya dikenal luas sebagai penyakit virus yang menyebabkan demam tinggi dan nyeri sendi berkepanjangan. Namun, di balik gejala yang sering dibicarakan itu, ada dampak lain yang kerap luput dari perhatian: gangguan pada kesehatan mulut. Sebuah studi terbaru dari Paraguay mengungkap bahwa selama infeksi chikungunya, banyak pasien mengalami keluhan di rongga mulut—mulai dari nyeri gusi hingga luka yang cukup parah.

Latar Belakang: Wabah Besar dan Minimnya Data Kesehatan Mulut

Virus chikungunya ditularkan terutama melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Dalam beberapa dekade terakhir, penyebaran nyamuk ini meluas di Amerika Selatan. Paraguay sendiri mengalami wabah chikungunya terbesar sepanjang sejarahnya pada tahun 2023.

Meski berbagai penelitian telah membahas gejala sistemik chikungunya seperti demam dan nyeri sendi kronis, bukti ilmiah mengenai manifestasi oral masih sangat terbatas. Padahal, gangguan di mulut dapat memperburuk kualitas hidup pasien dan menyulitkan proses pemulihan.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Untuk menjawab kekosongan data tersebut, peneliti dari Paraguay melakukan studi observasional potong lintang pada September–Oktober 2024. Penelitian ini melibatkan 131 orang dewasa yang pernah terinfeksi chikungunya.

Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang dibagikan lewat WhatsApp. Para responden diminta melaporkan apakah mereka mengalami keluhan pada mulut selama sakit, seperti nyeri gusi, sensasi terbakar di mulut, sariawan atau ulkus, hingga kesulitan mengunyah atau menelan. Jika ada keluhan, responden juga diminta menilai tingkat keparahannya: ringan, sedang, atau berat.

Gejala Mulut yang Paling Sering Muncul

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan mulut cukup sering terjadi pada pasien chikungunya. Tiga manifestasi yang paling banyak dilaporkan adalah:

  • Nyeri gusi (43,5%)

  • Sensasi terbakar di mulut (41,9%)

  • Ulkus atau luka di rongga mulut (31,2%)

Selain itu, sebagian pasien juga mengalami kesulitan mengunyah atau menelan, bau mulut, perdarahan gusi, hingga kehilangan indera perasa. Meskipun tidak selalu muncul bersamaan, gejala-gejala ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan dan berbicara.

Gejala Paling Berat: Ulkus dan Gangguan Makan

Menariknya, gejala yang paling sering muncul tidak selalu yang paling parah. Ulkus mulut dinilai sebagai manifestasi dengan tingkat keparahan tertinggi. Keluhan lain yang sering dilaporkan sebagai berat adalah kesulitan mengunyah atau menelan serta hilangnya kemampuan mengecap rasa.

Sebaliknya, nyeri gusi dan sensasi terbakar—meski sering terjadi—umumnya dilaporkan dalam kategori ringan. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan lebih sering melaporkan manifestasi oral dibandingkan laki-laki, sejalan dengan temuan studi chikungunya di negara lain.

Mengapa Temuan Ini Penting?

Gangguan di rongga mulut bukan sekadar keluhan tambahan. Nyeri dan luka pada mulut dapat membatasi asupan makanan, memaksa pasien hanya mengonsumsi makanan lunak atau cair, bahkan memperburuk status gizi selama masa pemulihan. Jika disertai gejala sistemik chikungunya, kondisi ini dapat semakin menurunkan kualitas hidup pasien.

Para peneliti menyoroti bahwa hingga saat ini belum ada panduan klinis khusus bagi dokter gigi dalam menangani manifestasi oral chikungunya di Paraguay. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan edukasi, pelatihan, serta kolaborasi yang lebih kuat antara tenaga medis dan kedokteran gigi.

Kesimpulan

Studi ini menunjukkan bahwa nyeri gusi, sensasi terbakar di mulut, dan ulkus oral merupakan manifestasi mulut yang paling sering dialami pasien chikungunya. Dari sisi keparahan, ulkus, kesulitan mengunyah atau menelan, serta kehilangan rasa menjadi keluhan yang paling berat.

Meski berbasis laporan mandiri dan belum disertai pemeriksaan klinis, penelitian ini merupakan salah satu laporan awal yang mendokumentasikan secara sistematis dampak chikungunya terhadap kesehatan mulut di Paraguay. Hasilnya menegaskan bahwa penanganan chikungunya seharusnya tidak hanya berfokus pada sendi dan demam, tetapi juga memperhatikan kesehatan rongga mulut sebagai bagian dari perawatan yang menyeluruh.

Referensi Artikel Asli

González-Galván MC, Gamarra-Insfrán J, González-Casamada C.

Manifestaciones orales del virus de la chikungunya. Un estudio transversal.

Revista Científica Odontológica (Lima). 2025;13(2):e241.

DOI: 10.21142/2523-2754-1302-2025-241

Carigi Indonesia February 6, 2026
Share this post
Tags
Archive
Lebih dari Sekadar Napas Segar: Perawatan Periodontal Dapat Memperbaiki Indra Perasa dan Penciuman