
Saat Chikungunya Menyerang Rongga Mulut
Temuan dari Studi di Paraguay yang Jarang Disorot
Chikungunya dikenal luas sebagai penyakit virus yang menyebabkan demam tinggi dan nyeri sendi berkepanjangan. Namun, di balik gejala yang sering dibicarakan itu, ada dampak lain yang kerap luput dari perhatian: gangguan pada kesehatan mulut. Sebuah studi terbaru dari Paraguay mengungkap bahwa selama infeksi chikungunya, banyak pasien mengalami keluhan di rongga mulut—mulai dari nyeri gusi hingga luka yang cukup parah.
Latar Belakang: Wabah Besar dan Minimnya Data Kesehatan Mulut
Virus chikungunya ditularkan terutama melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Dalam beberapa dekade terakhir, penyebaran nyamuk ini meluas di Amerika Selatan. Paraguay sendiri mengalami wabah chikungunya terbesar sepanjang sejarahnya pada tahun 2023.
Meski berbagai penelitian telah membahas gejala sistemik chikungunya seperti demam dan nyeri sendi kronis, bukti ilmiah mengenai manifestasi oral masih sangat terbatas. Padahal, gangguan di mulut dapat memperburuk kualitas hidup pasien dan menyulitkan proses pemulihan.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Untuk menjawab kekosongan data tersebut, peneliti dari Paraguay melakukan studi observasional potong lintang pada September–Oktober 2024. Penelitian ini melibatkan 131 orang dewasa yang pernah terinfeksi chikungunya.
Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang dibagikan lewat WhatsApp. Para responden diminta melaporkan apakah mereka mengalami keluhan pada mulut selama sakit, seperti nyeri gusi, sensasi terbakar di mulut, sariawan atau ulkus, hingga kesulitan mengunyah atau menelan. Jika ada keluhan, responden juga diminta menilai tingkat keparahannya: ringan, sedang, atau berat.
Gejala Mulut yang Paling Sering Muncul
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan mulut cukup sering terjadi pada pasien chikungunya. Tiga manifestasi yang paling banyak dilaporkan adalah:
Nyeri gusi (43,5%)
Sensasi terbakar di mulut (41,9%)
Ulkus atau luka di rongga mulut (31,2%)