
Kedokteran Gigi di Era Digital
Bagaimana Alur Kerja Digital Mengubah Praktik Prostodontik Modern
Dari cetakan manual ke dunia digital
Selama puluhan tahun, perawatan prostodontik—bidang kedokteran gigi yang berfokus pada penggantian gigi dan jaringan mulut yang hilang—mengandalkan metode konvensional atau analog. Mulai dari pencetakan gigi manual, pembuatan model gips, hingga perancangan gigi tiruan yang sangat bergantung pada keterampilan teknisi laboratorium.
Namun, kemajuan pesat teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara kerja tersebut secara signifikan. Sebuah artikel ulasan yang diterbitkan di Australian Dental Journal membahas bagaimana alur kerja digital (digital workflows) kini tidak lagi sekadar alternatif, melainkan mulai menjadi pendekatan utama dalam prostodontik modern
Apa itu alur kerja digital dalam prostodontik?
Secara sederhana, alur kerja digital adalah proses perawatan prostodontik yang memanfaatkan teknologi digital sejak tahap diagnosis hingga pembuatan gigi tiruan. Proses ini biasanya melibatkan:
pemindaian digital gigi dan mulut (intraoral scanning),
perancangan prostesis menggunakan perangkat lunak desain (CAD), dan
pembuatan gigi tiruan dengan teknologi manufaktur digital seperti milling atau pencetakan 3D (CAM).
Menurut penulis, hampir seluruh tahapan perawatan prostodontik—mulai dari perencanaan, komunikasi, hingga produksi prostesis—kini dapat dilakukan secara digital, meskipun belum ada satu alur digital yang benar-benar cocok untuk semua kasus klinis.
Apa yang dikaji dalam artikel ini?
Artikel ini merupakan invited review, yang merangkum berbagai penelitian dan pengalaman klinis terkait penggunaan alur kerja digital dalam prostodontik. Tujuan utama penulisan artikel ini adalah untuk:
menjelaskan pentingnya alur kerja digital dalam praktik prostodontik modern,
menguraikan jenis-jenis alur kerja digital yang tersedia saat ini, dan
membahas bagaimana perkembangan teknologi digital akan membentuk masa depan prostodontik.
Ulasan ini ditujukan untuk membantu dokter gigi memahami cara mengintegrasikan teknologi digital secara optimal dalam praktik sehari-hari.
Manfaat nyata alur kerja digital
Penulis menekankan bahwa alur kerja digital menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan metode analog tradisional.
Diagnosis dan perencanaan yang lebih akurat
Dengan pemindaian digital dan perangkat lunak perencanaan, dokter gigi dapat memvisualisasikan kondisi pasien secara lebih detail. Simulasi perawatan dapat dilakukan secara virtual, termasuk memperkirakan hasil estetika dan fungsi sebelum perawatan dimulai. Hal ini membuat perencanaan menjadi lebih presisi, efisien, dan mudah disesuaikan.
Komunikasi yang lebih efektif
Data digital memudahkan komunikasi antara dokter gigi, teknisi laboratorium, dan pasien. Rencana perawatan dapat ditampilkan secara visual kepada pasien, meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan. Selain itu, data dapat dikirim secara cepat ke laboratorium, bahkan lintas lokasi.
Alur perawatan yang lebih sederhana dan cepat
Teknologi digital mampu mengurangi jumlah tahapan klinis dan laboratorium. Beberapa prosedur yang sebelumnya memerlukan banyak kunjungan kini dapat diselesaikan dalam waktu lebih singkat, meningkatkan kenyamanan pasien dan efisiensi kerja klinik.
Kualitas prostesis yang lebih konsisten
Prostesis yang dibuat secara digital cenderung memiliki presisi tinggi dan kualitas yang lebih seragam. Penggunaan teknologi manufaktur modern juga memungkinkan pemanfaatan material yang lebih kuat dan tahan lama, seperti zirkonia dan titanium.
Tiga jenis alur kerja digital
Artikel ini mengelompokkan alur kerja digital prostodontik menjadi tiga pendekatan utama:
Alur kerja digital laboratorium
Tahap klinis masih dilakukan secara konvensional, tetapi desain dan pembuatan prostesis dilakukan secara digital di laboratorium.
Alur kerja digital klinis (chairside)
Seluruh proses, mulai dari pemindaian hingga pembuatan prostesis, dilakukan langsung di klinik. Pendekatan ini memungkinkan perawatan selesai dalam satu kunjungan, meskipun masih memiliki keterbatasan jenis kasus dan material.
Alur kerja gabungan klinik–laboratorium
Data klinis diperoleh secara digital di klinik, sementara pembuatan prostesis dilakukan di laboratorium. Pendekatan ini menggabungkan efisiensi digital dengan keahlian teknisi, dan saat ini menjadi pilihan paling populer.