Skip to Content

Kedokteran Gigi di Era Digital

February 10, 2026 by
Carigi Indonesia

kedokteran gigi

Kedokteran Gigi di Era Digital

Bagaimana Alur Kerja Digital Mengubah Praktik Prostodontik Modern

Dari cetakan manual ke dunia digital

Selama puluhan tahun, perawatan prostodontik—bidang kedokteran gigi yang berfokus pada penggantian gigi dan jaringan mulut yang hilang—mengandalkan metode konvensional atau analog. Mulai dari pencetakan gigi manual, pembuatan model gips, hingga perancangan gigi tiruan yang sangat bergantung pada keterampilan teknisi laboratorium.

Namun, kemajuan pesat teknologi digital dalam beberapa dekade terakhir telah mengubah cara kerja tersebut secara signifikan. Sebuah artikel ulasan yang diterbitkan di Australian Dental Journal membahas bagaimana alur kerja digital (digital workflows) kini tidak lagi sekadar alternatif, melainkan mulai menjadi pendekatan utama dalam prostodontik modern

Apa itu alur kerja digital dalam prostodontik?

Secara sederhana, alur kerja digital adalah proses perawatan prostodontik yang memanfaatkan teknologi digital sejak tahap diagnosis hingga pembuatan gigi tiruan. Proses ini biasanya melibatkan:

  • pemindaian digital gigi dan mulut (intraoral scanning),

  • perancangan prostesis menggunakan perangkat lunak desain (CAD), dan

  • pembuatan gigi tiruan dengan teknologi manufaktur digital seperti milling atau pencetakan 3D (CAM).

Menurut penulis, hampir seluruh tahapan perawatan prostodontik—mulai dari perencanaan, komunikasi, hingga produksi prostesis—kini dapat dilakukan secara digital, meskipun belum ada satu alur digital yang benar-benar cocok untuk semua kasus klinis.

Apa yang dikaji dalam artikel ini?

Artikel ini merupakan invited review, yang merangkum berbagai penelitian dan pengalaman klinis terkait penggunaan alur kerja digital dalam prostodontik. Tujuan utama penulisan artikel ini adalah untuk:

  1. menjelaskan pentingnya alur kerja digital dalam praktik prostodontik modern,

  2. menguraikan jenis-jenis alur kerja digital yang tersedia saat ini, dan

  3. membahas bagaimana perkembangan teknologi digital akan membentuk masa depan prostodontik.

Ulasan ini ditujukan untuk membantu dokter gigi memahami cara mengintegrasikan teknologi digital secara optimal dalam praktik sehari-hari.

Manfaat nyata alur kerja digital

Penulis menekankan bahwa alur kerja digital menawarkan berbagai keunggulan dibandingkan metode analog tradisional.

Diagnosis dan perencanaan yang lebih akurat

Dengan pemindaian digital dan perangkat lunak perencanaan, dokter gigi dapat memvisualisasikan kondisi pasien secara lebih detail. Simulasi perawatan dapat dilakukan secara virtual, termasuk memperkirakan hasil estetika dan fungsi sebelum perawatan dimulai. Hal ini membuat perencanaan menjadi lebih presisi, efisien, dan mudah disesuaikan.

Komunikasi yang lebih efektif

Data digital memudahkan komunikasi antara dokter gigi, teknisi laboratorium, dan pasien. Rencana perawatan dapat ditampilkan secara visual kepada pasien, meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka dalam pengambilan keputusan. Selain itu, data dapat dikirim secara cepat ke laboratorium, bahkan lintas lokasi.

Alur perawatan yang lebih sederhana dan cepat

Teknologi digital mampu mengurangi jumlah tahapan klinis dan laboratorium. Beberapa prosedur yang sebelumnya memerlukan banyak kunjungan kini dapat diselesaikan dalam waktu lebih singkat, meningkatkan kenyamanan pasien dan efisiensi kerja klinik.

Kualitas prostesis yang lebih konsisten

Prostesis yang dibuat secara digital cenderung memiliki presisi tinggi dan kualitas yang lebih seragam. Penggunaan teknologi manufaktur modern juga memungkinkan pemanfaatan material yang lebih kuat dan tahan lama, seperti zirkonia dan titanium.

Tiga jenis alur kerja digital

Artikel ini mengelompokkan alur kerja digital prostodontik menjadi tiga pendekatan utama:

  1. Alur kerja digital laboratorium

    Tahap klinis masih dilakukan secara konvensional, tetapi desain dan pembuatan prostesis dilakukan secara digital di laboratorium.

  2. Alur kerja digital klinis (chairside)

    Seluruh proses, mulai dari pemindaian hingga pembuatan prostesis, dilakukan langsung di klinik. Pendekatan ini memungkinkan perawatan selesai dalam satu kunjungan, meskipun masih memiliki keterbatasan jenis kasus dan material.

  3. Alur kerja gabungan klinik–laboratorium

    Data klinis diperoleh secara digital di klinik, sementara pembuatan prostesis dilakukan di laboratorium. Pendekatan ini menggabungkan efisiensi digital dengan keahlian teknisi, dan saat ini menjadi pilihan paling populer.

Arah masa depan: virtual patient dan kecerdasan buatan

Penulis juga membahas perkembangan teknologi masa depan, seperti virtual dental patient, pemindaian wajah, dan integrasi kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini diharapkan dapat membantu perencanaan perawatan yang lebih personal, prediktif, dan berorientasi pada hasil jangka panjang.

Meski menjanjikan, penulis mengingatkan bahwa teknologi digital dan AI tidak dapat menggantikan sepenuhnya penilaian klinis dan pemikiran kritis dokter gigi. Standar etika, regulasi, dan validasi ilmiah tetap diperlukan agar penerapannya aman dan efektif.

Kesimpulan

Alur kerja digital telah membawa perubahan besar dalam dunia prostodontik. Dibandingkan metode analog, pendekatan digital menawarkan perawatan yang lebih efisien, terkontrol, dan individual. Meskipun belum ada satu alur digital yang cocok untuk semua kasus, perkembangan teknologi yang cepat menunjukkan bahwa prostodontik digital akan menjadi arus utama di masa depan.

Referensi Artikel Asli

Abduo J, Rasaie V.

Digital Workflows in Prosthodontics.

Australian Dental Journal. 2025;70(Suppl. 1):S146–S158.

DOI: 10.1111/adj.70005

Carigi Indonesia February 10, 2026
Share this post
Tags
Archive
Saat Mulut Kering Mengubah Dunia Mikroba