Efektivitas Obat Kumur Hidrogen Peroksida

Tinjauan sistematis ini mempertanyakan praktik yang sempat populer saat pandemi
Rekomendasi yang Banyak Digunakan, Tapi Benarkah Efektif?
Selama pandemi COVID-19, banyak protokol kedokteran gigi merekomendasikan penggunaan obat kumur hidrogen peroksida sebelum tindakan. Tujuannya adalah untuk menurunkan jumlah virus di saliva dan mengurangi risiko penularan melalui aerosol.
Karena SARS-CoV-2 diketahui terdapat dalam saliva, praktik ini dengan cepat diadopsi secara luas. Namun, muncul pertanyaan penting:
Apakah benar ada bukti ilmiah bahwa hidrogen peroksida dapat membunuh virus di rongga mulut?
Sebuah systematic review yang dipublikasikan di Journal of Hospital Infection mencoba menjawab pertanyaan ini.
Apa yang Dilakukan Peneliti?
Peneliti melakukan systematic review berdasarkan pedoman PRISMA, dengan mencari literatur dari berbagai database besar, seperti:
PubMed
Scopus
Embase
Cochrane
LILACS
Mereka secara khusus mencari penelitian yang mengevaluasi efek virucidal (kemampuan membunuh virus) dari obat kumur hidrogen peroksida.
Proses seleksi:
Total awal: 1.342 artikel
Setelah menghapus duplikasi: 976 artikel
Hasil akhir: tidak ada satu pun studi yang memenuhi kriteria
Hasil Utama
1. Tidak Ada Bukti Ilmiah yang Mendukung
Hasil paling penting dari review ini adalah:
Tidak ditemukan studi yang membuktikan efek virucidal hidrogen peroksida di rongga mulut
Tidak ada bukti terhadap SARS-CoV-2 maupun virus lain dalam saliva
2. Rekomendasi Berdasarkan Asumsi
Penggunaan hidrogen peroksida selama pandemi sebagian besar didasarkan pada:
Kemampuan antibakteri dan antijamur
Sifat oksidatif yang dapat merusak mikroorganisme
Namun, peneliti menekankan bahwa:
Efek antibakteri tidak otomatis berarti efektif terhadap virus
Banyak rekomendasi muncul dari teori, bukan bukti klinis
3. Keterbatasan Metode Uji Virus
Masalah lain yang diungkap adalah:
Sebagian besar uji virucidal dilakukan pada permukaan benda atau kulit, bukan di rongga mulut
Tidak ada metode standar untuk menguji efek obat kumur terhadap virus dalam saliva
Hal ini membuat klaim efektivitas menjadi sulit dibuktikan secara ilmiah.
4. Efeknya Tidak Bertahan Lama
Hidrogen peroksida cepat terurai menjadi air dan oksigen saat kontak dengan jaringan biologis.
Artinya:
Efek antimikroba hanya sementara
Tidak dapat mencegah kontaminasi ulang dengan cepat dari saliva atau saluran napas
Selain itu, hidrogen peroksida memiliki substantivity rendah, yaitu tidak mampu bertahan lama di rongga mulut untuk memberikan efek perlindungan berkelanjutan.
5. Salah Interpretasi Bukti yang Ada
Beberapa penelitian memang menunjukkan efek antivirus pada obat kumur lain (seperti povidone-iodine atau chlorhexidine) dalam kondisi laboratorium.
Namun:
Hasil tersebut tidak bisa disamakan dengan hidrogen peroksida
Bahkan untuk bahan lain pun, bukti klinis masih terbatas
Implikasi Klinis
Temuan ini menunjukkan bahwa:
Penggunaan hidrogen peroksida sebagai obat kumur untuk mengontrol virus belum berbasis bukti ilmiah
Praktik ini dalam protokol klinis sebaiknya ditinjau kembali
Tenaga kesehatan perlu lebih kritis terhadap praktik yang:
Berdasarkan asumsi
Tidak didukung data klinis langsung
Keterbatasan Studi
Tidak adanya studi yang memenuhi kriteria (keterbatasan utama)
Bukti ilmiah masih berkembang saat pandemi
Kemungkinan ada penelitian yang belum dipublikasikan