Skip to Content

Efektivitas Obat Kumur Hidrogen Peroksida

March 26, 2026 by
Carigi Indonesia

Efektivitas Obat Kumur Hidrogen Peroksida

Efektivitas Obat Kumur Hidrogen Peroksida

Tinjauan sistematis ini mempertanyakan praktik yang sempat populer saat pandemi

Rekomendasi yang Banyak Digunakan, Tapi Benarkah Efektif?

Selama pandemi COVID-19, banyak protokol kedokteran gigi merekomendasikan penggunaan obat kumur hidrogen peroksida sebelum tindakan. Tujuannya adalah untuk menurunkan jumlah virus di saliva dan mengurangi risiko penularan melalui aerosol.

Karena SARS-CoV-2 diketahui terdapat dalam saliva, praktik ini dengan cepat diadopsi secara luas. Namun, muncul pertanyaan penting:

Apakah benar ada bukti ilmiah bahwa hidrogen peroksida dapat membunuh virus di rongga mulut?

Sebuah systematic review yang dipublikasikan di Journal of Hospital Infection mencoba menjawab pertanyaan ini.

Apa yang Dilakukan Peneliti?

Peneliti melakukan systematic review berdasarkan pedoman PRISMA, dengan mencari literatur dari berbagai database besar, seperti:

  • PubMed

  • Scopus

  • Embase

  • Cochrane

  • LILACS

Mereka secara khusus mencari penelitian yang mengevaluasi efek virucidal (kemampuan membunuh virus) dari obat kumur hidrogen peroksida.

Proses seleksi:

  • Total awal: 1.342 artikel

  • Setelah menghapus duplikasi: 976 artikel

  • Hasil akhir: tidak ada satu pun studi yang memenuhi kriteria

Hasil Utama

1. Tidak Ada Bukti Ilmiah yang Mendukung

Hasil paling penting dari review ini adalah:

  • Tidak ditemukan studi yang membuktikan efek virucidal hidrogen peroksida di rongga mulut

  • Tidak ada bukti terhadap SARS-CoV-2 maupun virus lain dalam saliva

2. Rekomendasi Berdasarkan Asumsi

Penggunaan hidrogen peroksida selama pandemi sebagian besar didasarkan pada:

  • Kemampuan antibakteri dan antijamur

  • Sifat oksidatif yang dapat merusak mikroorganisme

Namun, peneliti menekankan bahwa:

  • Efek antibakteri tidak otomatis berarti efektif terhadap virus

  • Banyak rekomendasi muncul dari teori, bukan bukti klinis

3. Keterbatasan Metode Uji Virus

Masalah lain yang diungkap adalah:

  • Sebagian besar uji virucidal dilakukan pada permukaan benda atau kulit, bukan di rongga mulut

  • Tidak ada metode standar untuk menguji efek obat kumur terhadap virus dalam saliva

Hal ini membuat klaim efektivitas menjadi sulit dibuktikan secara ilmiah.

4. Efeknya Tidak Bertahan Lama

Hidrogen peroksida cepat terurai menjadi air dan oksigen saat kontak dengan jaringan biologis.

Artinya:

  • Efek antimikroba hanya sementara

  • Tidak dapat mencegah kontaminasi ulang dengan cepat dari saliva atau saluran napas

Selain itu, hidrogen peroksida memiliki substantivity rendah, yaitu tidak mampu bertahan lama di rongga mulut untuk memberikan efek perlindungan berkelanjutan.

5. Salah Interpretasi Bukti yang Ada

Beberapa penelitian memang menunjukkan efek antivirus pada obat kumur lain (seperti povidone-iodine atau chlorhexidine) dalam kondisi laboratorium.

Namun:

  • Hasil tersebut tidak bisa disamakan dengan hidrogen peroksida

  • Bahkan untuk bahan lain pun, bukti klinis masih terbatas

Implikasi Klinis

Temuan ini menunjukkan bahwa:

  • Penggunaan hidrogen peroksida sebagai obat kumur untuk mengontrol virus belum berbasis bukti ilmiah

  • Praktik ini dalam protokol klinis sebaiknya ditinjau kembali

Tenaga kesehatan perlu lebih kritis terhadap praktik yang:

  • Berdasarkan asumsi

  • Tidak didukung data klinis langsung

Keterbatasan Studi

  • Tidak adanya studi yang memenuhi kriteria (keterbatasan utama)

  • Bukti ilmiah masih berkembang saat pandemi

  • Kemungkinan ada penelitian yang belum dipublikasikan

Kesimpulan

Meskipun широко direkomendasikan selama pandemi COVID-19, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung bahwa obat kumur hidrogen peroksida memiliki efek membunuh virus.

Ditambah dengan durasi efek yang sangat singkat, efektivitasnya sebagai langkah pencegahan menjadi diragukan.

Kesimpulannya, praktik yang sempat populer ini belum memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Referensi

Ortega KL, Rech BO, El Haje GLC, Gallo CB, Pérez-Sayáns M, Braz-Silva PH.

Do hydrogen peroxide mouthwashes have a virucidal effect? A systematic review.

Journal of Hospital Infection. 2020;106:657–662.

DOI: 10.1016/j.jhin.2020.10.003 


Carigi Indonesia March 26, 2026
Share this post
Tags
Archive
Benang Gigi dalam Operasi Kanker Lambung